Arga mulai mempersiapkan pensiun setelah bertahun-tahun menjadi CEO Mahesa Group. Ia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya hanya untuk bekerja, hanya untuk bisnis, hanya untuk perusahaan. Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan Larasati, dengan keluarga mereka, dengan kebahagiaan yang tidak bisa disangkal.
Arga memberitahu Larasati di malam hari, ketika mereka duduk di teras belakang rumah baru mereka dengan teh hangat di tangan mereka, dengan keheningan yang penuh dengan keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.
'Aku ingin pensiun, Larasati,' kata Arga pelan, menatap Larasati dengan tatapan yang penuh dengan keputusan yang tidak bisa diganggu gugat. 'Aku ingin pensiun dan menghabiskan sisa hidupku denganmu, dengan keluarga kita, dengan kebahagiaan yang tidak bisa disangkal.'
Larasati menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. 'Arga, Anda tidak perlu pensiun sekarang. Anda masih muda, masih kuat, masih mampu menjadi CEO Mahesa Group dengan baik.'
'Aku tidak ingin menjadi CEO Mahesa Group selamanya, Larasati. Aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku hanya untuk bekerja, hanya untuk bisnis, hanya untuk perusahaan.' Arga menatapnya dengan tatapan yang dalam. 'Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu, dengan keluarga kita, dengan kebahagiaan yang tidak bisa disangkal. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengan orang-orang yang aku cintai, bukan dengan pekerjaan yang tidak pernah berakhir.'
Larasati tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Arga, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Arga tidak hanya ingin pensiun. Arga juga ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan Larasati, dengan keluarga mereka, dengan kebahagiaan yang tidak bisa disangkal.
'Aku juga ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu, Arga. Aku juga ingin menghabiskan sisa hidupku dengan keluarga kita, dengan kebahagiaan yang tidak bisa disangkal.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang lembut. 'Dan aku akan mendukungmu untuk pensiun, Arga. Aku akan mendukungmu untuk menghabiskan sisa hidupku denganmu, dengan keluarga kita, dengan kebahagiaan yang tidak bisa disangkal.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya istrinya. Larasati juga mitra hidupnya, juga pendukungnya, juga orang yang akan selalu mendukungnya untuk menjadi pria yang lebih baik.
'Aku akan menyerahkan perusahaan kepada Aisha ketika aku pensiun, Larasati,' kata Arga pelan. 'Aku akan menyerahkan perusahaan kepada Aisha karena Aisha sudah tumbuh menjadi wanita yang cerdas, yang kuat, yang penuh dengan kehidupan, yang akan menjadi CEO yang lebih baik dariku.'
'Aisha akan menjadi CEO yang luar biasa, Arga. Aisha akan menjadi CEO yang cerdas, yang kuat, yang penuh dengan kehidupan, yang akan menjadi CEO yang lebih baik dari Anda.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang lembut. 'Dan kita akan mendukungnya untuk menjadi CEO yang luar biasa bersama-sama, Arga. Kita akan mendukungnya untuk menjadi CEO yang luar biasa bersama-sama.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya cantik, tidak hanya baik, tapi juga kuat, juga teguh, juga orang yang akan selalu mendukungnya untuk menjadi pria yang lebih baik.
'Aku mencintaimu, Larasati,' kata Arga pelan. 'Aku mencintaimu dengan cara yang tidak bisa aku jelaskan, dengan cara yang menakutkan.'
'Saya juga mencintaimu, Arga,' kata Larasati, tersenyum tipis. 'Dan kita akan menghabiskan sisa hidup kita bersama-sama, Arga. Kita akan menghabiskan sisa hidup kita dengan keluarga kita, dengan kebahagiaan yang tidak bisa disangkal. Seperti keluarga yang seharusnya.'
Mereka tidak berbicara lagi setelah itu. Mereka hanya menikmati kebersamaan mereka sebagai keluarga, menikmati keputusan yang tidak bisa diganggu gugat, menikmati cinta yang sudah tumbuh di antara mereka.
Dan untuk pertama kalinya, Arga merasa bahwa ia tidak hanya CEO yang kuat. Ia juga pria yang ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan Larasati, dengan keluarga mereka, dengan kebahagiaan yang tidak bisa disangkal.
Dan itu sudah cukup.