Zalima baru pulang setelah mengikuti kelas ibu hamil. Keningnya berkerut saat mendapati suasana rumah yang sepi. Tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Aira dan nanny-nya, padahal biasanya jam segini putrinya itu sudah bangun tidur siang dan sedang bermain di ruang tengah.
“Bi Ina, Bi Asih,” panggilnya saat memasuki area dapur. Namun keadaannya tak jauh berbeda, kedua asisten rumah tangganya pun tak ditemui di sana. “Ini pada ke mana, sih?” gumamnya sambil memijit kening yang mulai berdenyut.
“Mungkin lagi pada keluar, Bu,” sahut Emily dari belakangnya.
“Tapi masa nggak ngasih tahu aku?” Zalima menoleh. “Biasanya selalu bilang kalau mau pergi ke mana-mana.”
“Kelupaan atau memang keluarnya sebentar, jadi mereka pikir akan kembali sebelum Ibu pulang.”
“Masuk akal, sih. Ya udah, kita tung