===== BAB 48: Pelarian Melalui Pelabuhan Data =====
Dimas adalah Kapten Pertama yang memberi perintah, tetapi Kapten Kedua kini berlayar dengan kuasa yang dibangunnya sendiri.
Dimas adalah Kapten Pertama yang memberi perintah, tetapi Kapten Kedua kini berlayar dengan kuasa yang dibangunnya sendiri.
Kapal pemeliharaan bernama Cakra Biru mengaktifkan jalur kabel pada pukul dua lewat tujuh. Operator internasional memutus sesi setelah menerima perintah pengadilan, tetapi tiga persen paket telah terkirim ke server luar negeri.
Ayu memeriksa paket yang tertahan. Isinya indeks korban, kunci enkripsi, dan program penghapus. Bagas tidak sekadar memindahkan bukti; ia menyiapkan ancaman bahwa data privat akan terbuka bila dirinya ditangkap.
Panel menghubungi penyedia asing melalui jalur hukum darurat. Server tujuan dibekukan tanpa dibuka. Negara tempat server berada mensyaratkan permintaan resmi dan perlindungan privasi, sehingga tim tidak mencoba meretasnya dari Indonesia.
Cakra Biru terlihat oleh patroli dua puluh mil dari pantai. Kapten kapal mengatakan Bagas memaksa naik bersama dua penjaga dan seorang perempuan teknisi. Kamera termal menunjukkan lima orang di geladak serta satu sumber panas di ruang bawah.
Perempuan itu adalah Sari, administrator jaringan Cakrawala yang hilang sejak penggeledahan. Pesan singkat kepada kakaknya menyebut ia ditahan karena mengetahui kunci. Arman memperlakukan situasi sebagai penyanderaan, bukan semata pengejaran server.
Bagas menuntut koridor menuju perairan asing. Jika patroli mendekat, ia akan membakar ruang server dan membuka katup bahan bakar. Negosiator meminta bukti Sari hidup serta menawarkan tim medis karena luka Bagas.
Sari muncul di video dengan tangan bebas tetapi penjaga di belakang. Ia menyebut suhu mesin menggunakan angka tak wajar. Ayu mengenali angka sebagai kode internal yang menunjukkan lokasi tombol darurat dan jumlah orang bersenjata.
Patroli tidak menabrak kapal atau menembak mesin. Laut bergelombang dan kebocoran bahan bakar dapat membahayakan semua. Mereka menjaga jarak sambil kapal teknis lain mendekat dari sisi buta.
Reza kembali menawarkan dirinya untuk pertukaran. Panel menolak dan melarang Bagas berkomunikasi langsung dengannya. Keinginan seorang penyintas membayar utang hidup tidak boleh menentukan keselamatan sandera lain.
Nadya membantu membaca denah Cakra Biru dari arsip keselamatan. Ia menunjukkan saluran servis menuju ruang bawah, tetapi mengingatkan denah telah diperbarui dua tahun lalu. Awak kapal mengirim foto aktual melalui kanal tersembunyi.
Kapten kapal mematikan satu pompa dengan alasan kerusakan. Kecepatan turun. Bagas memerintahkannya menyalakan kembali, lalu keluar dari ruang server untuk memeriksa. Pergerakan tersebut menjauhkan tombol pemicu dari Sari.
Tim boarding masuk dari saluran servis. Mereka menemukan bahan bakar telah dipasang pada selang, tetapi katup manual masih tertutup. Seorang petugas menguncinya sebelum bergerak ke geladak.
Bagas melihat bayangan dan menarik Sari sebagai perisai. Negosiator memanggil namanya serta mengingatkan server asing sudah dibekukan. Bagas kehilangan sebagian alat tawar dan menuntut perahu kecil.
Panel menyetujui perahu tanpa bahan bakar penuh sebagai bagian taktik. Saat Bagas memindahkan perhatian, Sari menjatuhkan diri sesuai kode yang telah disepakati. Petugas menembakkan alat kejut, tetapi satu penjaga membalas tembakan.
Peluru mengenai pagar dan seorang petugas terluka ringan. Polisi membalas ke bagian bahu penjaga setelah melihat senjata. Bagas mundur ke ruang server, mengunci pintu, dan memulai hitung mundur penghapus.
Ayu tak dapat menghentikan program dari darat tanpa risiko mempercepatnya. Sari memberikan kunci kedua, sementara kapten kapal memiliki kunci mekanis. Dua orang dari kelompok berbeda membatalkan daya sebelum hitung mundur selesai.
Asap memenuhi ruang karena Bagas membakar tumpukan kertas. Sistem pemadam gas aktif setelah awak memastikan tak ada orang terjebak. Server tetap utuh, tetapi Bagas lolos melalui palka menuju perahu yang tadi disiapkan.
Perahu hanya memiliki bahan bakar untuk beberapa mil dan pemancar tersembunyi. Patroli mengikuti dari jarak yang tidak memancing tindakan nekat. Bagas menuju pulau kecil dengan satu dermaga tua.
Polisi telah mengosongkan wisatawan dari pulau tanpa mengumumkan pengejaran. Tim darat menunggu dengan jalur penyerahan terang. Bagas kini tidak membawa sandera atau server, tetapi masih bersenjata.
Awak Cakra Biru diperiksa satu per satu setelah mendapat istirahat. Dua orang tak melihat Bagas sama sekali dan keterangannya tetap dicatat, mencegah laporan hanya memuat saksi yang mendukung.
Sari mengakui satu perintah teknis yang ia jalankan sebelum mengetahui penyanderaan. Perintah itu membuka koneksi, tetapi pesan Bagas menyembunyikan tujuan. Jaksa menilai pengetahuan berdasarkan waktu.
Petugas yang tertembak ringan meminta rekaman tubuh tidak disiarkan. Pengadilan menyediakan versi dengan gambar disunting untuk menjelaskan penggunaan kekuatan tanpa membuka luka.
Operator asing mengonfirmasi tiga persen paket tidak pernah dibuka. Hash dikembalikan kepada pengadilan dan server dihapus setelah masa keberatan. Data korban tidak disimpan sebagai imbalan kerja sama.
Kapten kapal mendapat dukungan karena keputusan memperlambat mesin. Ia juga ditegur atas satu prosedur radio yang hampir mengungkap tim. Kedua penilaian dapat berlaku bersama.
Kontainer medis palsu ditelusuri ke vendor yang tak tahu isi. Dokumen pengirimannya dicuri Bagas. Perusahaan diberi kesempatan membuktikan rantai dan memperbaiki akses.
Nadya menutup denah kapal setelah operasi. Titik Jaga kelak dapat memakai pelajaran umum, tetapi detail keamanan tidak disimpan pada perangkat pribadinya.
Tim laut mengamankan awak sebelum mengejar perahu. Kapal, server, dan bahan bakar tetap menjadi bahaya yang tak boleh ditinggalkan demi target terkenal.
Pelarian melalui pelabuhan data gagal membawa bukti keluar negeri, dan Bagas mendarat sendirian di pulau yang telah dikosongkan.