Keesokan paginya, aku mengajak Aira jogging. Arjuna ikut serta. Kami menuju CFD di pusat kota dan datang saat suasana masih lengang, belum terlalu ramai.
Udara pagi terasa benar-benar segar. Setelah pemanasan singkat, kami mulai berlari santai, menyesuaikan langkah kecil Aira. Sejak tadi malam Arjuna memang terlihat gencar mendekatinya, dan pagi ini pun sama. Dia terus berusaha mengajak Aira bicara, meski respons yang didapat selalu singkat—maklum, Aira memang cukup pemalu pada orang baru.
“Warna kesukaan Kakak Aira apa?” tanya Arjuna. Dia tidak ikut berlari seperti kami. Dengan kakinya yang panjang dan langkahnya yang lebar, dia tetap bisa mengimbangi hanya dengan berjalan. “Om juga punya keponakan laki-laki. Usianya tiga tahun di atas kamu.”
“Pink, Om.” Jawaban Aira singkat. Dia cende