===== BAB 31: Server Umpan =====
Pesan Kapten Kedua membuka jalur ke server, tetapi juga membuktikan bahwa rumah aman mereka telah bocor.
Arman menunda penyerbuan fasilitas pesisir. Hendra masih hidup dan kabel pemicu belum dipetakan seluruhnya. Tim negosiasi mempertahankan percakapan, sedangkan Ayu menunggu salinan relay Surya selesai masuk.
Bagas meminta bukti koper asli. Panel menolak memperlihatkan benda itu dan menawarkan citra satu cakram yang telah dipublikasikan. Gambar diberi tanda tersembunyi untuk mengetahui perangkat mana yang mengunduhnya.
Tautan dibuka dari relay satelit dekat fasilitas, lalu dari komputer lain di pusat kota. Bagas rupanya mengendalikan operasi melalui dua lokasi. Menyerbu satu gedung dapat memberi lokasi kedua waktu menghapus server.
Ayu membuat replika yang meniru antarmuka Wasiat Hitam tanpa memuat data korban. Replika tidak menghubungi sistem Bagas; ia ditempatkan pada alamat yang sudah biasa dipantau jaringan Cakrawala. Tujuannya mengamati akses yang Bagas pilih sendiri.
Hakim menyetujui operasi umpan dengan batas ketat. Tim tak boleh menanam bukti pidana, mengubah perangkat Bagas, atau mengakses data di luar koneksi yang datang. Semua kode diperiksa ahli pembela khusus yang terikat kerahasiaan.
Replika menampilkan pesan bahwa segel ketiga siap dibuka. Dua puluh menit kemudian, akun lama unit pemulihan mencoba masuk menggunakan kunci yang hanya dimiliki Bagas. Sistem mencatat rute, waktu, dan perintah tanpa membalas lebih dari halaman kosong.
Koneksi melewati apartemen milik perusahaan Vera. Vera menjelaskan apartemen itu dipakai Bagas dan menyerahkan akses dengan perintah pengadilan. Polisi menemukan relay otomatis, bukan orang. Di bawah lantai ada kabel menuju unit sebelah yang disewa nama palsu.
Unit kedua memuat terminal aktif dan jadwal rumah aman saksi. Seorang operator hendak menghancurkan cakram ketika ditangkap. Ia memperoleh pengacara sebelum diperiksa dan mengaku hanya menerima instruksi suara.
Forensik terminal menemukan peta vendor perlindungan serta kode fasilitas pesisir. Ada pula rencana menyalakan pemicu jika server umpan mengirim pola tertentu. Ayu memastikan replikanya tak pernah mengirim pola itu.
Tim penjinak kini mengetahui tiga kabel palsu dan satu kabel nyata pada ruang Hendra. Mereka menyusun operasi senyap melalui saluran air. Negosiator meminta Bagas membuktikan Hendra masih hidup, menjaga perhatian pada kamera depan.
Ketika gambar baru tiba, ahli melihat Hendra menggerakkan jari mengikuti kode yang diajarkan kurir medis. Ia menunjukkan dua penjaga dan tombol pada tangan Bagas. Polisi menunggu sampai Bagas meletakkan tombol untuk membuka berkas umpan.
Replika menampilkan bar kemajuan palsu yang tidak mengirim data. Bagas duduk di terminal, memberi tim tiga puluh detik. Petugas masuk melalui belakang, memutus pemicu mekanis, dan menarik Hendra ke pelindung.
Bagas tidak berada di ruangan. Sosok pada kamera adalah video dua arah yang diproyeksikan, sedangkan tangan dengan tombol milik penjaga. Dua pria ditangkap hidup-hidup. Hendra dibawa ke rumah sakit sebelum dimintai keterangan.
Server lama di fasilitas juga replika. Namun koneksi Bagas saat memantaunya membuka rute ke kapal kargo yang bergerak menuju perairan internasional. Arman mengirim permintaan penahanan pelabuhan berdasarkan ancaman dan penghalangan bukti.
Kapal berhenti untuk pemeriksaan keselamatan, tetapi Bagas tak ditemukan. Satu kontainer memuat pendingin server, pakaian, serta paspor palsu. Catatan suhu menunjukkan perangkat dipindahkan empat jam sebelumnya ke kendaraan laut kecil.
Umpan tidak menangkap Bagas, tetapi membebaskan Hendra, menyelamatkan relay, dan mengungkap jaringan rumah aman. Panel menolak menyebut operasi berhasil penuh. Target utama masih bergerak dan satu saksi terluka.
Hendra sadar keesokan pagi. Ia mengatakan Bagas mengetahui lokasi perlindungannya dari petugas yang mengantar makanan. Foto petugas mengarah kepada perusahaan vendor yang sama dengan keamanan toko Lina.
Arman menghubungi Lina tanpa memerintahkannya menghilang. Ia menjelaskan risiko, pilihan tempat aman, dan hak membawa pekerjanya. Lina memilih menutup toko dua hari serta pindah bersama dua penjahit yang juga terlihat dalam foto pengawasan.
Sebelum perpindahan selesai, sistem vendor mengirim alamat rumah aman baru kepada akun tak dikenal. Kebocoran belum berhenti pada satu operator.
Tim peninjau operasi menemukan kamera drone kehilangan gambar selama empat puluh detik. Gangguan berasal dari pemancar penjaga, bukan kesalahan petugas. Catatan itu dipakai untuk memperbaiki perlindungan operasi berikutnya.
Hendra memberi izin terbatas untuk memakai kode jarinya dalam pelatihan penyanderaan. Wajah serta nama keluarganya tidak ditampilkan. Pengalaman korban tidak diambil sebagai bahan ajar tanpa persetujuan.
Operator apartemen mengaku menerima upah dari Bagas melalui vendor. Ia tak mengetahui Hendra disandera, tetapi sengaja menghancurkan cakram setelah melihat polisi. Jaksa memisahkan bantuan jaringan dari pengetahuan tentang penculikan.
Server relay menyimpan daftar perangkat lain yang pernah masuk. Ayu menemukan satu milik petugas perlindungan, satu milik Dimas, dan dua perangkat tak dikenal. Tak satu nama diumumkan sebelum pemiliknya diverifikasi.
Panel meminta audit operasi selesai sebelum menyebutnya kemenangan. Laporan mencatat Hendra bebas, Bagas lolos, petugas terluka ringan, dan jaringan baru ditemukan. Keberhasilan parsial tidak dibungkus sebagai akhir.
Sisa replika dimatikan setelah citra dibuat. Ayu memastikan umpan tidak menjadi sistem baru yang dapat disalahgunakan pihak lain, lalu menyerahkan kodenya untuk audit tertutup.
Setiap alamat diperiksa ulang oleh petugas berbeda. Nadya meminta catatan kesalahan tetap disimpan agar pengamanan berikut tidak mengulangi asumsi yang sama.
Server umpan memperlihatkan relay Bagas, sementara rumah aman yang bocor memperlihatkan betapa dalam jaringannya masuk ke perlindungan mereka.