Pada pekan berikutnya, Mita datang bersama Laras untuk melaporkan kebakaran rumah lamanya. Ia telah membicarakan pilihan dan kebutuhan pendampingan lebih dahulu. Keputusan itu tidak dibuat pada malam pengakuan Lina atau dipakai sebagai ancaman agar Rangga menerima keadaan perkawinan mereka. Mita ingin perbuatan yang baru diketahuinya ditangani sebagai sesuatu yang mempunyai akibat di luar rasa malu keluarga.
Ia membawa pengakuan asli, salinan foto kerusakan dan catatan bantuan. Kertas-kertas tersebut diletakkan dalam map yang selama ini disimpannya sendiri. Laras tidak mengambil alih cerita. Ia menemani ketika Mita perlu berhenti, membantu memastikan pertanyaan dipahami dan membiarkan bagian yang hanya diketahui korban disampaikan oleh Mita.
Petugas menanyakan waktu kejadian, tempat rumah dan siapa yang berada di sana. Mita menjelaskan bahwa ia dan Rangga sedang pergi ke pasar malam. Ketika pulang, rumah telah terbakar. Ia tidak melihat Lina memulainya. Bagian itu baru diketahuinya dari pengakuan yang disampaikan langsung di rumah Dimas, dengan orang-orang yang hadir malam tersebut.
'Jadi Ibu tidak melihat perbuatannya saat kebakaran?' tanya petugas.
'Tidak. Saya tidak ingin mengatakan saya melihat. Saya mengetahui rumah saya hancur dan bertahun-tahun mengira itu musibah yang tidak disengaja. Pengakuan ini yang membuat saya datang sekarang.'
Ia menyampaikan juga bagian mengenai kehamilannya pada waktu itu dan ucapan Lina mengenai niat menyakiti. Kata-kata tersebut sulit diulang. Mita meminta jeda sebelum melanjutkan, melihat gelas air di meja dan menunggu sampai dapat membedakan ingatan sendiri dari apa yang baru diucapkan ibu mertuanya beberapa pekan sebelumnya.
Laras tidak menyuruhnya mempercepat agar tampak yakin. Kepastian bahwa ia terluka tidak membuat semua rincian otomatis diketahui. Mita perlu menyebut mana yang dialami, mana yang didengar langsung saat pengakuan dan bagian yang masih memerlukan pemeriksaan.
Petugas membaca surat yang dibawa, lalu menanyakan siapa yang menulis dan bagaimana Mita menerimanya. Ia menjelaskan Lina menulis sebelum pertemuan, menyerahkan dengan sukarela dan mengizinkan kertas asli dibawanya pulang. Dimas mempunyai salinan foto setelah meminta izin. Mita tidak menambahkan bahwa lembar tersebut sendirian pasti menjelaskan seluruh kejadian kebakaran.
Nama orang yang mendengar pengakuan dicatat. Begitu pula tetangga yang diketahui datang ketika api membesar dan orang yang mungkin masih mempunyai catatan kejadian. Mita mengatakan ada nama yang tidak lagi diketahui alamatnya sekarang. Ia tidak mengarang kedekatan atau memastikan seseorang menyaksikan hal yang tidak pernah diceritakan kepadanya.
Ia juga menjelaskan bahwa bangunan dibuat Rangga di atas tanah yang oleh keluarga disebut pemberian Lina. Ia tidak membawa seluruh dokumen mengenai tanah dan tidak ingin mengaku mengetahui bentuk kepemilikannya tanpa memeriksa. Yang diketahuinya, ia dan Rangga tinggal di sana, kehilangan tempat serta barang, lalu berpindah ke rumah orang tua suaminya setelah kebakaran. Keterangan mengenai dokumen yang diperlukan akan ditelusuri melalui cara yang dijelaskan kepadanya.
Ketika diminta menyebut kerugian, Mita memisahkan apa yang masih dapat dicatat dari jumlah yang belum dapat dipastikan. Penghasilan butiknya sekarang tidak mengembalikan biaya dan tempat yang hilang dahulu. Namun, ia juga tidak akan memakai angka yang baru dibayangkan sebagai nilai yang sudah terbukti. Ia meminta kesempatan menyusun catatan bersama Rangga dari bahan yang masih ada. Keinginannya memperoleh pertanggungjawaban tidak memerlukan cerita yang dibuat lebih lengkap daripada ingatan dan dokumen yang sungguh-sungguh dimilikinya.
'Saya ingin diperiksa sesuai yang ada,' ujarnya. 'Saya tidak mau keluarga menentukan semuanya selesai hanya karena saya pernah merawat orang yang mengaku melakukannya.'
Tidak ada putusan yang diberikan di meja tersebut. Ia menerima penjelasan mengenai langkah berikutnya dan cara memperoleh kabar. Laporan akan ditindaklanjuti berdasarkan pemeriksaan, bukan janji bahwa ia dapat pulang membawa orang yang telah dinyatakan bersalah. Mita menanyakan bagian yang belum dipahami dan mencatat jawaban yang relevan untuk dirinya.
Pengakuan asli diserahkan melalui penerimaan yang dicatat. Mita memeriksa tanda terima dan menyimpan salinannya bersama nomor laporan. Foto kerusakan serta catatan bantuan diberikan dalam bentuk salinan; bahan aslinya tetap berada dalam simpanannya. Ia memastikan tidak menyebut semua dokumen sudah diserahkan ketika sebenarnya hanya satu yang berpindah tangan.
Sesudah keluar, Mita duduk beberapa saat di tempat yang tidak menghalangi orang lain. Tubuhnya lelah seperti setelah menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan perhatian penuh, tetapi ada rasa takut yang berbeda. Ia membayangkan telepon dari keluarga, ucapan tentang ibu yang sakit, dan pertanyaan mengapa ia tidak puas menerima maaf.
'Saya belum tentu sanggup menjawab semua orang,' katanya kepada Laras.
'Kamu tidak perlu memberi penjelasan yang sama kepada setiap kerabat. Kita dapat menyiapkan cara menjaga kebutuhanmu ketika proses berjalan.'
Mita mengangguk. Ia tidak ingin Laras menjanjikan keluarga akan memahami. Yang dibutuhkannya adalah pilihan yang dapat dijalankan bila mereka tidak memahami, termasuk siapa yang dapat dihubungi ketika tekanan datang dan bagaimana menjaga kegiatan Rival tetap berlangsung.
Ia mengabari Rangga setelah siap, dengan informasi bahwa laporan sudah dibuat. Ia tidak meminta suaminya memutuskan apakah ia boleh meneruskan. Rangga mengatakan mendengar dan meminta kabar mengenai pemeriksaan yang memang memerlukan keterangannya. Ia tidak menelepon Lina untuk menyusun jawaban atau meminta Mita mengirim surat asli kembali ke keluarga.
Di kamar sewanya, Rangga kemudian duduk lama setelah membaca pesan. Ia menyayangi ibunya dan takut memikirkan apa yang mungkin terjadi. Perasaan tersebut tidak membuatnya mengetahui lebih banyak daripada petugas atau memberi hak menghapus akibat yang dialami istri. Ia menulis pertanyaan yang perlu dibicarakan dengan pendamping, bukan daftar alasan untuk membuat Mita berhenti.
Mita kembali ke butik sore itu. Wanda sudah memberi tahu pelanggan bahwa janji pengukuran dilanjutkan setelah pemilik datang. Tidak ada pengumuman mengenai tempat yang baru dikunjungi Mita. Ia mencuci tangan, menyimpan tas dan memeriksa pakaian yang harus diserahkan. Urusan besar tidak menghapus kewajiban kecil yang masih dapat dikerjakan, tetapi ia juga tidak memaksakan semua pekerjaan selesai malam itu.
Sebelum pulang, Mita memeriksa tanda terima sekali lagi dan menyimpannya bersama salinan pengakuan. Kertas asli kini berada pada pihak yang menerima untuk pemeriksaan, bukan di lemari rumahnya. Ia tidak merasa menang. Rumah yang terbakar tetap hilang dan keluarga akan menghadapi perubahan yang tidak dapat dibatalkan oleh satu percakapan. Namun, ia telah berhenti meminta orang yang melukainya menjadi satu-satunya pihak yang menentukan apa arti keadilan bagi dirinya.