===== BAB 38: Suami Tanpa Kursi =====
Hak suara telah berpindah dari dinasti, dan Reza pulang sebagai suami yang tidak lagi mempunyai kursi.
Hak suara telah berpindah dari dinasti, dan Reza pulang sebagai suami yang tidak lagi mempunyai kursi.
Pagi pertama tanpa jabatan, Reza bangun pukul lima karena tubuhnya masih menunggu rapat. Kalendernya kosong kecuali terapi, pertemuan administrator, dan pemeriksaan jaksa. Ia membuat kopi lalu berdiri terlalu lama di dapur.
Nadya tidak menawarkan pekerjaan agar ia merasa berguna. Ia menunjukkan daftar kebutuhan rumah yang dibagi bersama: belanja, kebocoran keran, serta jadwal keamanan. Reza memilih memanggil tukang dan memastikan Nadya menyetujui waktu masuk.
Pengacara mereka bertemu terpisah untuk meninjau kontrak. Tidak ada klausul yang mewajibkan Nadya tinggal hanya karena Reza kehilangan kursi, juga tak ada klausul yang mengakhiri perkawinan. Lima belas bulan tetap berjalan kecuali keduanya sepakat membubarkannya lebih awal.
Nadya memiliki hak pindah, dana mandiri, dan perlindungan yang tidak dikendalikan Reza. Maya menegaskan biaya keamanan berasal dari escrow kontrak, bukan kemurahan hati mantan CEO. Kemandirian harus dapat bertahan saat hubungan memburuk.
Reza menawarkan pembubaran segera jika Nadya merasa kontrak tak lagi perlu. Nadya meminta waktu dan menjelaskan pilihannya untuk tinggal sementara bukan jawaban romantis. Ancaman Bagas masih aktif, pekerjaan belum selesai, dan ia ingin mengambil keputusan saat tidak terdesak.
Mereka menyusun batas baru tertulis. Kamar masing-masing privat, tidak ada akses ponsel, tidak ada tuntutan kehadiran acara, dan sentuhan harus ditanyakan. Percakapan perkara hanya melalui penasihat atau rapat tercatat.
Reza sempat tersinggung ketika jadwalnya tak lagi dibagikan otomatis. Ia mengakui perasaan itu tanpa meminta aturan diubah. Bertahun-tahun sebagai CEO membuat akses terasa seperti perhatian, padahal bagi Nadya akses dapat berubah menjadi pengawasan.
Lina datang setelah lokasi dinyatakan aman. Ia melihat rumah yang lebih sepi dan bertanya kepada Reza apa yang tersisa ketika nama besar dicabut. Reza menjawab tanggung jawab, terapi, dan pilihan yang belum tentu membuat Nadya tinggal.
Lina tidak memberinya restu atau hukuman. Ia meminta keamanan toko dikembalikan kepada pekerja setelah ancaman reda, bukan dipakai Nusantara untuk menguasai ruang mereka. Reza menyampaikan permintaan itu ke panel tanpa menyisipkan rekomendasi pribadi.
Malam berikutnya, serangan panik Reza muncul setelah berita menayangkan surat Surya. Ia mengetuk pintu Nadya, lalu berhenti sebelum masuk. Nadya memilih duduk di lorong bersamanya dan memanggil Laras sesuai rencana krisis.
Ia tidak berjanji tak akan meninggalkan Reza. Ia membantu mengikuti napas dan mengambil obat yang diresepkan. Setelah keadaan reda, Reza berterima kasih tanpa mengubah pertolongan menjadi utang cinta.
Nadya juga mengalami mimpi tentang YX-408. Ia memilih menelepon konselornya sendiri, bukan selalu Reza. Kedekatan tidak boleh membuat satu orang menjadi satu-satunya sistem penyangga yang lain.
Di tribunal, pembela Dimas mencoba memakai hubungan mereka untuk mendiskreditkan analisis Nadya. Ia menyerahkan log batas, audit komunikasi, serta pengacara terpisah. Hakim mengizinkan pertanyaan konflik tetapi menghentikan spekulasi seksual yang tak terkait bukti.
Reza diminta bersaksi tentang keputusan saat CEO. Ia mengakui pernah menyembunyikan sebagian penyelidikan dari dewan dan memakai kontrak nikah sebagai alat perlindungan. Tindakan itu membantu bukti bertahan, tetapi melewati mekanisme yang seharusnya dapat dipercaya pekerja.
Ratih mengumumkan jabatan tetap Reza tidak akan dikembalikan selama restrukturisasi. Reza tidak menggugat. Ia meminta rekam kerjanya tetap diaudit agar pengunduran diri tidak menjadi cara lolos dari kesalahan manajemen.
Seorang mantan kolega menawarkan posisi di luar negeri. Reza menolak sementara karena pemeriksaan dan terapi, bukan karena ingin menunggu Nadya. Ia mulai memisahkan keputusan hidupnya dari kemungkinan hubungan mereka.
Pada akhir minggu, ia memperbaiki keran bersama tukang, gagal memasang satu katup, dan membayar biaya tambahan dari rekening pribadi. Nadya tertawa singkat. Reza ikut tertawa tanpa menjadikannya bukti bahwa semuanya pulih.
Mereka makan malam dan membahas pilihan tempat tinggal. Nadya memutuskan bertahan sampai rumah aman Lina stabil, lalu meninjau ulang setiap bulan. Keputusan dapat berubah tanpa dianggap pengkhianatan.
Sebelum tidur, Reza mengembalikan cincin akses perusahaan yang masih terselip di laci. Kurir panel mengambilnya dengan tanda terima. Rumah itu kini tak menyimpan jalan rahasia menuju Nusantara.
Nadya meminta rekening pengeluaran rumah dilihat keduanya. Reza selama ini membayar tanpa laporan karena menganggapnya kemudahan. Mereka membuat anggaran yang memisahkan kebutuhan bersama dari biaya keamanan escrow.
Seorang petugas memanggil Nadya nyonya CEO. Ia mengoreksi bahwa Reza tak lagi CEO dan namanya Nadya. Vendor memperbarui data, termasuk kontak darurat yang sebelumnya hanya Reza.
Maya memeriksa apakah kontrak masih memberi perlindungan setelah perubahan trust. Escrow telah disisihkan dan tidak bergantung pada saham. Hak Nadya tetap berlaku meski keluarga kehilangan kendali.
Reza mulai mengerjakan riwayat aset untuk administrator. Ia menemukan satu hadiah Surya yang tak tercatat dan langsung menyerahkan. Nadya tidak membantu menilai agar hubungan tak menjadi audit keluarga privat.
Pada satu malam, mereka berbeda pendapat tentang kunjungan Rani. Nadya mengatakan tidak ingin bertemu; Reza tetap boleh pergi sendiri. Perkawinan tidak mewajibkan Nadya ikut rekonsiliasi keluarganya.
Mereka menuliskan tanggal peninjauan tempat tinggal sebulan berikutnya. Keputusan sementara mendapat batas, sehingga bertahan hari ini tidak diam-diam menjadi selamanya.
Pilihan itu akan diperiksa kembali, bukan diasumsikan.
Kontrak tetap sah, tetapi untuk pertama kalinya Nadya tinggal bukan karena kursi Reza, melainkan karena batas yang ia pilih sendiri.