===== BAB 32: Rumah Aman yang Bocor =====
Server umpan memperlihatkan relay Bagas, sementara rumah aman yang bocor memperlihatkan betapa dalam jaringannya masuk ke perlindungan mereka.
Server umpan memperlihatkan relay Bagas, sementara rumah aman yang bocor memperlihatkan betapa dalam jaringannya masuk ke perlindungan mereka.
Program perlindungan membekukan seluruh akses vendor. Pengiriman makanan, kendaraan, dan jadwal petugas kembali dikelola internal selama audit. Perubahan itu aman untuk sementara, tetapi tak dapat dipertahankan tanpa menguras tenaga petugas.
Ayu memetakan setiap orang yang mengetahui alamat Hendra. Daftar berisi empat puluh dua nama, termasuk dokter, pengemudi, administrator, dan petugas kebersihan. Tidak satu pun diumumkan sebagai tersangka hanya karena memiliki akses.
Log menunjukkan alamat dikirim melalui aplikasi vendor sembilan menit setelah perpindahan. Akun milik petugas bernama Dedi aktif saat Dedi sedang mengantar saksi lain dan kameranya membuktikan ia tak menyentuh ponsel.
Token Dedi telah disalin melalui pembaruan aplikasi. Sertifikat pembaru berasal dari perusahaan yang dibeli Cakrawala. Cara itu serupa dengan printer Reza, tetapi memakai celah baru yang belum ditutup.
Pengembang aplikasi menyerahkan kode sumber. Ia mengaku menerima modul analitik dari Bagas untuk menilai efisiensi rute. Modul itu diam-diam mengirim alamat ke server luar. Kontraknya melarang pengumpulan lokasi saksi, namun pengembang tidak pernah mengaudit paket tertutup.
Kelalaian tersebut diperiksa terpisah dari niat Bagas. Panel menghentikan vendor, mengamankan data, dan memberi tahu semua orang yang lokasinya bocor. Mereka tidak menunggu berita tersebar untuk mengakui kegagalan.
Beberapa saksi ingin keluar dari program. Ratna mengatakan perpindahan berulang membuatnya merasa dipenjara. Arman menawarkan pengamanan rumah, perangkat alarm, serta jadwal yang ia pilih sendiri. Perlindungan bukan alasan mengambil otonomi orang yang sudah diancam.
Lina menolak rumah tanpa jendela yang ditawarkan pertama kali. Ia memilih apartemen kecil dekat pasar agar para penjahit dapat bekerja. Polisi menyesuaikan perimeter dan memberikan tombol darurat, bukan memaksanya ke lokasi yang dianggap paling mudah dijaga.
Nadya ingin tinggal bersama Lina, tetapi kehadirannya dapat menarik perhatian lebih besar. Mereka mendiskusikan pilihan dengan penilai risiko. Nadya akhirnya tinggal di lokasi terpisah dan melakukan panggilan terjadwal yang tidak mengungkap posisi.
Reza menawarkan keamanan pribadi Nusantara. Lina menolak karena perusahaan itulah sumber kebocoran lama. Panel mengontrak koperasi mantan petugas yang tak terhubung Cakrawala dan menempatkannya di bawah pengawasan dua suara.
Hendra memberikan keterangan dari rumah sakit. Ia ingat penculik menyebut mesin jahit tua milik Seno, bukan hanya dirinya. Bagas yakin Lina menyimpan sesuatu di dalam mesin dan memakai penculikan untuk memaksa alamat toko tetap terbuka.
Mesin telah dipindahkan ke gudang bukti setelah ancaman pertama. Pemeriksaan sinar-X menunjukkan rangka padat dan satu rongga sempit, tetapi membuka benda keluarga memerlukan persetujuan Lina serta surat karena belum jelas berkaitan dengan perkara.
Lina memberi izin dengan syarat ia hadir. Nadya tidak ikut agar konflik keluarga tak menguasai pemeriksaan. Ahli membongkar pelat tanpa merusak jahitan atau ukiran Seno. Rongga itu kosong kecuali serbuk lem tua.
Bagas mungkin mengejar benda yang sudah dipindahkan atau informasi salah. Serbuk lem diambil sebagai sampel. Jejak bentuk menunjukkan sesuatu sebesar gulungan film pernah ditempel, lalu dilepas bertahun-tahun lalu.
Lina teringat Seno memperbaiki pedal sebulan sebelum YX-217 dan memberikan kotak benang kepadanya. Kotak itu masih berada di gudang toko yang kini disegel. Polisi tidak bergegas mengambilnya malam itu karena lokasi harus diamankan lebih dahulu.
Audit vendor menemukan satu alamat belum terkirim: rumah aman Vera dan anaknya. Ayu menahan modul dalam lingkungan terisolasi lalu memberi alamat palsu untuk melihat siapa yang datang. Sebuah sepeda motor memotret bangunan kosong sebelum pergi.
Pelat motor mengarah ke petugas keamanan Cakrawala yang pernah mengantar foto ancaman kepada Ratna. Polisi mengikutinya, bukan menangkap segera, dan menemukan gudang dengan papan jadwal seluruh target.
Di papan itu, nama Vera ditandai warna merah dengan instruksi dari D.D., bukan Bagas. Dimas tampaknya menjalankan jaringan sendiri untuk mengendalikan putrinya. Persaingan antara dua pelaku membuat ancaman lebih tersebar, bukan lebih kecil.
Vera diberi tahu bahwa pesan ayahnya telah ditemukan. Ia meminta sesi profer tambahan dan mengatakan siap menyerahkan rekaman yang selama ini ia simpan sebagai perlindungan terakhir.
Semua saksi menerima pemberitahuan jenis data yang bocor: alamat, jadwal, atau hanya kode rute. Informasi disampaikan individual agar kepanikan tidak lebih luas daripada risiko sebenarnya.
Program perlindungan menyediakan pengacara bagi orang yang ingin menggugat vendor. Menerima perlindungan negara tidak mensyaratkan melepaskan tuntutan terhadap kegagalan program itu sendiri.
Dedi dibersihkan dari kecurigaan setelah token kloning terbukti. Namanya tidak diumumkan sebelumnya, tetapi catatan internal juga diperbaiki agar dugaan tidak menghalangi promosi kelak.
Pengembang aplikasi mengizinkan audit pelanggan lain. Dua lokasi rumah sakit juga terkirim, meski belum disalahgunakan. Mereka diberi tahu serta sistem diganti sebelum penyerang dapat memakai data.
Lina menyusun ulang jam kerja toko selama perpindahan. Para penjahit memilih masuk atau mengambil cuti berbayar. Risiko keluarga Nadya tidak secara otomatis menjadi kewajiban mereka untuk berani.
Audit menyimpulkan kegagalan berasal dari pengadaan vendor, token lama, dan kurangnya pemberitahuan korban. Tiga pejabat program menerima tindakan disipliner yang dapat mereka banding.
Rumah aman yang bocor akhirnya ditutup, tetapi kebocorannya membawa Vera ke keputusan melawan ayahnya secara terbuka.