Selesai mengerjakan tugas kelompok, satu per satu teman kami pamit pulang hingga yang tersisa hanya aku dan Ovie. Kemudian kami memesan minuman dan camilan tambahan karena masih ingin bersantai menikmati pemandangan sore dari rooftop yang tampak cantik sekali.
Kuambil sepotong kentang goreng, lalu kucocolkan ke saus. Sambil mengunyah, kutatap Ovie sekilas.
“Aku dengar kamu baru jadian sama teman sekelasnya Aluna.”
Ovie yang sedang menyesap cappuccino langsung tersedak dan terbatuk-batuk. Pundaknya membungkuk, bahunya terguncang. Aku tak bisa menahan tawa melihat reaksinya yang seheboh itu.
“Santai aja, Vie. Aku cuma tanya.”
“Mana bisa santai kalau pertanyaan itu keluarnya dari mulut lo,” ujarnya setelah berhasil mengatur napas. Dia lalu mengusap tengkuknya, terlihat salah tingkah. “Lo