Arga dan Larasati tidak hanya berbicara tentang bukti keaslian foto-foto itu. Mereka membuktikannya dengan tindakan. Mereka mengundang ahli forensik digital terbaik untuk menganalisis foto-foto itu dan membuktikan bahwa foto-foto itu diedit.
Ahli forensik digital itu menemukan bukti-bukti yang tidak bisa disangkal: bahwa foto-foto itu diedit dengan teknologi canggih, bahwa foto-foto itu tidak nyata, bahwa foto-foto itu dibuat untuk menghancurkan Larasati.
Arga mengadakan konferensi pers lagi, dan kali ini, ia tidak hanya membela Larasati. Ia mengungkapkan semua kejahatan Nadia: perselingkuhannya dengan Dimas, kebohongannya tentang kehamilan, percobaan pembunuhannya pada Larasati, penculikannya pada Aisha, dan sekarang, pemalsuan foto-foto untuk menghancurkan reputasi Larasati.
'Nadia Mahesa bukan hanya pengkhianat. Nadia Mahesa adalah penjahat. Nadia Mahesa mencoba menghancurkan istri saya dengan foto-foto palsu, dengan kebohongan, dengan kebencian. Dan saya akan memastikan bahwa Nadia membayar untuk semua kejahatannya dengan hukum yang berlaku.'
Arga menunjukkan bukti-bukti keaslian dari ahli forensik digital, bukti-bukti yang tidak bisa disangkal bahwa foto-foto itu diedit, bahwa foto-foto itu palsu, bahwa Larasati tidak pernah bersama pria lain.
Media mulai berbalik. Komentar-komentar di media sosial mulai berubah. Orang-orang mulai membela Larasati, mulai melihat kebenaran yang sebenarnya, mulai melihat bahwa Nadia berbohong lagi.
Nadia semakin terpojok. Ia tidak bisa berbohong lagi. Ia tidak bisa menghindar lagi. Ia tidak bisa kembali dari ini.
Tapi Nadia tidak menyerah. Ia tidak berhenti mencoba menghancurkan Larasati dan Arga. Ia menggunakan cara yang lebih jahat, cara yang lebih berbahaya, cara yang bisa menghancurkan segalanya.
Nadia mencoba mencelakai Larasati secara langsung.