Keluarga Arga menerima Larasati sepenuhnya setelah pernikahan mereka yang sebenarnya. Ibu Arga menganggap Larasati seperti anak kandungnya, dan ia tidak bisa lebih bahagia lagi bahwa Arga menemukan Larasati.
Ibu Arga sering datang ke mansion untuk melihat Aisha dan Larasati, dengan hadiah-hadiah kecil, dengan makanan yang ia buat sendiri, dengan cinta yang tidak bisa disangkal. Ia tidak lagi hanya ibu mertua Larasati. Ia adalah ibu Larasati, seperti ibu kandung Larasati yang sudah lama tidak Larasati miliki.
'Aku menyayangimu seperti anakku sendiri, Larasati,' kata ibu Arga suatu sore ketika mereka duduk di taman dengan Aisha bermain di rumput. 'Aku menyayangimu seperti anakku sendiri, dan aku tidak bisa lebih bahagia lagi bahwa Arga menemukanmu.'
Larasati menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan cinta. 'Saya juga menyayangi Anda seperti ibu saya sendiri, Bu. Saya juga menyayangi Anda seperti ibu saya sendiri.'
Ibu Arga memegang tangan Larasati dengan tangan yang lembut. 'Aku tidak pernah melihat Arga sebahagia ini sejak ayahnya meninggalkan kami. Aku tidak pernah melihat Arga sebahagia ini sejak ibunya meninggal. Dan itu semua karenamu, Larasati. Itu semua karena cinta yang kau berikan pada Arga, pada Aisha, pada keluarga kita.'
Larasati tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap ibu Arga, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa ia benar-benar diterima sebagai bagian dari keluarga Arga. Ia benar-benar diterima sebagai ibu dari Aisha, sebagai istri dari Arga, sebagai anak dari ibu Arga.
'Aku juga tidak pernah melihat Arga sebahagia ini, Bu,' kata Larasati pelan. 'Aku juga tidak pernah melihat Arga sebahagia ini sejak saya mengenalnya. Dan itu semua karena Anda, karena Aisha, karena keluarga kita.'
Ibu Arga tersenyum, dan untuk pertama kalinya, Larasati melihat senyum yang benar-benar bahagia di wajahnya. 'Kita adalah keluarga sekarang, Larasati. Kita adalah keluarga yang utuh, dan kita akan menjadi keluarga yang bahagia selamanya.'
Larasati tidak berkata apa-apa. Ia hanya menatap ibu Arga, dan untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa ia benar-benar memiliki keluarga yang ia inginkan. Ia benar-benar memiliki ibu yang ia inginkan. Ia benar-benar tidak sendirian lagi.
Arga datang ke taman dengan teh hangat untuk mereka, dan ia melihat Larasati dan ibunya berbicara dengan tatapan yang penuh dengan kebahagiaan. Ia tidak bisa lebih bahagia lagi bahwa ibunya menerima Larasati sepenuhnya, bahwa ibunya menyayangi Larasati seperti anak kandungnya, bahwa keluarga mereka utuh.
'Aku tidak bisa lebih bahagia lagi,' kata Arga pelan, duduk di samping Larasati dengan tangan di pinggangnya. 'Aku tidak bisa lebih bahagia lagi melihat kalian berdua seperti ini.'
Larasati menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan cinta. 'Kita juga tidak bisa lebih bahagia lagi, Arga. Kita juga tidak bisa lebih bahagia lagi memiliki keluarga yang utuh seperti ini.'
Mereka tidak berbicara lagi setelah itu. Mereka hanya menikmati kebersamaan mereka sebagai keluarga, menikmati kehadiran satu sama lain, menikmati cinta yang sudah tumbuh di antara mereka.
Dan untuk pertama kalinya, Larasati merasa bahwa ia benar-benar diterima sebagai bagian dari keluarga Arga. Ia benar-benar diterima sebagai ibu dari Aisha, sebagai istri dari Arga, sebagai anak dari ibu Arga.
Ia benar-benar tidak sendirian lagi. Dan itu sudah cukup.