“Mas, aku penasaran deh, kenapa dulu kamu sampai merekomendasikan aku ke Kak Praja. Itu gimana sih ceritanya sampai tiba-tiba bahas nikah kontrak?”
Rafka—mantan suami keenam Zalima—tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu. Sebelum menjawab, dia menyesap kopinya perlahan, lalu menyandarkan punggung ke kursi. Ada jeda hening beberapa detik sebelum akhirnya dia bersuara.
“Waktu itu perusahaan tempatku bekerja sedang mengadakan kolaborasi dengan MiSantara Food. Kebetulan aku yang mengepalai proyek kolaborasinya. Aku dan Pak Prajaka terlibat meeting beberapa kali dan berakhir cukup akrab karena punya satu kesamaan—yaitu sama-sama bercerai.”
Rafka kembali menyesap kopinya sebelum melanjutkan, “Setelah kami tahu alasan perceraian masing-masing, sebulan kemudian dia tiba-tiba datang padaku dan