Barang-barangku sudah selesai dikemas. Rencananya dua hari lagi aku baru akan pindah ke apartemen Kavindra, bertepatan dengan berakhirnya masa cuti kerjanya.
Kalau pindah sekarang, Papa belum mengizinkan. Beliau masih belum siap melepas putri sulungnya tinggal bersama orang lain, padahal jarak apartemen Kavindra hanya sekitar setengah jam dari sini. Memang orang tua satu itu kadang sulit ditebak jalan pikirannya.
“Sayang, album foto ini tolong dibawa juga.”
Aku menoleh setelah menyusun koper di sudut ruangan. Keningku mengerut saat memperhatikan album yang dimaksud Kavindra.
“Album apa itu, Mas? Ai kok lupa, ya?”
Sebelum dia mendekat, aku lebih dulu menghampirinya. Kami akhirnya duduk di ujung ranjang ketika dia membuka sampul depan album itu. Kepalaku sedikit condong ke arahnya agar