Arga dan Larasati tidak menyerah. Mereka tidak membiarkan Nadia dan Bara menang dengan mudah. Mereka bekerja sama dengan polisi, dengan detektif swasta, dengan semua orang yang bisa membantu mereka menemukan Aisha tanpa menyerahkan perusahaan.
Nadia mengirim pesan lagi, lebih tegas, lebih berbahaya: 'Serahkan Mahesa Group kepada Bara dalam 48 jam, atau kau tidak akan pernah melihat Aisha lagi. Ini bukan ancaman. Ini janji.'
Arga dan Larasati membaca pesan itu dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan. Nadia tidak hanya ingin menghancurkan mereka. Nadia ingin menghancurkan perusahaan juga. Nadia ingin menghancurkan segalanya.
Arga tidak berpikir dua kali. Ia tidak ragu. Ia hanya menatap Larasati dengan tatapan yang penuh dengan keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.
'Aku akan menyerahkan perusahaan untuk Aisha,' kata Arga, suaranya serak. 'Aku akan menyerahkan segalanya untuk Aisha.'
Larasati menatapnya dengan tatapan yang hancur. 'Arga, Anda tidak bisa menyerahkan perusahaan. Anda tidak bisa menyerahkan segalanya yang sudah Anda bangun untuk Nadia dan Bara.'
'Aku tidak peduli dengan perusahaan, Larasati. Aku hanya peduli dengan Aisha. Aku hanya peduli dengan kalian berdua.' Arga menatapnya dengan tatapan yang dalam. 'Aku akan menyerahkan perusahaan untuk Aisha. Aku akan menyerahkan segalanya untuk Aisha.'
Larasati tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya menatap Arga, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Arga benar-benar mencintai Aisha dengan sepenuh hati. Arga benar-benar akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan putri kecilnya.
Tapi Larasati tidak bisa membiarkan Arga menyerahkan perusahaan. Ia tidak bisa membiarkan Nadia dan Bara menang. Ia tidak bisa membiarkan mereka menghancurkan segalanya.
'Kita akan menemukan cara lain, Arga,' kata Larasati pelan. 'Kita akan menemukan cara untuk menyelamatkan Aisha tanpa menyerahkan perusahaan. Kita akan menemukan cara untuk membuktikan bahwa Nadia dan Bara tidak bisa menghancurkan kita.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya istrinya. Larasati juga mitra hidupnya, juga pendukungnya, juga orang yang akan membantunya menyelamatkan Aisha dan perusahaan.
'Kita akan menemukan cara, Arga. Kita akan menemukan cara untuk menyelamatkan Aisha dan perusahaan. Bersama-sama.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang teguh. 'Kita tidak akan membiarkan Nadia dan Bara menang. Kita tidak akan membiarkan mereka menghancurkan kita.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya cantik, tidak hanya baik, tapi juga kuat, juga teguh, juga orang yang akan membantunya menyelamatkan segalanya.
'Kita akan mencoba, Larasati. Kita akan mencoba bersama-sama.' Arga menatapnya dengan tatapan yang dalam. 'Kita tidak akan membiarkan Nadia dan Bara menang.'
Mereka tidak berbicara lagi setelah itu. Mereka hanya berdiri di sana, di taman mansion, dengan ketakutan yang mendalam, dengan keputusan yang tidak bisa diganggu gugat, dengan cinta yang tidak bisa disangkal.
Mereka akan menyelamatkan Aisha. Mereka akan menyelamatkan perusahaan. Mereka akan membuktikan bahwa Nadia dan Bara tidak bisa menghancurkan mereka.
Mereka akan bertahan. Bersama-sama.