===== BAB 13: Pasien A-19 =====
Rekaman selamat karena tak lagi berada dalam satu tangan.
Klinik A-19 telah berubah menjadi gudang alat medis. Arsip kertasnya dijadwalkan dimusnahkan akhir bulan, tetapi hakim menerbitkan perintah pengamanan terbatas. Pasien lain tetap dilindungi dan hanya indeks periode YX-217 yang dibuka.
Nadya, Ayu, Arman, serta ahli pembela menyaksikan inventaris. Reza menunggu di tempat lain agar kehadirannya tak memengaruhi mantan pegawai. Mereka menemukan buku obat, daftar laundry, foto rontgen, dan satu kaset wawancara tanpa nama.
Kaset memuat suara pemuda bingung menyebut Seno menyelamatkannya. Seorang dokter berulang kali mengatakan ia mengalami kecelakaan motor, meski pemuda itu menyebut server dan map faktur. Setelah beberapa menit, suaranya melemah akibat obat.
Ahli farmakologi mengenali kombinasi sedatif dan obat eksperimental yang dapat mengganggu pembentukan memori baru. Obat tidak dapat menghapus masa lalu secara rapi, tetapi pemberian berulang bersama sugesti dapat membuat ingatan pecah serta bercampur.
Buku obat mencatat persetujuan S.D. dan pengiriman dari Cakrawala Medika. Surya mungkin memerintahkan perawatan, sedangkan perusahaan yang kelak menjadi Cakrawala Capital menyediakan bahan.
Nadya meminta kata manipulasi memori tidak dipakai sebelum dosis dan kondisi diperiksa. Ia tak ingin kisah dramatis menggantikan ilmu. Ahli menyebut temuan konsisten dengan gangguan memori yang disengaja, bukan bukti final niat.
Seorang perawat pensiunan, Ratna Puspa, ditemukan melalui daftar pegawai. Ia bersedia bicara dengan pengacara. Ratna ingat Surya membawa Reza dalam keadaan berdarah dan memohon agar Dimas tak diberi tahu. Dua jam kemudian Dimas datang bersama Bagas dan mengambil alih keamanan.
Ratna melihat Bagas membakar pakaian pasien, sedangkan gelang serta map hitam disimpan dalam kantong terpisah. Ia menyembunyikan label laundry karena curiga catatan pasien akan dihapus.
Mengapa ia diam tujuh belas tahun? Bagas mengirim foto anaknya setiap ulang tahun kecelakaan. Tidak ada ancaman tertulis, hanya bukti bahwa keluarganya selalu dapat ditemukan.
Arsip kepegawaian menunjukkan Ratna hanya perawat jaga, bukan dokter pemberi resep. Nama dokter utama telah dihapus dengan cairan koreksi, tetapi tekanan pena masih membentuk huruf. Laboratorium membaca nama Dokter Mahesa tanpa mengikis kertas.
Mahesa ditemukan tinggal di panti perawatan setelah stroke. Pengadilan menunjuk dokter serta penasihat untuk menilai kemampuannya memberi keterangan. Tim tidak mendatanginya diam-diam. Catatan klinis yang objektif dikumpulkan lebih dahulu agar seorang pasien tua tidak dipaksa menambal seluruh perkara.
Kuitansi obat menggunakan kode penelitian tidur, padahal klinik tak pernah memiliki izin riset. Otoritas kesehatan membuka audit terpisah terhadap pasien lain. Identitas mereka disegel; perkara Reza tidak memberi alasan mengumumkan riwayat orang yang tak berkaitan.
Laras, ahli trauma, memeriksa urutan dosis. Konsentrasi yang tercatat dapat membuat orientasi waktu pecah, terutama setelah cedera kepala. Namun variasi respons besar. Ia menolak menjanjikan bahwa terapi akan mengembalikan ingatan atau bahwa setiap fragmen kelak akurat.
Nadya bertanya kepada Reza batas yang ia inginkan. Reza memilih menerima ringkasan tertulis sebelum mendengar audio lain dan meminta satu orang independen hadir. Mereka menyusun persetujuan itu ketika keadaan tenang, bukan saat serangan panik.
Program saksi memindahkan Ratna setelah ia setuju. Nadya tidak memujinya sebagai pahlawan atau menyalahkan keterlambatan. Kesaksiannya akan diuji bersama label, obat, dan rekaman.
Reza mendengar kaset melalui Laras. Ia mengenali suaranya sendiri dan mengalami serangan panik. Sesi dihentikan. Ia tak dipaksa meneruskan demi penyelidikan; salinan objektif sudah cukup bagi ahli suara.
Setelah tenang, Reza meminta Nadya datang. Ia mengatakan satu gambaran kembali: Seno menyerahkan map dan menyuruhnya menjaga daftar itu dari pamannya. Nadya mengingatkan gambaran muncul setelah mendengar kaset. Reza menulisnya sebagai memori terkontaminasi, bukan fakta.
Forensik rontgen membandingkan cedera dengan tubuh Reza sekarang. Pola bahu serta fraktur kecil cocok. Probabilitas orang lain memiliki kombinasi sama rendah, meski ahli menolak menyebut seratus persen.
Catatan penerbangan jet pribadi menunjukkan Reza dibawa ke Singapura dua hari setelah YX-217, bukan sebelum kecelakaan. Stempel paspor dibuat mundur. Petugas imigrasi yang menandatanganinya menerima pembayaran dari perusahaan cangkang Dimas.
Catatan kebersihan mengungkap kamar A-19 dijaga terus selama sembilan hari. Tiga petugas yang disebut tak pernah tercatat sebagai pegawai klinik. Salah satu tanda tangannya cocok dengan daftar tim pemulihan Bagas, memberi jalur baru yang tidak bergantung pada ingatan Ratna.
Nadya meminta regulator memeriksa apakah pasien lain mengalami pola serupa. Pemeriksaan dilakukan dengan persetujuan dan nomor anonim. Dua keluarga melaporkan tekanan agar menandatangani diagnosis palsu, tetapi kasus mereka dipisahkan supaya kebutuhan mereka tidak ditelan perkara Reza.
Reza membaca ringkasan temuannya bersama Laras. Ia marah kepada Surya sekaligus takut kemarahannya dibangun oleh informasi baru. Laras mengatakan emosi tidak harus menjadi bukti agar tetap nyata. Yang dibatasi adalah klaim faktual, bukan haknya merasakan kehilangan.
Klinik juga menyimpan kuitansi lemari bernomor sembilan belas. Kuncinya tak ada, tetapi daftar renovasi menyebut lemari dipindahkan ke gudang Cakrawala Medika ketika klinik tutup.
Arman mengajukan surat penggeledahan. Sebelum hakim menjawab, alarm kebakaran gudang Cakrawala berbunyi.
Pemadam mengirim pemberitahuan bahwa gudang Cakrawala baru saja mengaktifkan alarm manual, bukan sensor otomatis. Perbedaan itu mempersempit waktu dan orang yang mungkin memulai api. Arman meminta semua tim menunggu surat penggeledahan, meski setiap menit dapat menghilangkan jejak.
Tak seorang pun menganggap alarm itu kebetulan.
Seseorang membakar lemari milik pasien A-19.