Sebuah kebetulan yang sebenarnya tidak kuinginkan. Restoran yang Arjuna reservasi untuk makan malam kami ternyata sama dengan restoran tempat Zalima mengajakku bertemu sepupunya. Itulah sebabnya sekarang Arjuna bisa berada di tempat yang sama denganku—karena setelah menerima pesanku yang mendadak, dia sempat mencoba menghubungiku beberapa kali, tapi tak satu pun terjawab.
“Tadinya saya berniat membatalkan reservasi, karena teman makan malam saya membatalkan janji sepihak,” ujar Arjuna dengan senyum tipis saat menjelaskan, setelah dipersilakan oleh Kak Prajaka bergabung bersama kami. “Tapi sungguh aneh, saya mendadak berubah pikiran dan tetap datang ke restoran ini meskipun sendirian. Ternyata memang ada alasan di balik itu. Saya menemukan teman makan malam saya … makan bersama orang lain.