Pada bulan kelima kehamilannya, Sabrina menerima hasil penelusuran arsip yang diminta bersama Pak Frans. Ada formulir permohonan dan beberapa rujukan lama, tetapi pemeriksaan elektronik tidak menemukan dokumen penerbitan polis atau bukti pembayaran yang mendukung gambar sepuluh miliar atas namanya. Ia menyetujui satu pemeriksaan lanjutan pada penyimpanan fisik yang masih berkaitan.
Beberapa minggu kemudian, jawabannya kembali tidak menemukan dokumen yang dimaksud dalam lingkup arsip yang diperiksa. Sabrina mendengarkan penjelasan sampai selesai. Ia meminta agar hasilnya disampaikan dengan batas yang sama ketika dicatat: tidak ditemukan pada tempat serta rentang pencarian tersebut, bukan pernyataan bahwa tidak pernah ada uang berpindah di dunia.
Ia memilih menghentikan permintaan tambahan tanpa sumber baru. Waktunya telah terlalu lama diisi pertanyaan yang sama. Mengumpulkan tanda terima lebih banyak tidak akan membuat ayahnya kembali atau memaksa gambar tanpa asal berubah menjadi dokumen asli.
Pada saat yang hampir bersamaan, pemeriksaan perkara menghasilkan jawaban dari jalur lain. Seorang perantara telah memberikan keterangan mengenai pembayaran yang diterimanya dari orang-orang Eshan. Sebagian disampaikan sebagai biaya dan ganti rugi sesudah Sapto meninggal. Catatan uang tersebut mempunyai penerima yang berbeda dari nama yang dicetak dalam gambar kiriman kepada Andaru.
Sabrina tidak pernah menerima pembayaran sepuluh miliar seperti yang dituduhkan. Nama dan jumlah pada gambar telah dipakai untuk membuatnya tampak menyembunyikan uang. Asal penyuntingan serta peran orang yang meneruskan bahan diperiksa melalui perangkat dan keterangan yang terkumpul, bukan ditentukan Abi hanya dari bentuk huruf pada layar.
Perempuan yang dahulu mengenal Andaru telah menyerahkan pesan aslinya. Ia menjelaskan bagian yang didapat dari Eshan dan kata-kata yang ditambahkannya sendiri ketika meneruskan cerita. Andaru tidak memintanya menemui Sabrina untuk meminta maaf jika istrinya belum menghendaki. Kesediaannya memberi keterangan tidak menghapus tindakan yang perlu dijelaskan.
Ada penelusuran lain terhadap informasi yang disampaikan di rumah sakit. Perawat yang mengabarkan jumlah uang dahulu dimintai penjelasan. Keterangan mengenai pembayaran diterimanya dari orang yang mengaku membantu pengurusan keluarga Sapto. Ia mengulang informasi yang belum dipastikannya melalui dokumen yang semestinya diperiksa.
Rumah sakit menelusuri kembali catatan pengurusan dan orang-orang yang datang pada waktu itu. Pernyataan bahwa jenazah telah diurus tanpa penjelasan yang diterima keluarga menjadi bagian yang perlu diterangkan. Sabrina memperoleh keterangan mengenai catatan yang ada serta hal yang tidak dapat lagi dipastikan dari ingatan seseorang. Kekeliruan tersebut tidak ditutup hanya dengan mengatakan semua orang panik pada hari kecelakaan.
Pak Frans mendampingi ketika ia menerima penjelasan. Sabrina menanyakan siapa yang memberikan kabar pembayaran itu dan mengapa keterangannya diteruskan tanpa diperiksa. Ia ingin memperoleh hasil penelusuran, bukan hanya permintaan maaf berikutnya. Mereka mencatat pertanyaan yang masih memerlukan jawaban dari orang-orang yang hadir pada hari ayahnya meninggal.
“Jadi uang itu tidak pernah sampai kepadaku,” ujar Sabrina.
“Bahan pembayaran yang sudah diperiksa tidak menunjukkan kamu menerima jumlah yang dituduhkan,” jawab petugas. “Penerima dan aliran uang yang ditemukan sedang ditangani dalam perkara.”
Sabrina menanyakan apakah ayahnya sempat menerima sesuatu sebelum perjalanan. Ia telah mendengar soal itu dari Andaru dan ingin memperoleh penjelasan yang dapat diperiksa. Ada pembayaran terkait tugas yang diberikan kepada Sapto, berbeda dari uang yang dipindahkan setelah kematiannya. Tanggal serta penerimanya tidak boleh digabung menjadi satu kisah bahwa Sabrina telah mengambil seluruhnya.
Ia duduk diam setelah penjelasan tersebut. Ayahnya pernah menerima tugas yang salah. Keselamatannya dipakai sebagai ancaman. Kemudian Sapto memilih mendorong Andaru agar terhindar dari truk, sementara racun sudah bekerja sebelum kecelakaan. Tidak satu pun bagian itu perlu dihilangkan supaya ia tetap dapat berduka sebagai anak.
***
Andaru menerima perkembangan mengenai kematian ibunya pada pemeriksaan terpisah. Seorang yang pernah bekerja dengan orang-orang Eshan memberikan keterangan, lalu bahan tersebut dibandingkan dengan catatan dan komunikasi yang masih dapat ditemukan. Peristiwa lima tahun sebelumnya dibuka kembali sebagai perkara yang harus dibuktikan sendiri, walaupun beberapa orang yang terkait muncul pula dalam kejadian baru.
Tidak ada janji bahwa satu pengakuan akan cukup untuk seluruh tuduhan. Andaru menyerahkan benda serta pesan yang dimintanya diambil dari rumah. Ketika sesuatu tidak lagi ada, ia mengatakan demikian. Ia menolak godaan menulis ulang percakapan lama agar keterangan terdengar utuh.
Pak Frans menjelaskan perkembangan dokumen keluarga bersama Oma dan Opa. Mereka mulai menelusuri bagaimana kabar mengenai anak perempuan serta cucunya diputus sebelum sampai kepada mereka. Surat ibu Andaru tetap dibaca sebagai suara seseorang yang menyayangi anaknya. Pemeriksaan asal berkas dan keterangan orang-orang yang terlibat tetap berjalan untuk urusan keluarga serta harta.
Andaru meminta agar aset yang sedang diperiksa tidak dibagikan melalui janji pribadi sebelum status dan tanggung jawabnya jelas. Panti tidak dimasukkan ke dalam daftar hadiah yang boleh diperebutkan cucu. Aulian setuju, meskipun ia masih berusaha mendapatkan kembali uang pribadinya yang dahulu diambil atas perintah ayahnya.
Pada sore sesudah penjelasan itu, Andaru mengirim permintaan kepada Sabrina untuk menyampaikan bahwa tuduhannya tidak mendapat dasar dari bukti pembayaran yang diperiksa. Sabrina menerima kabar melalui Pak Frans, lalu memilih berbicara langsung lewat telepon.
“Aku senang kita mendapat penjelasan,” katanya. “Tapi apakah kamu mengerti mengapa aku belum pulang?”
“Karena aku membuatmu harus menghadapi tuduhan di dalam rumahmu sendiri.”
“Iya. Gambar palsu bukan satu-satunya yang merusak.”
Andaru menekan tangan pada tepi meja, menahan kalimat bahwa ia sudah berkali-kali menyesal. Ia menyampaikan bahwa konsultasi pribadi masih dijalaninya. Sabrina tidak perlu mendengar rincian setiap pertemuan, dan tidak wajib memberi jawaban sesudah kabar itu.
Percakapan mereka berakhir setelah membahas hal praktis tentang jadwal berikutnya. Andaru tidak memperoleh janji pulang. Sabrina tidak perlu kembali mencari arsip lain untuk memperpanjang percakapan yang telah selesai. Nama Sapto kini berada dalam berkas yang diperiksa untuk menjelaskan kejahatan terhadapnya, bukan hanya dalam gambar yang dipakai menuduh putrinya.
Malam itu Sabrina mengambil mushaf Braille dan membaca bagian yang telah lama dikenalnya. Bi Lela duduk tidak jauh, mendengarkan tanpa menyela. Sesudah selesai ia berdoa untuk ayahnya, menyebut namanya dengan suara yang lebih mantap. Ia tidak mendapatkan seorang ayah yang tidak pernah melakukan kesalahan. Ia mendapatkan kesempatan mengenangnya dengan lebih lengkap, dan berhenti menanggung tuduhan yang tidak pernah menjadi perbuatannya.