Tak lama setelah pintu apartemen diketuk, aku bergegas membukanya. Senyumku langsung mengembang bersamaan dengan ucapan sambutan, “Selamat datang di—”
Kalimatku mendadak terhenti saat mendapati bukan hanya Tante Arumi dan Om Arjuna yang berdiri di sana, tetapi juga Kavindra. Entah bagaimana ceritanya mereka bisa tiba di waktu yang bersamaan.
“Kok bisa …?” tanyaku bingung, jariku menunjuk bergantian ke arah mereka.
“Tadi ketemu di lobi,” jelas Tante Arumi. “Pas sama-sama masuk lift, dia nggak nekan nomor lantai setelah om. Sampai di sini dia keluar bareng kami. Eh, ternyata tujuannya sama. Katanya dia kenalan Kakak.”
Kavindra tersenyum tipis dan mengangguk. “Saya sempat mengira mereka kerabat tetanggamu. Tidak menyangka kami akan berhenti di unit yang sama. Kami baru berkenalan beberapa