===== BAB 46: Nama Bagas Tanu =====
Segel keempat membuka daftar pemalsuan, dan pada ujungnya nama Bagas Tanu berdiri tanpa lagi bersembunyi di balik pangkat.
Segel keempat membuka daftar pemalsuan, dan pada ujungnya nama Bagas Tanu berdiri tanpa lagi bersembunyi di balik pangkat.
Arman membacakan dasar surat penangkapan kepada pers. Ia menekankan Bagas adalah tersangka, belum terpidana. Foto yang disebarkan berasal dari dokumen resmi dan nomor pelaporan dikelola petugas, bukan hadiah perburuan warga.
Dalam satu jam, ratusan laporan masuk. Sebagian keliru, sebagian sengaja menyesatkan. Tim verifikasi mengutamakan lokasi, waktu, dan bukti pendukung, bukan banyaknya orang yang mengulang rumor.
Kapal kecil yang menerima server ditemukan di teluk kosong. Mesinnya hangat, bahan bakarnya kurang, dan satu pelampung hilang. Tak ada tubuh atau tanda tenggelam. Bagas mungkin berpindah sebelum pemeriksaan kapal kargo.
Data navigasi menunjukkan perjalanan menuju pulau gudang Cakrawala. Polisi memperoleh izin setempat dan mendapati fasilitas dibersihkan. Di dinding tersisa peta jalur kabel internasional serta jadwal kapal data.
Ayu mengenali istilah pelabuhan data, layanan yang memindahkan server fisik lintas negara untuk menghindari penyitaan daring. Bagas dapat menyembunyikan bukti di kontainer biasa sambil bergerak melalui rute berbeda.
Metadata Kapten Kedua mengandung kebiasaan memakai tiga titik sinkronisasi setiap pukul dua. Tim memantau server tanpa memasukkan kode. Salah satu titik aktif dari pusat logistik di Surabaya.
Polisi memeriksa pusat melalui surat terbatas. Kontainer berlabel peralatan medis memuat rak server, tetapi Bagas tidak ada. Sensor tekanan menunjukkan seseorang keluar melalui lantai servis sepuluh menit sebelum petugas tiba.
Seorang pekerja melihat pria pincang memakai seragam teknisi. Foto buram mendukung bentuk tubuh Bagas, tetapi saksi tidak diminta memastikan dari satu gambar. Kamera lain menunjukkan pria itu naik bus umum.
Pencarian bus dilakukan tanpa menahan seluruh penumpang berjam-jam. Rekaman kartu perjalanan dan kamera halte menemukan ia turun dekat rumah sakit. Bagas mengganti jaket dan memakai tongkat untuk mengubah gaya berjalan.
Rumah sakit melaporkan obat luka tembak dibeli dengan resep palsu. Apoteker menyimpan salinan dan ingat pembeli memiliki bekas luka pada tangan. DNA pada uang tidak cukup utuh, tetapi nomor seri uang berasal dari kas Cakrawala.
Nama Bagas muncul pula dalam kesaksian korban lama. Seorang pekerja pelabuhan mengingat ia membawa Reza tak sadar ke mobil klinik. Selama bertahun-tahun pekerja itu percaya tindakannya menyelamatkan pewaris. Baru kini ia tahu pemindahan dipakai menghapus identitas.
Keterangan tersebut diuji dengan jadwal kerja dan foto mobil. Waktu cocok, tetapi pekerja salah mengingat warna. Laporan mencatat ketidaksesuaian tanpa membuang bagian yang didukung.
Dimas menyatakan Bagas bertindak sendiri sejak awal. Rekaman Vera membuktikan perintah pertama datang darinya, sedangkan jaringan berikutnya memang berkembang mandiri. Jaksa menolak memilih satu versi yang membebaskan salah satu.
Vera memberi daftar rumah singgah yang pernah dipakai Bagas. Dua sudah kosong, satu dihuni keluarga tak terkait. Polisi tidak menggeledah rumah ketiga setelah dokumen sewa menunjukkan Bagas tak pernah menguasainya; daftar lama bukan izin tanpa batas.
Di rumah keempat ditemukan pakaian, paspor, dan peta toko Lina. Ada juga foto Nadya serta Reza dengan tanda berbeda. Bagas memantau keduanya bukan hanya untuk Dimas, melainkan sebagai jaminan terhadap seluruh keluarga.
Reza diberi tahu ancaman meningkat. Ia memilih tidak pindah bersama Nadya secara otomatis. Mereka menilai risiko terpisah dan mempertahankan akses keluar masing-masing. Keamanan ditambah pada perimeter, bukan di kamar pribadi.
Nadya memeriksa foto dan mengenali sudut dari laboratorium. Seorang petugas baru mungkin terlibat. Audit menemukan kamera tersembunyi pada rompi vendor yang telah bekerja dua hari. Vendor dihentikan dan seluruh staf diberi pemberitahuan.
Bagas mengirim audio ke panel: jika namanya diumumkan, ia akan membawa server melewati pelabuhan data dan menutup suara kelima selamanya. Audio memuat peluit kapal yang dapat diidentifikasi jadwalnya.
Tiga kapal cocok. Dua berada di pelabuhan resmi, satu bergerak menuju dermaga privat milik Dimas. Surat penggeledahan diajukan, dan pengacara Dimas diberi kesempatan menolak di pengadilan tanpa mengetahui waktu operasi.
Laporan warga yang keliru tidak dibuang begitu saja; data pribadinya dihapus dan pola kesalahan dipakai memperbaiki pertanyaan hotline. Orang yang melapor dengan itikad baik tidak dipermalukan.
Apoteker meminta perlindungan setelah fotonya tersebar. Polisi mengakui kebocoran dari konferensi lokal dan memindahkan komunikasi ke petugas tunggal. Kesalahan lembaga pengejar juga masuk audit.
Rumah singgah keempat memiliki ruang penyimpanan suara. Sebagian rekaman adalah percakapan sah keamanan, sebagian hasil pengawasan ilegal. Hakim menunjuk penyaring agar kehidupan orang tak terkait tidak masuk perkara.
Bagas memakai identitas seorang pelaut meninggal. Keluarganya diberi tahu sebelum nama muncul. Catatan imigrasi diperbaiki agar ahli waris tidak mewarisi dugaan kejahatan.
Ayu menemukan sinkronisasi pukul dua dibuat melalui jadwal otomatis, sehingga lokasi komputer belum tentu lokasi Bagas. Tim menggabungkan akses pintu, kamera, dan transaksi sebelum mengejar.
Reza memeriksa apakah pengumuman namanya membahayakan kelompok dukungan penyintas. Tempat pertemuan dipindahkan atas keputusan organisasi, bukan perintah keamanan pribadinya.
Kapal data mendapat peringatan internasional yang hanya menyebut nomor server serta dasar hukum. Nama korban tidak dikirim melintasi yurisdiksi. Kerja sama penyitaan tidak menjadi kebocoran baru.
Dermaga itu segera ditempatkan di bawah pengawasan pengadilan.
Nama Bagas Tanu kini terbuka, tetapi jejaknya menuju dermaga membuktikan Kapten Pertama belum terpisah darinya.