Aisha tumbuh menjadi anak yang ceria, yang penuh dengan kehidupan, yang penuh dengan cinta. Ia sudah berumur dua tahun sekarang, dan ia sudah bisa berbicara dengan jelas, bisa berjalan dengan cepat, bisa tertawa dengan keras yang membuat semua orang di mansion tersenyum.
Aisha sangat menyayangi adiknya yang akan lahir. Ia sering berbicara dengan perut Larasati yang besar, dengan tangan kecilnya yang membelai perut Larasati dengan lembut, dengan suara yang kecil yang penuh dengan keingintahuan.
'Adik kecil, apa kabar?' tanya Aisha suatu sore ketika Larasati duduk di sofa dengan Aisha di pangkuannya. 'Adik kecil, kamu mau bermain dengan Aisha nanti?'
Larasati menatap Aisha dengan tatapan yang penuh dengan cinta. 'Adik kecil akan bermain dengan Aisha nanti setelah dia lahir, sayang. Adik kecil akan bermain dengan Aisha setiap hari.'
'Aisha akan menjaga adik kecil, Mama. Aisha akan melindungi adik kecil dari orang jahat.' Aisha menatap Larasati dengan tatapan yang serius, dengan keinginan untuk melindungi adiknya yang belum lahir.
Larasati tidak bisa berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Aisha, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Aisha sudah menjadi kakak yang baik. Aisha sudah menjadi kakak yang penuh dengan cinta, dengan keinginan untuk melindungi, dengan keinginan untuk menjaga adiknya yang belum lahir.
'Aisha akan menjadi kakak yang baik, sayang,' kata Larasati pelan. 'Aisha akan menjadi kakak yang luar biasa untuk adik kecil.'
Arga datang ke ruang tamu dengan teh hangat untuk Larasati, dan ia melihat Aisha berbicara dengan perut Larasati dengan tatapan yang penuh dengan kebahagiaan. Ia tidak bisa lebih bahagia lagi melihat Aisha menjadi kakak yang baik untuk adiknya yang belum lahir.
'Aisha akan menjadi kakak yang luar biasa,' kata Arga pelan, duduk di samping Larasati dengan tangan di pinggangnya. 'Aisha akan menjadi kakak yang penuh dengan cinta, dengan keinginan untuk melindungi, dengan keinginan untuk menjaga adiknya.'
Larasati menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan cinta. 'Kita juga akan menjadi orang tua yang luar biasa untuk kedua anak kita, Arga. Kita juga akan menjadi orang tua yang penuh dengan cinta, dengan keinginan untuk melindungi, dengan keinginan untuk menjaga anak-anak kita.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya istrinya. Larasati juga ibu dari anak-anaknya, juga mitra hidupnya, juga orang yang akan selalu membantunya menjadi orang tua yang baik.
'Aku tidak bisa menjadi ayah yang baik tanpamu, Larasati,' kata Arga pelan. 'Aku tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk Aisha dan adiknya tanpamu. Aku membutuhkanmu, Larasati. Aku membutuhkanmu untuk menjadi ayah yang baik.'
'Anda tidak membutuhkan saya untuk menjadi ayah yang baik, Arga. Anda sudah menjadi ayah yang baik untuk Aisha, dan Anda akan menjadi ayah yang baik untuk adiknya juga.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang lembut. 'Tapi kita akan menjadi orang tua yang baik bersama-sama, Arga. Kita akan menjadi orang tua yang baik untuk kedua anak kita bersama-sama.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya cantik, tidak hanya baik, tapi juga kuat, juga teguh, juga orang yang akan selalu ada untuknya dan anak-anaknya.
'Aku mencintaimu, Larasati,' kata Arga pelan. 'Aku mencintaimu dengan cara yang tidak bisa aku jelaskan, dengan cara yang menakutkan.'
'Saya juga mencintaimu, Arga,' kata Larasati, tersenyum tipis. 'Dan kita akan menjadi orang tua yang baik untuk kedua anak kita bersama-sama. Seperti keluarga yang seharusnya.'
Mereka tidak berbicara lagi setelah itu. Mereka hanya menikmati kebersamaan mereka sebagai keluarga, menikmati kebahagiaan yang tidak bisa disangkal, menikmati cinta yang sudah tumbuh di antara mereka dan anak-anak mereka.
Dan untuk pertama kalinya, Larasati merasa bahwa ia benar-benar bahagia. Bahwa ia benar-benar memiliki kehidupan yang ia inginkan. Bahwa ia benar-benar tidak sendirian lagi.
Mereka adalah keluarga yang utuh. Dan itu sudah cukup.