===== BAB 14: Dokumen di Kursi 2A =====
Seseorang membakar lemari milik pasien A-19.
Api terlihat dari jalan raya ketika Arman menerima surat penggeledahan. Pemadam sudah berada di lokasi, tetapi petugas keamanan Cakrawala menahan mereka tujuh menit dengan alasan gudang menyimpan bahan medis. Rekaman radio pemadam mencatat penundaan itu sampai hitungan detik.
Nadya tidak ikut menerobos garis aman. Ia membantu kepala pemadam membaca daftar bahan agar tim tahu rak mana yang beracun. Lemari sembilan belas berada di ruang arsip baja, jauh dari pusat api. Kebakaran rupanya dimulai pada panel listrik di lorong yang sama, sementara dua kamera mati enam menit sebelumnya.
Setelah suhu dinyatakan aman, penyidik menemukan pintu lemari terbuka dan isinya hilang. Di lantai ada sekrup kuningan, serat map, serta satu potongan film radiografi. Hilangnya barang sebelum api membuat peristiwa itu lebih dekat pada pencurian bukti daripada kecelakaan gudang.
Daftar akses menunjukkan Bagas tak pernah masuk. Sebaliknya, kartu teknisi bernama Hendra dipakai setelah jam kerja. Hendra ditemukan di pos bus antarkota. Ia mengaku menerima pesan untuk mengganti panel, tetapi menolak menandatangani berita acara sebelum pengacara hadir.
Arman menghentikan wawancara. Hak atas pendampingan tidak boleh dikorbankan demi kecepatan. Ponsel Hendra disegel, tubuhnya diperiksa dokter karena ada lebam baru, lalu ia ditempatkan dalam perlindungan sementara sebagai saksi berisiko.
Tim pemadam memeriksa saluran pembuangan. Di bawah kisi, mereka menemukan tabung tahan panas yang tersangkut lumpur. Nomor serinya sama dengan kuitansi lemari A-19. Tabung tidak memuat gelang atau obat, melainkan gulungan mikrofilm berisi empat puluh tiga faktur pembelian.
Ayu membuat citra forensik di hadapan wakil Cakrawala dan regulator. Setiap halaman diberi hash sebelum diperbesar. Nama pemasok berbeda-beda, tetapi rekening penerima mengalir ke perusahaan cangkang yang kelak menjadi pemegang awal Cakrawala Capital.
Nadya mengenali kode komponen pengunci kemudi YX-217. Spesifikasi pada faktur menyatakan kelas laut baru, sedangkan nomor lot berasal dari barang rekondisi yang dilarang untuk jalur penumpang. Selisih harga dibayar sebagai biaya konsultasi.
Satu halaman memiliki bekas lipatan empat. Pada sudutnya terdapat tulisan tangan Reza saat berusia sembilan belas tahun: kursi 2A, serahkan kepada Kapten Seno, jangan melalui kantor. Ahli dokumen membandingkannya dengan formulir kuliah dan menemukan kecocokan awal.
Reza melihat hasil itu melalui layar, ditemani terapis. Ia tidak mengatakan bahwa ia tiba-tiba mengingat semuanya. Ia hanya mengenali kebiasaan membuat angka dua dengan garis mendatar dan meminta pendapatnya dicatat sebagai pengenalan subjektif.
Lina menerima salinan halaman yang menyebut Seno. Ia ingat suaminya pulang dua malam sebelum keberangkatan dan berkata seorang anak pemilik perusahaan ingin melakukan hal benar, tetapi tidak tahu siapa yang dapat dipercaya. Seno tidak menyebut nama karena takut telepon rumah disadap.
Catatan operasi memperlihatkan Reza membeli tiket biasa, bukan memakai penerbangan keluarga. Ia masuk sebagai penumpang, membawa map tipis dalam ransel, lalu berpindah ke ruang server setelah kapal bergerak. Pelanggaran akses itu nyata, meski tujuannya mungkin menyelamatkan bukti.
Dimas mengeluarkan pernyataan bahwa tulisan dapat dipalsukan dan faktur mungkin ditanam setelah kecelakaan. Arman setuju kedua kemungkinan harus diuji. Laboratorium kemudian menemukan emulsi mikrofilm diproduksi sebelum YX-217 dan lumpur di tabung sesuai endapan lama saluran klinik.
Kresna menelusuri perusahaan pemasok. Dua direkturnya telah meninggal, satu menghilang, dan seorang akuntan masih hidup di Semarang. Akuntan itu bersedia memberi keterangan bahwa instruksi pembayaran datang dari kantor Dimas melalui petugas pemulihan bernama Bagas.
Hendra akhirnya berbicara bersama pengacara. Bagas mengirim foto putrinya di sekolah dan memerintahkannya mengambil tabung sebelum membakar panel. Hendra mengambil gelang serta map hitam, tetapi menyelipkan mikrofilm ke saluran karena tak sanggup memusnahkannya. Paket lain diserahkan kepada pengendara tanpa pelat.
Kesaksiannya belum membuktikan siapa penerima paket. Polisi memperoleh rekaman gerbang tol dan mulai mengikuti jenis kendaraan, bukan wajah yang kabur. Nadya meminta nama Hendra dirahasiakan agar pengakuannya tidak berubah menjadi hukuman massa sebelum persidangan.
Perwakilan pabrik mengonfirmasi nomor lot melalui catatan ekspor. Ia memperingatkan bahwa perusahaan pernah menjual komponen secara sah untuk simulasi, sehingga kesalahan berada pada sertifikasi ulang dan pemakaian, bukan semata keberadaan barang. Pembedaan itu dimasukkan ke laporan.
Di meja regulator, faktur disusun bersama daftar muatan, laporan perawatan, dan suara Seno. Urutannya membentuk cerita yang lebih sempit tetapi lebih kuat: komponen bermutu rendah dibeli, peringatan disembunyikan, dan seorang pewaris muda membawa salinannya kepada kapten.
Pemeriksaan tambahan menemukan sidik jari parsial Seno pada pelindung mikrofilm. Karena benda berpindah tanpa rantai bukti resmi, sidik itu hanya membuktikan sentuhan, bukan kapan atau mengapa. Nadya meminta pembatasan tersebut ditulis tepat di bawah hasil laboratorium.
Nadya menatap tulisan kursi 2A tanpa menyentuh film asli. Ayahnya memang menerima dokumen, namun penerimaan itu tidak otomatis menjelaskan semua keputusan di anjungan. Mereka masih harus memisahkan penipuan pengadaan dari kesalahan manusia pada malam kecelakaan.
Di bagian terakhir mikrofilm terdapat gambar amplop dengan lima lingkaran hitam. Rani mengenali lambang yang pernah digambar Surya di belakang surat keluarga.
Tabung dan isinya kemudian ditempatkan dalam brankas pengadilan. Hendra memperoleh perlindungan bagi putrinya, bukan penghapusan dakwaan pembakaran. Penyelidik memisahkan tekanan yang ia alami, pilihan yang ia buat, dan bukti yang ia selamatkan.
Dokumen yang dibawa dari kursi 2A adalah kunci untuk membuka segel pertama.