Rumah Oma Aya masih memiliki sentuhan tradisional khas Jogja. Setiap datang ke sini, aku selalu betah. Lingkungannya yang asri membuat udara di sekitar terasa sejuk. Namun, ada satu hal yang paling tidak kusukai—Om Anthony, adik bungsu Om Tommy.
Usia kami terpaut tujuh tahun, karena dulu Oma Ira—ibu Om Tommy—mengandung Om Anthony di usia lewat empat puluh.
Dia itu usilnya minta ampun. Setiap bertemu aku atau Aluna, pipi kami pasti dicubit, rambut kami diacak-acak hingga berantakan. Kami benar-benar diperlakukan seperti anak kecil, mungkin karena dia tidak punya adik perempuan.
Jarak rumah Om Anthony juga tidak jauh dari rumah Oma Aya. Makanya, sekalipun kami datang tanpa pemberitahuan, dia pasti tahu dengan sendirinya karena sering bolak-balik ke sini.
Seperti sore ini. Aku yang baru k