===== BAB 61: Bagas di Kursi Terdakwa =====
Lima segel kini berada dalam banyak tangan, sementara perkara pidana bergerak menuju pengadilan yang tak dapat digantikan oleh wasiat.
Bagas memasuki ruang sidang dengan pakaian tahanan dan perban tipis di bahu. Kamera hanya mengambil gambar sebelum majelis masuk. Ia duduk bersama dua pengacara, tidak dalam kandang kaca.
Jaksa membacakan dakwaan sabotase YX-408, penculikan Hendra dan Sari, pembakaran gudang serta toko, akses ilegal, pemalsuan bukti YX-217, dan penghalangan. Setiap peristiwa memiliki unsur serta korban berbeda.
Bagas mengaku tidak bersalah. Ia mengatakan tindakannya dalam pemulihan YX-217 mengikuti perintah Dimas dan Surya. Untuk YX-408, ia mengklaim hanya menguji kelemahan sistem tanpa berniat mencelakakan.
Hakim mengingatkan niat akan ditentukan dari bukti, bukan pidato awal. Jaksa juga dilarang menyebut Bagas monster atau Kapten Kedua sebagai bukti bersalah. Julukan hanya konteks jaringan.
Pembela mengajukan keberatan atas ponsel pulau. Mereka mengatakan penangkapan melanggar hak karena negosiator merekam ucapan krisis. Jaksa sepakat tidak memakai ucapan sebelum pengacara sebagai pengakuan, hanya rekaman tindakan fisik dan keselamatan.
Perangkat tetap dapat menjadi bukti karena disita setelah penangkapan dan dibuka dengan surat. Ahli pembela hadir saat citra dibuat. Hakim menunda putusan isi tertentu sampai rantai kustodi dibahas.
Hendra bersaksi tentang penculikan. Ia menjelaskan ancaman terhadap putrinya, fasilitas pesisir, dan kode jari untuk tim. Pembela menunjukkan ia sendiri membakar panel gudang. Hendra mengakui peran serta perkara terpisah yang menunggunya.
Kesaksiannya didukung kamera, radio pemadam, dan perangkat penjaga. Bagian ketika Bagas berbicara dari layar dibedakan dari kejadian yang Hendra lihat langsung.
Sari menjelaskan server kapal dan tombol darurat. Ia mengaku pernah membangun sebagian jalur pelabuhan data sebagai pegawai. Saat itu ia mengira layanan untuk cadangan legal. Setelah ditahan, ia memberikan kunci yang menyelamatkan data.
Pembela bertanya apakah Sari bekerja sama demi menghindari dakwaan. Sari menjawab kemungkinan kelalaiannya masih diperiksa. Jaksa belum menjanjikan kekebalan. Dokumen kerja menentukan apa yang ia ketahui sebelum penyanderaan.
Raka, pelaku serangan toko, memberikan keterangan tentang pesan Bagas. Metadata cocok, tetapi ia juga menerima instruksi Dimas. Jaksa tidak memakai keterangannya untuk menggabungkan dua pengirim menjadi satu.
Ayu memaparkan ponsel, server, dan sertifikat. Ia menunjukkan satu pesan yang tampak dari Bagas ternyata dibuat operator lain. Pesan itu dikeluarkan dari dakwaan utama. Koreksi di depan juri memperlihatkan pengujian tetap berlangsung.
Pembela memperlihatkan rekaman Dimas memerintah penutupan YX-217. Jaksa tidak menolak. Mereka menjelaskan ketaatan pada perintah tidak membenarkan pemalsuan, ancaman, dan kejahatan baru yang dilakukan Bagas demi kuasa sendiri.
Pak Idris mengidentifikasi Bagas membawa kotak kesepuluh, tetapi mengakui kesalahan pintu dalam rekonstruksi. Foto, cincin, log lembur, dan sensor kotak mendukung bagian lain.
Dokter Mahesa tidak dipanggil langsung karena kondisi menurun. Transkrip pemeriksaan yang diuji pembela dibacakan terbatas, sementara buku obat serta pembayaran berdiri sebagai bukti objektif.
Keluarga korban hadir bergiliran agar ruang tidak menjadikan duka sebagai latar. Kirana tidak datang dan kasetnya tidak dipakai. Penolakannya tetap berlaku meski perkara memasuki tahap penting.
Bagas beberapa kali menatap Reza, yang menunggu sebagai saksi di luar. Reza tidak boleh mendengar kesaksian sebelumnya. Nadya juga dipisahkan sampai gilirannya.
Pada akhir minggu, hakim menolak permintaan pembebasan tahanan karena risiko lari dan ancaman saksi, tetapi memerintahkan perawatan lanjutan serta akses dokumen pembelaan yang cukup.
Pengadilan menyediakan salinan dengan pencarian bagi pembela, termasuk materi yang dapat meringankan. Jaksa menyerahkan satu surel Bagas yang meminta Dimas menghentikan operasi, meski surel berikutnya menunjukkan ia melanjutkan sendiri.
Pembela meminta sidang dipindahkan karena perhatian media. Hakim memilih seleksi juri lebih ketat, ruang tanpa siaran langsung, dan instruksi harian. Pemindahan baru dipertimbangkan bila langkah itu gagal.
Seorang calon juri mengaku telah melihat video pulau. Ia dikeluarkan setelah mengatakan Bagas pasti bersalah. Calon lain pernah melihat tetapi mampu menjelaskan praduga tak bersalah dan tetap diperiksa kedua pihak.
Barang bukti dari kapal memiliki satu segel sobek saat transportasi. Kamera menunjukkan sobekan terjadi pada kotak luar, sementara kantong dalam utuh. Catatan masuk sebelum bukti diterima.
Pengacara Bagas mendapat dana ahli publik karena aset klien dibekukan. Hak pembelaan tidak hilang akibat tuduhan aset berasal dari kejahatan. Biaya diaudit dan tidak diambil dari dana korban.
Hendra meminta layar agar tak melihat Bagas saat bersaksi. Hakim mengizinkan tanpa menutup terdakwa dari audio serta pengacaranya. Pengaturan melindungi saksi sambil mempertahankan pemeriksaan silang.
Sari mengoreksi istilah sandera menjadi ditahan di kapal setelah pembela bertanya kapan senjata terlihat. Jaksa tetap menunjukkan ancaman dan pintu terkunci. Kata yang tepat membuat kesaksiannya lebih kuat.
Pada penutupan minggu, juri menerima daftar istilah tanpa kesimpulan. Kapten Kedua dijelaskan sebagai sebutan pada pesan, bukan pangkat hukum. Semua pihak menyetujui definisi.
Pengawas tahanan melaporkan Bagas mendapat dokumen serta waktu konsultasi cukup. Satu keterlambatan pengiriman diperbaiki dengan tambahan hari, sehingga jadwal pengadilan tidak mengambil hak persiapan.
Keluarga menerima ringkasan mingguan yang membedakan bukti diterima, ditolak, dan belum diputus. Mereka tidak harus mengikuti berita yang sering mencampur ketiganya.
Pengujian itu tetap terbuka bagi koreksi.
Sidang pertama berakhir tanpa kesimpulan prematur.
Bagas duduk di kursi terdakwa, bukan kursi orang yang telah divonis, dan setiap tuduhan mulai diuji satu per satu.