===== BAB 15: Lima Segel Hitam =====
Dokumen yang dibawa dari kursi 2A adalah kunci untuk membuka segel pertama.
Rani meminta pertemuan berlangsung di ruang regulator, bukan rumah Dirgantara. Ia datang membawa koper kayu yang selama tujuh belas tahun tersimpan di balik dinding perpustakaan. Dua petugas mengangkatnya setelah pemindai memastikan tak ada pemicu berbahaya.
Koper itu memiliki lima cakram hitam, masing-masing dengan rongga berbeda. Surya menyebutnya segel, tetapi benda-benda itu sebenarnya pembaca kunci analog. Faktur mikrofilm cocok dengan rongga pertama. Empat lainnya menunggu benda yang bentuknya hanya digambar: botol obat, daftar pembayaran, pita mikro, dan kotak musik.
Kresna membacakan surat pengantar Surya di depan kamera. Wasiat Hitam bukan pengganti wasiat utama mengenai harta pribadi. Ia merupakan kodisil tata kelola yang mengikat saham pengendali Nusantara bila bukti penutupan YX-217 ditemukan.
Setiap segel berisi satu bagian kunci. Satu segel membekukan penjualan aset keselamatan. Dua segel memindahkan hak veto dari keluarga kepada kustodian independen. Tiga segel menangguhkan pengurus keluarga. Empat membuka arsip bagi korban dengan batas privasi. Lima mengalihkan kendali permanen kepada struktur korban, pekerja, dan kepentingan publik.
Dimas bergabung melalui pengacaranya dan menolak keabsahan kodisil. Tanda tangan Surya memang terdaftar, tetapi dua saksi telah meninggal. Ia menuduh Rani menyimpan instrumen untuk memeras keluarga ketika posisinya terancam.
Rani tidak menyangkal bahwa ia menyembunyikannya. Surya menyerahkan koper tiga bulan sebelum meninggal dan memerintahkannya membuka jika Reza kembali mengingat kursi 2A. Rani takut perusahaan runtuh serta keluarga korban menggugat. Ia memilih diam bahkan setelah tanda-tanda baru muncul.
Nadya meminta pengakuan itu masuk berita acara lengkap. Menyerahkan koper hari ini tidak menghapus tujuh belas tahun ketika Rani dapat mencari pengadilan. Rani menandatangani tanpa meminta kalimatnya diperlunak.
Ahli waris sebelas korban diberi akses untuk menunjuk pengamat. Tujuh setuju segera, dua meminta waktu, satu menolak terlibat, dan satu belum ditemukan. Mekanisme tidak menunggu kesedihan mereka berubah menjadi kerja administratif; regulator menunjuk wali kepentingan sementara tanpa mengambil hak keputusan akhir.
Ayu memeriksa koper tanpa tersambung jaringan. Di bawah cakram terdapat pita magnetik yang hanya dapat dibaca setelah pasangan kunci dimasukkan. Sistem sengaja kuno sehingga server perusahaan tak dapat membuka atau menghapusnya dari jarak jauh.
Faktur mikrofilm ditempatkan pada pembaca pertama menggunakan salinan laboratorium. Kode tepi menghasilkan deretan angka. Ketika angka dimasukkan, cakram berputar setengah lingkaran dan mencetak cap waktu yang cocok dengan tanggal sebelum kematian Surya.
Namun segel belum dinyatakan autentik. Ahli harus memeriksa logam, tinta, tanda tangan digital, dan rantai penyimpanan. Rani menjadi sumber barang sekaligus pihak berkepentingan, sehingga keterangannya tidak cukup.
Reza menyerahkan seluruh surat Surya yang ia miliki, termasuk yang dapat merugikannya. Salah satunya menyebut putranya mungkin menjadi penerima manfaat dari kebisuan keluarga. Reza meminta administrator membekukan dividen pribadinya sampai pengadilan menentukan asal keuntungan.
Nadya bertanya mengapa Surya membuat teka-teki alih-alih melapor. Rani menjawab suaminya takut Dimas menguasai polisi perusahaan dan takut dirinya ikut didakwa. Baginya, lima segel adalah keberanian terlambat yang masih menyisakan jalan mundur.
Jawaban itu membuat ruangan hening. Surya telah membangun alat untuk kebenaran, tetapi membebankan pembukaannya kepada orang yang terluka dan seorang anak yang ingatannya dirusak. Kecerdikan mekanisme tidak menghapus kepengecutan penciptanya.
Maya menemukan klausul yang melarang keturunan Surya menjadi kustodian. Reza tak dapat menguasai bukti sekalipun seluruh segel terbuka. Nadya juga dilarang karena hubungan perkawinan dan status keluarga korban. Keduanya hanya pemberi keterangan.
Joko, perwakilan serikat, meminta definisi biaya operasional diperketat agar direksi tidak menyamarkan bonus sebagai kebutuhan armada. Panel menyusun daftar prioritas dan mekanisme keberatan cepat. Pekerja dapat melaporkan pemotongan keselamatan tanpa melalui atasan keluarga.
Klausul lain mewajibkan biaya pemulihan diambil dari dividen keluarga sebelum dana operasional. Dimas tak bisa mengancam pekerja dengan PHK untuk mempertahankan kendali. Pembayaran gaji dan pemeliharaan keselamatan ditempatkan pada prioritas tertinggi.
Panel sementara membuat aturan recusals sebelum mengetahui siapa yang akan dirugikan tiap bukti. Setiap anggota wajib membuka hubungan kerja, keluarga, dan investasi. Catatan rapat dipublikasikan, sementara nama medis serta alamat saksi tetap disunting.
Menjelang malam, laboratorium mengonfirmasi usia koper dan kecocokan tanda tangan awal. Pengadilan menjadwalkan sidang autentikasi terbuka. Isi pita belum dibaca, tetapi konsekuensi hukumnya mulai bergerak.
Di luar gedung, pendukung Dimas menyebut Nadya pemburu warisan. Ia menunjukkan klausul larangan kustodian dan berkata ia tidak akan menerima saham. Tujuannya bukan memindahkan dinasti dari satu pasangan ke pasangan lain.
Rani berdiri di sampingnya, namun Nadya menolak foto bersama yang dapat terlihat sebagai rekonsiliasi. Kerja sama bukti bukan pengampunan. Mereka masuk melalui pintu berbeda dan membiarkan catatan resmi berbicara.
Saat pembaca pertama dibuka kembali, satu nama perusahaan muncul pada pita: Cakrawala Pengadaan Maritim. Di bawahnya tercetak otorisasi Dimas Dirgantara dan tanda terima Bagas Tanu.
Nadya pulang membawa salinan klausul, bukan koper. Ia dan Reza membaca larangan konflik di meja terpisah. Keduanya sepakat tidak membahas strategi kesaksian di rumah. Perkawinan mereka tidak boleh menjadi ruang belakang bagi keputusan yang kini menyangkut ratusan orang.
Untuk pertama kalinya, akibat hukumnya berada di luar suara seorang pewaris.
Lima segel hitam tidak menyimpan satu rahasia keluarga; semuanya menyusun jalan untuk mencabut kuasa keluarga.