“Arkana! Arsyana!”
Aku berseru begitu melihat si kembar. Langkahku otomatis dipercepat menuju meja tempat Tante Arumi sekeluarga duduk, meninggalkan Aluna yang masih berjalan santai membawa dua paper bag berisi hadiah untuk mereka.
Setibanya di meja, setelah menyalami Tante Arumi dan Om Arjuna, aku langsung memeluk Arkana dan Arsyana bergantian. Tak lupa kucubit pipi mereka karena terlalu gemas.
“Kalian kok cepat banget tingginya? Kakak Ai hampir kesusul,” godaku setelah pelukan terlepas.
“Kami ikut gen daddy, Kak. Kalau ikut gen mommy, tingginya pasti nggak jauh beda dari Kak Ai,” jawab Arkana santai.
Bibirku langsung mengerucut mendengar itu. Sementara Tante Arumi berdecak pelan, sedikit tidak terima.
Kami menoleh bersamaan saat Aluna akhirnya tiba. Dia meletakkan paper bag di atas