Kelas terakhir mata kuliah hukum pidana lanjutan akhirnya berakhir. Begitu dosen keluar ruangan, helaan napas lega terdengar dari beberapa bangku. Teman-temanku langsung bergegas pergi setelah menyampirkan tas ke bahu, sementara aku masih duduk di kursi, enggan berdesak-desakan di pintu.
Ovie menghampiriku lalu duduk di kursi kosong di sebelah. Dia mengeluarkan dua buah permen dari saku celananya, menyerahkan satu padaku.
“Gue denger nyokap-bokap lo lagi di sini. Sampai kapan emangnya, Ai?”
“Besok pulang,” jawabku sambil membuka bungkus permen. Setelah memasukkannya ke mulut, aku menoleh padanya. “Kenapa nanya?”
“Buset, cepat amat. Belum juga gue ketemu.”
“Buat apa ketemu?”
“Gue ‘kan calon mantu,” katanya santai. “Wajib dong mendekatkan diri. Mumpung mereka di sini, gue mesti cari mu