Sinta datang membawa daftar hari yang ingin dipegangnya setelah beberapa pekan mencoba layanan penuh. Di samping jadwal ada pengeluaran pribadi serta simpanan yang selama ini dibentuk dari bagiannya. Ia tidak berencana mengambil seluruh waktu restoran. Ia ingin tiga hari yang cukup panjang untuk benar-benar mengelola layanan, dengan hari lain tetap ditangani orang yang mempunyai wewenang jelas.
Dimas menaruh laporan bulan sebelumnya di meja. Mereka bertemu sebelum layanan, bersama Beni serta penanggung jawab kas. Tiga hari yang dipilih ialah Senin, Rabu dan Sabtu, dari pagi sampai pertengahan sore. Sinta tetap menyisihkan waktu untuk keperluan perawatan, yang akan disampaikan bila memerlukan perubahan jadwal. Informasi pribadi tidak dimasukkan ke papan giliran pegawai.
Beni mengingatkan bahwa urusan pembelian pagi sering perlu keputusan sebelum Sinta tiba. Ia tidak ingin setiap pengiriman tertahan karena hanya satu orang dianggap boleh menjawab. Sinta meminta melihat batas pembelian yang biasa, lalu mereka menentukan siapa dapat menyetujui jumlah rutin serta kapan perlu menghubungi Dimas untuk perubahan besar.
Pembagian hasil tujuh puluh dan tiga puluh tetap dipakai sesuai kesepakatan pengelolaan mereka. Dasar angka serta biaya yang diperhitungkan ditulis dengan cara yang sudah diperiksa bersama selama masa percobaan. Tidak ada pengurangan baru yang disisipkan sebagai hukuman atas cuti atau tambahan yang disebut sekadar urusan keluarga. Catatan masa istirahat tetap dapat dilihat dan pembayaran yang telah diberikan tidak tiba-tiba diminta kembali.
'Aku perlu dapat memeriksa laporan, bukan hanya menerima jumlah akhir,' kata Sinta.
'Kamu tetap bisa. Kalau ada hal yang tidak cocok, kita periksa sebelum pembagiannya ditutup,' jawab Dimas.
Mereka juga menegaskan kesepakatan tersebut mengatur pekerjaan serta hasil, tanpa mengubah restoran menjadi milik Sinta seorang diri. Ia dapat membuat keputusan dalam lingkup tugasnya dan menerima pertanyaan staf mengenai keputusan itu. Hubungan sebagai adik pemilik tidak memberinya hak mengambil uang kas untuk kebutuhan pribadi tanpa pencatatan.
Petugas kas menanyakan siapa yang memeriksa pengembalian pembayaran pelanggan saat Sinta libur. Dimas menyebut penanggung jawab pengganti serta batas keputusan yang dapat diambilnya. Mereka mencoba dengan satu contoh keluhan yang pernah diterima, lalu menemukan kertas pelaporan sebelumnya terlalu panjang untuk diisi di tengah kesibukan. Sinta mengusulkan catatan singkat yang dapat dilengkapi sesudah layanan.
Beni meminta agar beberapa tambahan tugas yang kini berjalan tetap diberi biaya, meskipun Sinta menambah jam. Dimas memeriksa bagian tersebut dalam perhitungan. Ada tugas yang kembali kepada Sinta, ada yang ternyata lebih baik tetap dipegang staf lain. Pembayaran mengikuti pekerjaan yang benar-benar dilakukan, bukan sekadar nama pengelola yang kembali tertulis di jadwal.
Sesudah pertemuan, Sinta membaca salinannya sendirian. Ia memeriksa waktu mulai berlaku dan cara menyampaikan bila keadaan berubah. Enam pekan percobaan dahulu telah jauh dilewati, disusul berbulan-bulan pekerjaan terbatas. Kali ini ia mempunyai pengalaman cukup untuk mengatakan bagian yang dapat dipegang, sekaligus bagian yang belum ingin dijanjikan.
Ia menandatangani setelah satu kalimat tentang pergantian hari diperjelas. Dimas menandatangani bagiannya dan menyerahkan salinan. Tidak ada foto bersama untuk membuktikan keluarga telah mengatasi masa lalu. Mereka masih perlu membuka pintu dan melayani orang yang datang karena ingin makan, bukan menyaksikan peresmian pulihnya seorang perempuan.
Pada hari pertama jadwal baru, seorang pemasok tiba lebih awal dari perkiraan. Sinta belum sampai, tetapi petugas yang diberi wewenang memeriksa barang serta menandatangani penerimaan setelah jumlah sesuai. Ketika ia datang, catatan sudah berada di tempatnya. Ia memeriksa tanpa memarahi karena pekerjaan selesai tanpa menunggu dirinya.
Menjelang siang, dua meja dipesan untuk rombongan kecil. Sinta mengatur urutan pelayanan bersama staf dan memastikan pilihan menu yang diminta sesuai persediaan. Ada satu orang meminta perubahan saus pada saat makanan sudah diproses. Mereka menjelaskan apa yang masih dapat diubah serta akibat pada waktu tunggu, lalu pelanggan memilih melanjutkan perubahan yang memungkinkan.
Pelayan yang baru bergabung menuliskan perubahan tersebut pada lembar yang salah. Sinta menemukan sebelum hidangan keluar dan mengajaknya mencocokkan ulang dengan pesanan dapur. Mereka memperbaiki satu baris, bukan menyalin seluruh daftar sampai waktu terbuang. Sesudah pelanggan dilayani, ia menunjukkan tempat menaruh catatan perubahan agar giliran berikutnya tidak membaca versi lama. Pegawai itu mencoba dengan contoh pesanan lain dan dapat menjelaskan urutannya. Sinta kemudian kembali ke mejanya, memberi orang tersebut kesempatan mengerjakan tugas berikutnya tanpa berdiri mengawasi setiap gerakan sebagai hukuman karena sekali keliru.
Kesibukan itu membuat Sinta melewati jam minum yang biasanya. Beni mengingatkan ketika melihat botolnya belum disentuh. Ia mengambil waktu beberapa menit dan kembali tanpa mengubah pengingat sederhana menjadi pertanyaan apakah semua orang masih menganggapnya sakit. Orang yang bekerja juga perlu makan serta minum, dengan atau tanpa sejarah rawat inap.
Setelah layanan selesai, ia menutup bagian catatannya sebelum menyerahkan kepada giliran sore. Petugas pengganti menanyakan satu jumlah yang kurang jelas. Sinta membuka nota, menemukan angka tulisannya sulit dibaca dan membetulkannya dengan tanda yang dapat ditelusuri. Ia tidak mengatakan orang lain semestinya sudah mengetahui maksudnya.
Di rumah Rusman, ia menghitung kebutuhan bulan depan dengan angka hasil yang memang sudah diterima, tidak memasukkan penjualan yang masih diperkirakan. Ada cukup untuk kebutuhan rutin, simpanan dan rencana mencari tempat tinggal sendiri pada waktunya. Ia menulis tiga hal yang perlu diperiksa sebelum menyewa: jarak ke pekerjaan, biaya yang dapat ditanggung dan keadaan lingkungan.
Lina bertanya apakah ia ingin makan bersama. Sinta mengangguk dan menutup buku. Ia belum menyampaikan rencana pindah sebagai ancaman meninggalkan orang tua atau menunggu mendapat izin menjadi dewasa. Ia ingin menyiapkannya dengan matang dahulu, lalu membicarakan waktu serta kebutuhan yang benar-benar akan berubah.
Malamnya Dimas menerima ringkasan hari pertama. Ia membaca setelah anak-anak tidur dan mengajukan satu pertanyaan kerja yang dapat dijawab esok. Sinta melihat pesannya sudah diterima, kemudian meletakkan telepon. Jadwal baru berarti tanggung jawabnya bertambah, tetapi juga memberi tahu kapan pekerjaan selesai. Ia menyiapkan pakaian untuk hari berikutnya tanpa berjanji menjadi orang yang selalu tersedia bagi semua kebutuhan keluarga.