Kemenangan Arga dan Larasati tidak berlangsung lama. Bara dan Nadia tidak menyerah. Mereka menggunakan cara yang lebih licik, cara yang lebih berbahaya, cara yang bisa menghancurkan Mahesa Group selamanya.
Bara menggunakan informasi rahasia yang Nadia curi dari Arga untuk mencuri proyek besar lainnya: proyek pembangunan kawasan industri di pinggiran kota yang sudah Arga rencanakan selama bertahun-tahun. Bara menawarkan harga yang lebih rendah kepada investor dengan menggunakan informasi rahasia tentang biaya operasional Mahesa Group yang Nadia berikan.
Mahesa Group kehilangan proyek besar itu, dan kali ini, dampaknya lebih besar dari sebelumnya. Investor-investor besar mulai menarik investasi mereka, saham perusahaan turun dengan drastis, dan Arga menghadapi krisis terbesar dalam karir bisnisnya.
Arga tidak tidur selama beberapa hari. Ia bekerja dari pagi sampai malam, mencoba menyelamatkan perusahaan, mencoba membuktikan bahwa Mahesa Group masih mampu bertahan, mencoba membuktikan bahwa ia masih CEO yang baik.
Larasati tidak bisa hanya menonton. Ia tidak bisa hanya duduk di rumah dengan Aisha dan menunggu Arga menghadapi krisis ini sendirian. Ia harus membantu. Ia harus berdiri di samping Arga seperti Arga selalu berdiri di sampingnya.
Suatu malam, ketika Arga pulang larut malam dengan wajah yang pucat dan mata yang penuh dengan kelelahan, Larasati tidak membiarkan Arga langsung masuk ke kamar kerja. Ia membuatkan Arga teh hangat, duduk di sampingnya di ruang tamu, dan berkata dengan suara yang teguh, 'Kita akan menghadapi ini bersama-sama, Arga. Kita akan menyelamatkan perusahaan bersama-sama.'
Arga menatapnya dengan tatapan yang hancur. 'Aku tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan perusahaan, Larasati. Aku tidak tahu bagaimana cara membuktikan bahwa aku masih mampu. Bara mencuri proyek itu dengan cara yang licik, dengan informasi yang Nadia curi dari aku. Investor-investor tidak percaya padaku lagi.'
'Kita akan menemukan cara, Arga. Kita akan menemukan cara untuk membuktikan bahwa Anda masih mampu, bahwa Mahesa Group masih kuat.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang teguh. 'Dan kita akan membuktikan bahwa Nadia dan Bara tidak bisa menghancurkan kita.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya istrinya. Larasati juga mitra hidupnya, juga pendukungnya, juga orang yang akan membantunya menghadapi krisis ini.
'Kita akan membutuhkan ide baru, Arga. Kita akan membutuhkan proyek yang lebih baik dari proyek Bara, proyek yang akan membuat investor melihat bahwa Mahesa Group masih yang terbaik.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang teguh. 'Dan saya punya ide.'
Arga menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. 'Apa idemu, Larasati?'
'Kita akan membangun kawasan industri hijau yang terintegrasi dengan pusat penelitian dan pengembangan. Kita akan membuat sesuatu yang tidak pernah dibuat sebelumnya: kawasan industri yang ramah lingkungan, yang berkelanjutan, yang juga menjadi pusat inovasi.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang teguh. 'Kita akan menunjukkan bahwa Mahesa Group tidak hanya tentang bisnis. Mahesa Group juga tentang masa depan, tentang inovasi, tentang keberlanjutan.'
Arga tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak hanya cantik, tidak hanya baik, tapi juga pintar, juga visioner, juga orang yang bisa membantunya menyelamatkan perusahaan.
'Itu ide yang bagus, Larasati. Itu ide yang luar biasa.' Arga menatapnya dengan tatapan yang dalam. 'Dan kita akan mewujudkannya bersama-sama.'
Mereka mulai bekerja pada proyek baru itu dengan sepenuh hati. Arga menggunakan pengalaman bisnisnya, Larasati menggunakan pengalaman sosialnya dan pemahamannya tentang keberlanjutan, dan mereka menciptakan sesuatu yang tidak pernah dibuat sebelumnya: kawasan industri hijau yang terintegrasi dengan pusat penelitian dan pengembangan.
Mereka tidak tidur selama beberapa hari, bekerja dari pagi sampai malam, merancang konsep, menghubungi ahli lingkungan, mengurus izin, dan mempersiapkan presentasi untuk investor-investor.
Dan ketika mereka akhirnya mempresentasikan proyek baru itu kepada investor-investor, investor-investor melihatnya dengan mata yang membesar. Mereka melihat bahwa Mahesa Group tidak hanya tentang bisnis, tidak hanya tentang keuntungan, tapi juga tentang masa depan, tentang inovasi, tentang keberlanjutan.
Tapi Bara tidak tinggal diam. Ia menggunakan cara yang lebih licik lagi: ia menyebarkan gosip bahwa proyek hijau Arga dan Larasati hanyalah tipuan, bahwa Mahesa Group tidak benar-benar peduli dengan lingkungan, bahwa Mahesa Group hanya mencoba menyelamatkan diri dengan proyek palsu.
Investor-investor mulai ragu lagi. Mereka tidak tahu siapa yang harus mereka percaya: Arga dan Larasati dengan proyek hijau mereka, atau Bara dengan tuduhannya bahwa proyek itu palsu.
Arga dan Larasati harus membuktikan bahwa proyek mereka nyata. Mereka harus membuktikan bahwa mereka benar-benar peduli dengan lingkungan, benar-benar ingin membuat kawasan industri yang berkelanjutan, benar-benar ingin membuat masa depan yang lebih baik.
Dan mereka membuktikannya dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata.