“Tempatnya cantik,” gumamku sambil mengambil beberapa foto pemandangan di sekitar kami.
Arjuna tersenyum tipis di sampingku, kedua tangannya masuk ke saku jaket. Ikut menatap objek yang sama, dia berkata santai, “Berada di tempat cantik bersama wanita yang cantik—a perfect combination.”
Spontan aku menyenggol bahunya pelan. “Bisa aja, nih, bapak-bapak satu. Sejak dapat jatah tiap malam, gombalannya makin hari makin kebangetan.”
“Sah-sah saja, ’kan, Sayang?” sahutnya tanpa rasa bersalah. “Hitung-hitung dapat pahala karena memuji dan menyenangkan istri.”
“Bukan cuma pahala. Nanti bakal ditambah bonus goyangan eksklusif khas Arumi juga.” Aku mengedipkan mata saat menoleh singkat ke arahnya. Arjuna langsung tertawa.
Setelah puas memotret, aku mengubah kamera belakang ke kamera depan, mena