===== BAB 47: Dimas dan Kapten Pertama =====
Nama Bagas Tanu kini terbuka, tetapi jejaknya menuju dermaga membuktikan Kapten Pertama belum terpisah darinya.
Nama Bagas Tanu kini terbuka, tetapi jejaknya menuju dermaga membuktikan Kapten Pertama belum terpisah darinya.
Hakim mengizinkan penggeledahan dermaga untuk server, senjata, dan bukti penghalangan. Permintaan menyita seluruh bisnis Dimas ditolak. Operasi harus membedakan benda sasaran dari kegiatan pelabuhan yang sah.
Gudang utama memuat kontainer kosong dan sistem pendingin baru dimatikan. Anjing pelacak menemukan darah pada pegangan. DNA awal cocok dengan profil Bagas, tetapi sampel pembanding diuji ulang sebelum diumumkan.
Kantor dermaga menyimpan log kedatangan yang telah dihapus. Citra forensik menunjukkan akun Dimas memberi akses kepada kendaraan laut kecil dan memerintah petugas tidak mencatat muatan. Perintah dibuat setelah surat penangkapan Bagas terbit.
Dimas mengatakan staf memakai akunnya. Aktivasi membutuhkan token fisik yang kamera bank tempatkan di sakunya pagi itu. Pembela tetap dapat menunjukkan kemungkinan lain di persidangan, namun dasar penghalangan menguat.
Arman tidak langsung menangkap Dimas di depan kamera. Ia memanggil pemeriksaan, menilai risiko lari, dan meminta pencegahan tambahan. Hakim menyita paspor serta mewajibkan gelang lokasi setelah sidang yang dihadiri pengacara.
Rekaman Vera membuktikan Dimas disebut Kapten Pertama oleh Bagas. Istilah itu bermula dalam operasi pemulihan YX-217: Dimas memberi arah politik, Bagas menjadi komandan lapangan kedua setelah kepala resmi disingkirkan.
Surat lama Surya memuat frasa sama. Ia menulis bahwa Kapten Pertama memilih Seno sebagai wajah kesalahan, sedangkan Kapten Kedua mengubah bukti. Surya tidak menyebut nama karena masih berharap memaksa Dimas mundur secara privat.
Pak Idris mengenali struktur perintah, tetapi tak pernah mendengar Dimas memanggil dirinya sendiri dengan pangkat. Kesaksiannya mendukung konteks, bukan identifikasi. Audio, log, dan transfer menyediakan jalur yang lebih kuat.
Bagas ternyata tidak selalu taat. Setelah YX-217, ia menggandakan bukti untuk memeras Dimas. Ia membeli vendor, klinik, serta jaringan keamanan menggunakan uang hasil tekanan. Pada YX-408, ia memperbesar gangguan tanpa persetujuan penuh Dimas.
Jaksa menyusun dakwaan terpisah. Dimas diduga memerintah penutupan dan rencana gangguan; Bagas diduga menjalankan pemalsuan, memperluas sabotase, menculik, serta membakar. Tumpang tindih tidak menghapus tindakan mandiri.
Vera ditanya apakah ayahnya takut kepada Bagas. Ia menjawab ya sejak lima tahun terakhir. Pembela menyebut itu bukti pemaksaan. Jaksa menunjukkan Dimas tetap membayar, memakai jaringan, dan tak melapor karena bukti juga melindungi dirinya.
Rani mengakui pernah diberi kesempatan membeli server dari Bagas. Ia menolak, tetapi tidak melapor karena transaksi akan membuka Wasiat Hitam. Kebisuan keluarga kembali memberi Bagas ruang tumbuh.
Nadya meminta laporan menghindari sebutan dalang tunggal. Budaya perusahaan memungkinkan perintah Dimas, alat Bagas, tanda tangan Surya, dan diam Rani saling memperkuat. Satu vonis tidak cukup memperbaiki sistem.
Joko menemukan petugas dermaga dipaksa bekerja malam itu. Panel menyediakan pengacara dan perlindungan pekerjaan. Mereka tidak kehilangan gaji karena gudang menjadi tempat kejahatan direksi.
Salah satu petugas mengingat Bagas terluka dan membawa kotak server ke kapal cepat. Dimas berbicara melalui telepon pengeras. Ia mendengar Dimas berkata jalur lama masih terbuka, tetapi tidak mengetahui maksudnya.
Jalur lama ternyata kabel data bawah laut milik anak perusahaan yang akan dijual ke Cakrawala. Server dapat diunggah dari kapal pemeliharaan sebelum memasuki yurisdiksi lain. Ratih membekukan akses dan memberi tahu operator internasional.
Pembekuan membuat Bagas tahu lokasi mereka terlacak. Ia mengirim paket kecil data medis sebagai peringatan. Sistem arsip memblokir publikasi dan mencatat alamat penerima, tetapi satu keluarga kembali mengalami pelanggaran privasi.
Dimas meminta bicara dengan Reza untuk menghentikan Bagas. Reza menolak percakapan privat dan menawarkan sesi tercatat bersama jaksa. Dimas membatalkan, membuktikan urgensinya memiliki syarat: tidak ada saksi.
Pengadilan meningkatkan status Dimas menjadi tahanan rumah karena bukti dermaga dan upaya komunikasi. Itu tindakan pencegahan, bukan vonis. Ia tetap memiliki akses pengacara serta layanan medis.
Petugas dermaga menunjukkan tombol log pernah dinonaktifkan sebelum peristiwa. Vendor menyebutnya fitur privasi pemilik. Panel mengubah kebijakan agar transaksi keselamatan tidak dapat berjalan tanpa jejak.
Pembela Dimas menemukan satu pesan Bagas yang mengancam keluarga sebelum Dimas membuka akses. Jaksa menambahkan konteks pemaksaan, tetapi menunjukkan Dimas kemudian menyediakan kendaraan dan menghapus catatan alih-alih melapor.
Seorang staf mengaku memalsukan tanda tangan setelah ancaman kehilangan pekerjaan. Ia memperoleh perlindungan dan tetap menghadapi pemeriksaan atas pilihan yang dibuat. Posisi bawahan memengaruhi, tidak otomatis menghapus.
Rani menyerahkan surat yang pernah diterimanya dari Bagas. Amplop memuat sidik jari staf, bukan Bagas. Isi didukung salinan server; rantai fisik yang lemah dicatat.
Nadya meminta bagan organisasi perkara menunjukkan panah dua arah. Bagas mendapat perintah, lalu memakai bukti untuk mengendalikan pemberi perintah. Struktur kejahatan berubah selama tujuh belas tahun.
Arman mengadakan pengarahan bagi keluarga tentang perbedaan tahanan rumah, dakwaan, serta vonis. Keputusan pembatasan Dimas tidak disebut keadilan akhir.
Reza menolak permintaan media untuk berdebat dengan pamannya. Persidangan akan menguji bukti; pertengkaran keluarga hanya memberi pihak berkuasa panggung lama.
Peta aliran kuasa dilampirkan pada dakwaan terpisah. Juri kelak dapat menilai perintah awal, pemerasan berikutnya, dan tindakan mandiri tanpa memilih satu cerita tunggal.
Dimas adalah Kapten Pertama yang memberi perintah, tetapi Kapten Kedua kini berlayar dengan kuasa yang dibangunnya sendiri.