===== BAB 30: Pesan Kapten Kedua =====
Kustodian dua suara berdiri untuk pertama kali, dan Kapten Kedua langsung mencoba membuat mereka takut berbicara.
Bagas muncul dalam video dengan wajah terbuka. Ia duduk di depan server lama dan memegang satu cakram YX-217. Ia menuntut koper Wasiat Hitam, pembatalan perintah pencegahan, serta kendaraan menuju pelabuhan.
Jika tuntutan ditolak, katanya, ia akan membuka data medis Reza dan rekaman pribadi sebelas korban. Ia juga mengancam mematikan server sehingga bukti segel ketiga hilang bersama arsip.
Panel tidak memutar video kepada keluarga tanpa persetujuan. Salma menonton bagian teknis, lalu meminta ancaman terhadap audio adiknya disimpan tertutup. Hak untuk mengetahui tidak berarti dipaksa mendengar pemeras menyebut orang yang dicintai.
Arman membentuk tim negosiasi resmi. Reza, Nadya, Rani, dan Dimas dilarang berkomunikasi langsung. Bagas mengenal rasa bersalah mereka dan dapat menggunakannya untuk memecah keputusan.
Reza ingin menawarkan diri sebagai tukar. Laras dan Kresna menolaknya bukan hanya karena bahaya, tetapi karena server bukan manusia yang boleh dibayar dengan sandera lain. Reza menyerahkan keinginannya kepada catatan dan mengikuti keputusan tim.
Ayu memeriksa cahaya, dengung pendingin, serta pantulan jam pada video. Rekaman dibuat enam jam sebelum dikirim. Server yang terlihat aktif adalah model lama, tetapi kabel datanya menuju perangkat lebih baru di luar bingkai.
Joko mengenali dengung generator dari fasilitas pelatihan pesisir. Tiga lokasi memakai model sama. Tim membandingkan jadwal listrik dan menemukan satu fasilitas menarik daya besar setelah bertahun-tahun kosong.
Polisi tidak langsung menyerbu. Bagas mungkin menyiapkan umpan seperti klinik. Drone termal menunjukkan dua penjaga, satu kendaraan, dan sumber panas server, tetapi tidak dapat memastikan keberadaan orang lain di dalam.
Negosiator meminta bukti data masih utuh. Bagas mengirim potongan daftar pembayaran. Ayu menemukan tanda air tersembunyi buatan Surya, berbeda dari salinan panel. Potongan itu kemungkinan berasal dari media asli kotak kesepuluh.
Tenggat empat puluh delapan jam tidak diterima sebagai jam hukum. Negosiator meminta obat bagi salah satu penjaga yang tampak terluka, menciptakan alasan pengiriman dan pengamatan. Bagas menyetujui kurir tanpa polisi.
Kurir adalah petugas medis terlatih dengan alat pemetaan pasif. Ia menemukan pintu lain, kabel pemicu, dan satu pria yang tampaknya ditahan di ruang belakang. Foto menunjukkan pria itu Hendra, saksi kebakaran yang sempat dipindahkan.
Kebocoran rumah aman diselidiki. Seorang vendor transportasi masih memakai sistem lama Cakrawala. Panel menutup akses vendor dan memindahkan saksi lain tanpa mengurung keluarga mereka dalam lokasi tak diketahui.
Bagas mengirim pesan kedua, menuduh panel mencoba menipu. Ia menaikkan ancaman dengan menampilkan halaman medis Reza. Media menerima salinan anonim beberapa menit kemudian, tetapi sebagian besar menahan publikasi setelah permintaan pengadilan dan penjelasan privasi.
Satu situs menerbitkannya. Reza tidak diminta tampil untuk mengendalikan kerusakan. Pengacaranya mengirim perintah penghapusan, sedangkan konselor mendampinginya. Bukti pelanggaran privasi disimpan sebelum halaman diturunkan.
Nadya marah ingin membalas video. Ia menulis pernyataan lalu menghapusnya. Setiap kata dapat memberi Bagas petunjuk tentang bukti yang dimiliki tim. Ia memilih membantu Ayu memeriksa tanda air tanpa melihat halaman medis yang tidak perlu.
Pola tanda air mengandung koordinat cadangan. Surya membuat server asli menggandakan data ke relay tersembunyi setiap kali dibuka. Bagas tidak mengetahui bahwa pemerasannya sendiri baru saja mengaktifkan pengiriman.
Relay berada di gudang pajak yang sudah dikuasai regulator. Salinan segel ketiga mulai masuk dalam paket kecil. Kecepatannya sengaja lambat agar tidak terdeteksi. Ayu tidak mempercepatnya dan berisiko memicu penghapusan.
Tim kini dapat menyelamatkan data tanpa menyerahkan koper. Hendra tetap membutuhkan pembebasan. Polisi menyusun operasi berdasarkan pintu yang dipetakan kurir, sementara negosiator mempertahankan percakapan.
Panel menjawab tuntutan dengan satu kalimat: mereka bersedia membahas penyerahan Bagas yang aman, bukan menukar hak korban. Dua kustodian menandatangani jawaban dari lokasi berbeda.
Bagas membalas dengan gambar rumah Lina dan alamat rumah aman lain. Jaringan ancamannya lebih luas daripada satu fasilitas. Arman memerintahkan audit seluruh vendor sebelum operasi dimulai.
Keluarga Hendra diberi pilihan tempat aman sebelum operasi. Putrinya membawa benda serta teman yang diinginkan, bukan dipindahkan tanpa kabar. Konselor menjelaskan ayahnya masih hidup tanpa membagikan rincian taktis.
Tim menguji apakah video Bagas merupakan siaran langsung. Bayangan, jam, dan jeda jaringan menunjukkan campuran rekaman serta suara langsung. Temuan itu mencegah polisi menganggap setiap gambar sebagai posisi terkini.
Sari, nama administrator yang muncul pada metadata, belum diketahui sebagai sandera saat itu. Ayu mencatat akunnya dipakai dan menahan dugaan keterlibatan. Kelak, keputusan tidak menuduhnya lebih awal menjadi penting bagi kepercayaannya pada tim.
Panel menyiapkan pernyataan jika data bocor: pemberitahuan korban lebih dahulu, bantuan penghapusan, dan pengakuan tanpa menyalahkan penerima. Mereka tidak menunggu serangan terjadi untuk merancang tanggung jawab.
Hendra menggerakkan tangannya sekali lagi di video, memberi tanda bahwa ruangan memiliki pintu bawah. Informasi tersebut diserahkan hanya kepada tim operasi dan tak disebut dalam negosiasi.
Arman menyimpan semua keputusan operasi untuk peninjauan setelah krisis. Keberhasilan membebaskan sandera kelak tidak boleh menghapus kesalahan taktik yang mungkin membahayakan petugas atau warga.
Perlindungan mereka harus dibangun ulang dari dasarnya.
Tim mencatat risiko itu bersama rencana evakuasi yang disetujui penghuni sendiri.
Pesan Kapten Kedua membuka jalur ke server, tetapi juga membuktikan bahwa rumah aman mereka telah bocor.