Setelah seharian berkeliling ke berbagai tempat, begitu sampai di hotel aku memutuskan berendam air hangat untuk melemaskan otot-otot yang terasa kaku dan pegal. Namun dasar Arjuna—dia jelas tak mau melewatkan kesempatan begitu saja. Karena pintu kamar mandi lupa kukunci, dia masuk dengan tiba-tiba, lalu bergabung denganku di dalam bathtub setelah menanggalkan pakaian.
Tangannya yang nakal itu menyentuhku di sana-sini. Bukan hanya menyentuh saja, dia juga mengambil alih tanganku, membimbingnya mengurut miliknya sampai mengeras. Setelah itu, perlahan—karena pemanasan kami yang terlalu singkat—dia masuk ke dalam diriku. Untungnya tidak terasa perih atau sakit. Kalau sampai iya, bisa-bisa sudah kucubit dia habis-habisan.
Mandi yang seharusnya singkat itu baru benar-benar berakhir satu seten