“Mi, untuk apa semua ini?” Zalima mengerutkan kening saat masuk ke kamar Aira di rumah orang tua Prajaka. Dia terkejut mendapati begitu banyak boneka dan paper bag di atas ranjang yang sedang Aira rebahi.
“Mami belikan semua buat Kakak Aira, Ning. Kemarin malam dia ‘kan minta boneka sama baju yang mirip karakter animasi K-Pop Demon Hunter. Ada juga wig ungu di dalamnya, persis seperti karakter Ru … apa ya namanya itu?”
“Ya ampun, ini kebanyakan. Kakak Aira nggak mungkin bisa mainin semuanya. Mainan dan pakaian yang sebelumnya dibelikan Mami, Papi, Om, dan Tante juga masih banyak yang belum dilepas labelnya.”
“Tidak apa-apa, buat stok. Ganti-ganti tiap hari ‘kan bisa, jangan sampai dia pakai barang yang sama dua kali. Ini juga masih terhitung sedikit yang Mami kasih. Tadinya mau sama tas