===== BAB 16: Segel Pertama: Faktur =====
Lima segel hitam tidak menyimpan satu rahasia keluarga; semuanya menyusun jalan untuk mencabut kuasa keluarga.
Sidang autentikasi dimulai pukul sembilan tanpa musik, kilatan seremoni, atau anggota keluarga di kursi khusus. Sebelas kursi pertama disediakan bagi keluarga korban. Beberapa kosong atas pilihan pemiliknya, dan fasilitator memastikan kekosongan itu tidak ditafsirkan sebagai persetujuan.
Ahli metalurgi menjelaskan usia koper, ahli dokumen menguji tinta Surya, sedangkan Ayu menerangkan cara mikrofilm menggerakkan pembaca. Setiap ahli menyebut batas temuannya. Tak seorang pun diminta mengatakan bahwa seluruh cerita benar hanya karena satu benda asli.
Pengacara Dimas menunjukkan goresan baru pada cakram pertama. Ayu mengakui goresan terjadi saat laboratorium memasang salinan film. Ia sudah mencatatnya dalam log. Kesalahan penanganan kecil itu tidak mengubah data, tetapi masuk laporan agar pembela dapat mengujinya.
Faktur kemudian diproyeksikan halaman demi halaman. Nusantara membeli pengunci kemudi kelas laut melalui Cakrawala Pengadaan Maritim. Pabrik asal hanya menjual barang rekondisi untuk pelatihan. Nomor lot dihapus dari laporan penerimaan, lalu sertifikat baru dicetak oleh vendor inspeksi yang sahamnya dipegang sepupu Bagas.
Selisih harga tidak masuk langsung ke rekening Dimas. Dana melewati empat perusahaan, pembayaran konsultasi, dan pembelian tanah. Akuntan forensik menolak menyebutnya milik Dimas sebelum kepemilikan manfaat dibuktikan. Namun dua transfer berakhir pada pelunasan vila yang digunakan keluarga Dimas.
Akuntan pemasok dari Semarang, Bimo Santosa, bersaksi melalui sambungan aman. Ia menerima lembar otorisasi bertanda tangan Dimas dan instruksi lisan Bagas. Ketika ia mempertanyakan mutu komponen, Bagas mengatakan Nusantara hanya membutuhkan kertas yang tampak benar.
Bimo juga mengakui menerima bonus dan menghapus surel. Jaksa telah memberinya kekebalan terbatas untuk penghapusan dokumen, bukan untuk keterangan palsu atau keuntungan yang disembunyikan. Nadya lega mendengar batas itu dibacakan. Saksi yang membantu tetap harus terlihat utuh, termasuk kesalahannya.
Pembela menampilkan surel Seno yang menyetujui keberangkatan YX-217. Nadya membaca dokumen lengkap. Ayahnya memang menandatangani pemeriksaan akhir setelah teknisi melaporkan getaran, meski ia meminta pengujian ulang. Fakta itu menyakitkan dan tidak boleh disingkirkan demi membersihkan namanya.
Ahli kecelakaan menerangkan persetujuan Seno berkontribusi pada risiko, tetapi kerusakan tersembunyi pada pengunci tak dapat ditemukan dengan pemeriksaan rutin. Perintah darat untuk tetap berangkat dan sertifikat palsu menjadi lapisan penyebab yang berbeda. Tribunal kelak menentukan bobotnya.
Reza dipanggil mengenai tulisan kursi 2A. Ia mengakui masuk server tanpa izin dan mengambil salinan faktur. Pada usia sembilan belas, ia takut laporan internal dimusnahkan. Ia memilih Seno karena kapten itu pernah menolak komponen tanpa sertifikat.
Bagaimana ia tahu, tanya pembela, jika ingatannya hilang? Reza menjawab berdasarkan catatan kuliah, pesan lama, dan fragmen yang belum ia perlakukan sebagai bukti. Ia tidak meminta hakim mempercayai ingatan. Mikrofilm, tiket, serta log server dapat berdiri tanpa dirinya.
Pertanyaan berikutnya menyinggung keuntungan warisan. Reza menyerahkan daftar dividen sejak YX-217 dan mengakui hidupnya dibiayai perusahaan yang mendapat manfaat dari penutupan. Ia tak dapat mengembalikan masa hidup itu, tetapi aset yang dapat dihitung sudah dibekukan.
Saat istirahat, Nadya menemukan Reza di lorong servis, bukan ruang VIP. Ia ingin menggenggam tangannya, lalu berhenti untuk bertanya. Reza mengangguk. Sentuhan itu berlangsung sebentar dan tidak mengubah posisi mereka sebagai saksi yang harus diperiksa terpisah.
Sidang berlanjut dengan log pembaca. Deretan angka dari mikrofilm cocok dengan hash yang Surya daftarkan diam-diam pada notaris luar kota. Notaris telah meninggal, tetapi buku registrasinya disita dari kantor penerus dan tintanya sebaya.
Hakim menyatakan segel pertama autentik untuk keperluan sementara. Putusan itu bukan vonis pidana terhadap Dimas. Akibat perdata langsungnya adalah pembekuan penjualan unit keselamatan dan kewajiban audit independen.
Dewan menerima daftar transaksi yang dibekukan: penjualan galangan, pemindahan dana riset, dan kontrak keamanan baru dengan Cakrawala. Operasi rutin tetap berjalan melalui pejabat independen. Pemisahan itu mencegah audit dipakai sebagai alasan mengorbankan pekerja.
Salma meminta faktur diterjemahkan ke bahasa yang dapat dibaca keluarga, bukan hanya tabel akuntansi. Nadya dan ahli pengadaan menyusun keterangan tentang komponen, risiko, serta aliran uang tanpa menyederhanakan tingkat kepastian. Versi publik memuat tautan ke data asal.
Keluarga korban menerima salinan putusan dalam bentuk ringkas dan lengkap. Hakim memberi tujuh hari untuk mengoreksi data pribadi sebelum berkas publik dibuka. Kecepatan perkara tidak boleh membuat seseorang kehilangan kendali atas alamat, riwayat medis, atau suara terakhir keluarganya.
Dimas kehilangan hak memindahkan aset, tetapi masih duduk sebagai komisaris sampai ambang segel kedua tercapai atau pengadilan mengeluarkan perintah lain. Ia tersenyum di depan kamera dan berkata keluarganya tetap mengendalikan Nusantara.
Di dalam gedung, pembaca mengeluarkan pita pendek dari ruang pertama. Pesannya ditulis Surya: cari buku obat A-19; pembayaran dibuat sebagai penelitian tidur, dan salinan daftar ada pada penjaga arsip kesepuluh.
Pak Idris mendengar pesan itu melalui sambungan terenkripsi. Ia melepas kacamatanya, lalu mengatakan sudah waktunya menceritakan apa yang dilakukan Bagas terhadap kotak yang tidak pernah masuk inventaris.
Pengadilan menyegel mikrofilm kembali setelah sidang. Salinan kerja diberi tanda air berbeda untuk setiap pihak agar kebocoran dapat ditelusuri tanpa mengubah isi. Keluarga korban menerima penjelasan bahwa autentikasi pertama masih dapat diuji saat persidangan pokok.
Segel pertama terbuka, dan kesaksian Pak Idris menjadi pintu menuju segel berikutnya.