Nadia muncul di media dengan bukti DNA palsu yang mengklaim bahwa Aisha bukan anak Arga. Ia mengungkapkan di talk show pagi bahwa Aisha adalah anak dari pria lain, bahwa Larasati berselingkuh dari Arga, bahwa Arga dibohongi oleh Larasati.
'Saya punya bukti DNA yang menunjukkan bahwa Aisha bukan anak Arga Mahesa,' kata Nadia dengan air mata yang sudah disiapkan. 'Arga dibohongi oleh Larasati. Larasati berselingkuh dari Arga dan memiliki anak dari pria lain. Arga bukan ayah dari Aisha.'
Berita itu menyebar dengan cepat. Dalam beberapa jam, ribuan komentar muncul di media sosial, kebanyakan menghakimi Larasati. Komentar-komentar itu kejam, penuh dengan tuduhan, penuh dengan kebencian.
'Pelacur yang berselingkuh dari suaminya.'
'Wanita yang tidak tahu malu yang memiliki anak dari pria lain.'
'Arga dibohongi oleh wanita jahat ini.'
Larasati membaca komentar-komentar itu di ponselnya di kamar tidur, dengan Aisha tertidur di pelukannya, dan merasa dunianya runtuh lagi. Ia tidak bisa bernapas. Ia tidak bisa berpikir. Ia hanya duduk di sana, menatap layar ponselnya, dan merasa seperti sedang tenggelam.
Arga menemukan Larasati di kamar tidur dengan wajah yang pucat dan mata yang kosong. Ia berjalan ke arahnya dan berhenti di depannya dengan tatapan yang penuh dengan kekhawatiran.
'Kau tidak apa-apa?' tanya Arga, suaranya rendah.
Larasati menggeleng. Air matanya sudah mengalir tanpa bisa ditahan. 'Saya tidak bisa, Arga. Saya tidak bisa menghadapi ini lagi. Semua orang membenci saya. Semua orang menghakimi saya tanpa tahu kebenarannya. Semua orang mengira saya berselingkuh dari Anda.'
Arga berjalan ke arahnya dan berhenti di depannya. Ia tidak menyentuhnya, tapi ia berdiri cukup dekat sehingga Larasati bisa merasakan kehadirannya yang kuat.
'Larasati, dengarkan aku.' Suara Arga tenang tapi tegas. 'Aku tidak percaya pada Nadia. Aku tidak percaya bahwa Aisha bukan anakku. Aku tidak percaya bahwa kau berselingkuh dariku.'
'Tapi semua orang percaya padanya, Arga. Semua orang percaya bahwa saya berselingkuh dari Anda. Semua orang percaya bahwa Aisha bukan anak Anda.' Larasati menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. 'Bagaimana saya bisa membuktikan bahwa itu tidak benar?'
'Kau tidak perlu membuktikan apa-apa, Larasati. Aku akan membuktikannya untukmu.' Arga menatapnya dengan tatapan yang dalam. 'Aku akan membuktikan bahwa Aisha adalah anakku. Aku akan membuktikan bahwa kau tidak berselingkuh dariku. Dan aku akan membuktikan bahwa Nadia berbohong lagi.'
Larasati tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya menatap Arga, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Arga benar-benar percaya padanya. Arga benar-benar tidak meragukan Larasati. Arga benar-benar tidak menghakimi Larasati.
'Arga—' suaranya hancur.
'Aku percaya padamu, Larasati. Aku percaya padamu dengan sepenuh hati, dan aku tidak akan membiarkan Nadia menghancurkanmu lagi.' Arga menatapnya dengan tatapan yang dalam, dengan kebenaran yang nyata. 'Dan aku akan membuktikan bahwa Aisha adalah anakku dengan tes DNA resmi.'
Arga mengambil Aisha dari pelukan Larasati dengan lembut dan memeluknya dengan erat. Ia menatap putri kecilnya dengan tatapan yang penuh dengan cinta yang tidak bisa disangkal, dengan kebenaran yang nyata.
'Aisha adalah anakku, Larasati. Aisha adalah anakku, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mengatakan sebaliknya.' Arga menatapnya dengan tatapan yang dalam. 'Dan aku akan membuktikannya pada semua orang.'
Larasati tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya menatap Arga, dan untuk pertama kalinya, ia merasakan bahwa ia tidak sendirian lagi. Ia memiliki Arga. Dan Arga memiliki dia.
Dan mereka akan membuktikan bahwa Nadia berbohong. Mereka akan membuktikan bahwa Aisha adalah anak Arga. Mereka akan membuktikan bahwa cinta mereka nyata.