===== BAB 62: Kesepakatan yang Tidak Membeli Bebas =====
Bagas duduk di kursi terdakwa, bukan kursi orang yang telah divonis, dan setiap tuduhan mulai diuji satu per satu.
Bagas duduk di kursi terdakwa, bukan kursi orang yang telah divonis, dan setiap tuduhan mulai diuji satu per satu.
Pada hari kesembilan, pembela Bagas menawarkan lokasi rekening, perangkat Dimas, dan saksi luar negeri. Sebagai imbalan, mereka meminta penculikan serta pembakaran digabung menjadi satu tuduhan dengan hukuman ringan.
Jaksa menolak tawaran awal. Bukti yang ditawarkan penting, tetapi kesepakatan tidak boleh menghapus korban berbeda agar administrasi lebih mudah. Mereka meminta profer tertutup sebelum menjanjikan apa pun.
Keluarga korban, Hendra, Sari, pekerja toko, dan penumpang YX-408 diberi ringkasan. Mereka tidak memiliki veto hukum, namun pandangannya dicatat dan akan disampaikan kepada hakim.
Hendra ingin Bagas dihukum penuh. Sari lebih mengutamakan lokasi server asing agar data privat dibekukan permanen. Para pekerja toko meminta biaya pemulihan dan larangan Bagas mengendalikan perusahaan keamanan kelak.
Perbedaan itu tidak dipaksa menjadi satu suara korban. Salma menyusun laporan yang mempertahankan tiap posisi dan menjelaskan batas kuasa konsultasi.
Dalam profer, Bagas memberikan kode rekening serta nama pejabat yang menerima uang Dimas. Dua nama terbukti, satu merupakan orang yang sudah menolak suap. Kekeliruan membuat jaksa menuntut bukti pendukung sebelum menganggap daftar bernilai.
Bagas juga memberi kata sandi perangkat Dimas. Perangkat telah disita setelah pengadilan menyelesaikan sengketa ruang lingkup. Kata sandi membuka pesan penutupan, namun beberapa berkas dapat diakses tanpa bantuan Bagas melalui metode lain.
Nilai kerja sama dihitung dari bukti baru, bukan jumlah halaman yang ia klaim berikan. Jaksa memisahkan informasi unik, informasi yang sudah diketahui, dan tuduhan yang belum teruji.
Rekening luar negeri berisi dana pemerasan serta salinan segel. Otoritas setempat membekukan aset. Pemulihan tetap membutuhkan sidang kepemilikan agar uang sah pihak lain tidak ikut disita.
Bagas menawarkan bersaksi melawan Dimas dan mengakui sabotase YX-408, tetapi tetap menyangkal niat membahayakan. Jaksa tidak memaksanya memakai kata tertentu. Unsur niat dapat dibuktikan melalui pesan tentang korban sebagai tekanan.
Kesepakatan akhir mempertahankan dakwaan penculikan, pembakaran, sabotase, dan penghalangan. Jaksa hanya setuju merekomendasikan hukuman pada bagian bawah rentang berat jika keterangan lengkap, aset dipulihkan, dan saksi aman.
Hakim tidak terikat rekomendasi. Bagas menyatakan memahami bahwa ia masih dapat menerima hukuman panjang. Pengacaranya memastikan keputusan dibuat setelah konsultasi, bukan karena perawatan ditahan.
Sari meminta klausul pelindungan data. Kesepakatan mewajibkan Bagas menyerahkan seluruh kunci dan melarang menyimpan salinan, tetapi pelanggaran kelak tetap harus dibuktikan. Tim teknis menyiapkan pemantauan independen.
Hendra tidak puas, namun mengatakan lebih baik keberatannya masuk catatan daripada dipakai jaksa sebagai hiasan persetujuan. Hakim memberinya ruang membaca pernyataan dampak saat hukuman.
Bagas mulai memberi keterangan tentang Dimas. Ia mengakui menerima perintah awal YX-217, lalu menggandakan bukti untuk memeras keluarga. Ia juga mengakui memperluas YX-408 setelah Dimas meminta gangguan terbatas.
Pembela Dimas akan berhak memeriksanya. Kesepakatan Bagas, keuntungan, kebohongan lama, dan potensi motif menyalahkan orang lain harus diungkap kepada juri.
Jaksa tidak mencabut tuduhan ketika profer ditandatangani. Mereka menunggu kinerja nyata. Satu transfer aset berhasil, satu server dibekukan, dan lokasi dua saksi diverifikasi.
Media menyebut Bagas membeli kebebasan. Arman merilis ringkasan resmi yang menunjukkan dakwaan tetap ada dan hakim menentukan hukuman. Data pribadi korban tidak disertakan.
Nadya membaca dokumen dan merasa marah karena orang yang menyakiti mereka dapat memperoleh pengurangan. Pengacaranya menjelaskan nilai menemukan bukti Dimas. Nadya tidak harus merasa damai untuk mengakui manfaat proses.
Hakim menunjuk penasihat korban yang berbeda dari jaksa. Mereka menjelaskan konsultasi, hak pernyataan, dan batas bahwa keputusan dakwaan tetap milik negara. Korban dapat tidak ikut tanpa kehilangan restitusi.
Satu keluarga meminta informasi Bagas ditolak seluruhnya. Keluarga lain ingin lokasi aset segera. Laporan mempertahankan konflik itu dan jaksa menjelaskan mengapa kepentingan pemulihan membuat profer tetap dilakukan.
Profer direkam serta ditranskripsikan, tetapi tidak langsung diberikan kepada juri. Bila kerja sama gagal, aturan penggunaan ucapan mengikuti kesepakatan dan putusan hakim, bukan kehendak jaksa sepihak.
Bagas menyebut nama satu saksi yang ternyata telah meninggal sebelum peristiwa. Pembela mengatakan ia salah ingat, jaksa menilai sebagai peringatan. Semua informasi lain memerlukan verifikasi tambahan.
Lokasi rekening mengungkap dana milik vendor yang tak terlibat bercampur dengan uang Bagas. Pengadilan membebaskan bagian sah setelah audit, meski proses memperlambat pemulihan.
Sari meminta kunci data diserahkan sebelum rekomendasi hukuman. Bagas memberikan dua dari tiga. Rekomendasi tetap ditahan sampai kunci ketiga diverifikasi tak ada atau ditemukan.
Arman mengadakan konferensi hanya setelah hakim membuka ringkasan. Ia tidak menyebut keluarga mendukung kesepakatan karena tak ada dukungan tunggal. Ia menyebut keberatan serta tujuan bukti.
Nadya menulis pernyataan tentang rasa tidak adil, lalu memutuskan menyimpannya pribadi. Konsultasi tidak mewajibkan korban menjadi juru bicara kebijakan yang menyakitkan.
Kesepakatan memuat pembatalan bila Bagas mengancam saksi atau menyimpan aset. Pelanggaran baru dapat didakwa dan rekomendasi dicabut setelah sidang, bukan keputusan diam-diam jaksa.
Satu kunci terakhir ternyata terbagi dalam perangkat Sari. Bagas memberi petunjuk yang membuatnya dapat dipulihkan. Nilai bantuan dicatat, bersama fakta Sari sebelumnya sudah mengidentifikasi sistem.
Hakim masih memegang keputusan terakhir.
Kesepakatan Bagas membuka jalan menuju Kapten Pertama, tetapi tidak membeli kebebasan dari akibat kejahatannya sendiri.