Nadia menyebarkan foto-foto palsu Larasati dengan cara yang licik. Ia tidak hanya menyebarkannya ke media, tapi juga ke investor-investor Mahesa Group, ke mitra bisnis Arga, ke semua orang yang bisa ia pengaruhi untuk menghancurkan Larasati dan Arga.
Foto-foto itu menunjukkan Larasati dengan pria lain, dengan pakaian yang tidak senonoh, dengan pose yang tidak pantas. Foto-foto itu diedit dengan sangat baik, dengan sangat nyata, sehingga banyak orang percaya bahwa foto-foto itu benar.
Media menyerang Larasati dengan kebencian yang tidak bisa dijelaskan. Mereka mempertanyakan kesetiaan Larasati pada Arga, mempertanyakan moralitas Larasati, mempertanyakan apakah Larasati pantas menjadi istri Arga.
Investor-investor mulai khawatir, mulai mempertanyakan apakah skandal ini akan mempengaruhi Mahesa Group, mulai berpikir untuk menarik investasi mereka.
Arga menghadapi krisis lagi, tapi kali ini, ia tidak hanya harus menyelamatkan perusahaan. Ia juga harus menyelamatkan reputasi Larasati, juga harus menyelamatkan keluarganya, juga harus membuktikan bahwa Nadia berbohong lagi.
Larasati tidak bisa hanya menonton. Ia tidak bisa hanya duduk di rumah dengan Aisha dan Bima dan menunggu Arga menghadapi krisis ini sendirian. Ia harus membantu. Ia harus berdiri di samping Arga seperti Arga selalu berdiri di sampingnya.
Suatu malam, ketika Arga pulang larut malam dengan wajah yang pucat dan mata yang penuh dengan kelelahan, Larasati tidak membiarkan Arga langsung masuk ke kamar kerja. Ia membuatkan Arga teh hangat, duduk di sampingnya di ruang tamu, dan berkata dengan suara yang teguh, 'Kita akan menghadapi ini bersama-sama, Arga. Kita akan membuktikan bahwa foto-foto itu palsu bersama-sama.'
Arga menatapnya dengan tatapan yang hancur. 'Aku tidak tahu bagaimana cara membuktikan bahwa foto-foto itu palsu, Larasati. Aku tidak tahu bagaimana cara membuktikan bahwa kau setia padaku. Nadia menggunakan teknologi yang sangat canggih untuk mengedit foto-foto itu. Banyak orang percaya bahwa foto-foto itu benar.'
'Kita akan menemukan cara, Arga. Kita akan menemukan cara untuk membuktikan bahwa foto-foto itu palsu, bahwa saya setia pada Anda, bahwa Nadia berbohong lagi.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang teguh. 'Dan kita akan membuktikan bahwa Nadia tidak bisa menghancurkan kita lagi.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya istrinya. Larasati juga mitra hidupnya, juga pendukungnya, juga orang yang akan membantunya menghadapi krisis ini.
'Kita akan membutuhkan ahli forensik digital untuk membuktikan bahwa foto-foto itu diedit, Arga. Kita akan membutuhkan ahli yang bisa membuktikan bahwa foto-foto itu tidak nyata, bahwa foto-foto itu diedit untuk menghancurkan saya.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang teguh. 'Dan kita akan membuktikan bahwa Nadia menggunakan teknologi untuk menghancurkan kita lagi.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya cantik, tidak hanya baik, tapi juga pintar, juga teguh, juga orang yang bisa membantunya menyelamatkan reputasi mereka.
'Itu ide yang bagus, Larasati. Itu ide yang luar biasa.' Arga menatapnya dengan tatapan yang dalam. 'Dan kita akan mewujudkannya bersama-sama.'
Mereka mulai bekerja dengan ahli forensik digital untuk membuktikan bahwa foto-foto itu diedit. Mereka mengumpulkan bukti-bukti keaslian, mengumpulkan saksi-saksi yang bisa membuktikan bahwa Larasati tidak pernah bersama pria lain, mengumpulkan semua yang bisa membuktikan bahwa Nadia berbohong lagi.
Dan mereka membuktikannya dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata.