Lima bulan setelah Mita melaporkan kebakaran, meja potongnya dipenuhi pekerjaan yang datang dengan ukuran berbeda. Selama bulan-bulan itu ia beberapa kali memberikan keterangan tambahan, membuka toko seperti biasa dan tetap tinggal bersama Rival. Rangga masih menyewa kamar dekat kantor. Mereka bertemu untuk urusan anak serta percakapan yang dipilih, tanpa diam-diam menganggap waktu telah membatalkan keputusan berpisah tempat tinggal.
Gosip pengantaran kain tidak berkembang menjadi perkara baru. Nur telah menyampaikan koreksi kepada penerima terakhir yang berhasil dihubunginya, lalu memberi kabar kepada Mita. Ia tidak kembali memotret orang di gang. Wanda masih kadang mendapat tatapan canggung, tetapi tidak ada kesimpulan itu yang dipakai sebagai catatan buruk dalam pekerjaannya.
Pagi itu Ratna datang bersama pengelola usaha katering yang mempunyai tiga tempat pelayanan. Seragam lama mereka dibuat pada waktu berbeda sehingga ukuran dan bahannya tidak seragam lagi. Mereka membutuhkan empat puluh set pengganti, dibagi menurut giliran pembaruan tiga tempat dalam enam bulan mendatang. Ratna merekomendasikan butik karena pesanan kecilnya dahulu selesai dengan ukuran yang benar.
Mita hampir langsung menyatakan sanggup. Empat puluh set merupakan jumlah terbesar yang pernah ditanganinya dalam satu kesepakatan. Ia membayangkan uang masuk, lalu melihat kalender jahit yang tidak mempunyai tangan tambahan hanya karena ia merasa senang. Ia meminta waktu menghitung kebutuhan bahan dan tenaga sebelum memberi penawaran.
'Kalau semuanya bulan depan, saya belum sanggup,' katanya. 'Kalau bertahap sesuai yang Ibu jelaskan, saya perlu memeriksa tanggal dan ukuran tiap kelompok.'
Pengelola katering membuka daftar. Sepuluh set diperlukan lebih dahulu, sepuluh berikutnya dua bulan kemudian, sisanya pada akhir masa pembaruan. Mita meminta tanggal tetap agar penundaan salah satu cabang tidak tiba-tiba berubah menjadi tuntutan mengerjakan semuanya sekaligus. Mereka juga membicarakan batas perubahan ukuran setelah kain dipotong.
Wanda mengukur contoh lama, lalu menunjukkan bahwa satu model saku akan mudah tertekan ketika pemakainya membungkuk. Mita meminta mereka mencoba contoh lain sebelum memilih. Mereka tidak sedang menyewakan nama baik seseorang; pakaian itu harus dipakai orang bekerja berjam-jam dan dapat dicuci berulang kali tanpa segera rusak.
Setelah tamu pulang, Mita menghubungi penjahit yang pernah menerima pekerjaan lepas di sekitar pasar. Namanya Bu Rukmini. Mereka bertemu untuk membicarakan jumlah potongan, mutu jahitan dan upah, bukan saling menjanjikan akan dibantu dahulu lalu dibayar ketika usaha menjadi besar. Wanda tetap menerima upah serta tambahan yang disepakati bila mengerjakan tugas di luar kebiasaannya.
Biaya tambahan membuat keuntungan perkiraan lebih kecil daripada angka yang pertama dibayangkan Mita. Ia menghitung kembali, memasukkan pembelian bahan bertahap dan cadangan untuk perbaikan. Ia tidak akan menutupi penawaran murah dengan memanjangkan jam kerja orang lain tanpa pembayaran. Sesudah semuanya masuk, ia mengirim harga yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pada sore yang sama, Rina menelepon Sinta setelah mendapat waktu yang disetujui. Peninjauan yang dimulai beberapa bulan sebelumnya telah selesai di lingkungan klinik. Hera menyampaikan hasil pemeriksaan melalui pertemuan terpisah yang tidak dihadiri keluarga yang tidak berkepentingan. Rina mengakui telah memberikan keterangan rendahnya Hb tanpa dasar pemeriksaan yang sesuai pada masa itu.
Catatan lama yang masih tersedia diberi penjelasan koreksi melalui pengelola. Bagian yang tidak dapat dipastikan dari arsip tidak diisi dengan hasil pemeriksaan baru yang seolah berasal dari masa lalu. Rina sudah mengikuti peninjauan cara pencatatan dan pemeriksaan ulang atas pekerjaannya selama masa pengawasan internal. Ia menunjukkan penyelesaiannya kepada pengelola, bukan kepada seluruh kelompok keluarga untuk mencari pembelaan.
'Aku tidak punya hasil pemeriksaan lama yang mendukung perkataanku itu,' katanya kepada Sinta. 'Aku sudah menyatakannya dalam peninjauan. Aku tidak akan menyebut pengakuan kita sebagai pengganti perbaikan pekerjaan.'
Sinta mendengarkan dari ruang tamu rumah orang tuanya. Ia tidak diminta mengatakan pelayanan Rina pasti aman selamanya atau menilai kewenangan profesinya. Yang perlu diketahui ialah kebohongan yang pernah dipakai untuk meyakinkan keluarga telah disebut secara jelas, dibetulkan sejauh catatan memungkinkan dan ditangani oleh orang yang berwenang di tempat kerja.
Rina juga menyampaikan permintaan maaf kepada Ati pada waktu berbeda. Ia tidak menghubungi orang-orang yang dahulu tidak menerima keterangan tersebut. Romi tidak mendampingi untuk menggunakan pekerjaannya sebagai tekanan. Ketika Rina pulang, ia hanya menanyakan apakah istrinya sudah makan. Urusan yang mereka akui tentang hubungan sendiri tetap dikerjakan tanpa menjadikannya pembuktian di depan keluarga Sinta.
Di butik, contoh seragam selesai beberapa hari kemudian. Pengelola katering memakainya sambil mengangkat tangan, duduk dan memeriksa letak saku. Ada perubahan kecil pada panjang lengan. Mita mencatat, membetulkan contoh itu dan meminta persetujuan sebelum mulai memotong untuk kelompok pertama.
Uang muka masuk setelah kesepakatan bertahap ditandatangani. Mita memisahkan dana bahan dari uang belanja rumah. Ia membayar bagian awal Bu Rukmini sesuai pekerjaan yang diserahkan, lalu menempel jadwal empat puluh set di dekat meja. Jadwal itu masih mempunyai ruang untuk pelanggan lama dan satu hari ketika ia harus mendampingi Rival di sekolah.
Wanda meminta ukuran tiap pemakai diberi nomor agar pakaian tidak tertukar saat diserahkan per cabang. Mita menyetujui dan mereka mencoba satu daftar bersama. Ketika menemukan nama yang terulang, mereka meminta pengelola memastikan jumlahnya sebelum memesan bahan. Selisih kecil itu diselesaikan saat masih berupa tulisan. Mita menyadari betapa mudah kegembiraan menerima pesanan membuat seseorang melupakan pertanyaan sederhana yang kelak menentukan apakah seluruh pekerjaan dapat dipakai.
Malamnya Rangga menanyakan bagaimana pertemuan pesanan besar. Mita menceritakan jumlah serta jadwal tanpa meminta izin menerima pekerjaan. Rangga sempat menawarkan membawa semua urusan pemasok, lalu bertanya pekerjaan mana yang memang ingin dibantukan. Mita memilih tetap mengurus pembelian sendiri kali ini. Ia membutuhkan kendali atas pesanan yang menjadi tanggung jawabnya.
Sesudah telepon ditutup, Rival datang membawa kemeja yang salah satu kancingnya lepas. Mita tertawa kecil melihat anak itu menunggu di sebelah daftar seragam. Ia mengambil benang yang sesuai. Pekerjaan besar belum membuat keperluan kecil selesai sendiri, tetapi kini ia dapat memilih urutannya tanpa takut seluruh usahanya dianggap sekadar kegiatan sambilan. Besok ia akan mulai memotong sepuluh set pertama, bersama orang-orang yang telah mengetahui tugas dan bayaran mereka.