Enam bulan berikutnya tidak berjalan dengan penjualan yang selalu naik. Tri tetap harus menyalakan kompor ketika ingin memperoleh hasil, membeli bahan sebelum tahu berapa yang akan habis, dan menutup lapak saat kebutuhan Nini tidak dapat ditunda. Tetapi ia mulai dapat membuat rencana tanpa memasukkan nama Kardi pada setiap kemungkinan buruk.
Sebulan setelah pulang dari Katumbiri, ia membayar cicilan pertama pinjaman perawatan kepada Adam: seratus ribu. Mereka menyepakati pembayaran berikut dilakukan dari hasil usaha yang sungguh tersisa setelah modal dan kebutuhan harian dipisahkan. Tidak ada potongan karena pacaran. Adam menerima uang itu, mencatatnya, lalu bergurau bahwa kali ini tulisan Tri cukup jelas untuk dibaca tanpa menebak angka tujuh.
Ada pekan ketika hujan membuat pembeli berkurang dan pembayaran harus bergeser beberapa hari. Tri mengabari sebelum waktunya, bukan menghilang karena malu. Adam sempat mengeluh ketika ia menerima pesanan tambahan terlalu dekat dengan waktu pertemuan mereka. Keduanya bertengkar pendek, lalu Tri mengakui ia telah menjanjikan dua hal yang tidak dapat dikerjakan bersamaan.
Sabtu berikutnya mereka mengganti pertemuan yang batal. Adam menjemput setelah barang jualan selesai disimpan, bukan berdiri menunggu sambil melihat Tri terus menerima pembeli baru. Mereka berjalan mencari makan, saling mengomentari pilihan rasa, dan kembali sebelum Aki perlu meninggalkan Nini. Hubungan mereka bertahan bukan karena tidak pernah kesal, melainkan karena persoalan kecil mulai dijawab dengan tindakan yang bisa dilihat.
Pada bulan ketiga, Lucky menghubungi mengenai percobaan titip jual. Jeda memberi jarak yang mereka perlukan. Ia meminta delapan kotak seperti jumlah terakhir yang pernah dicoba, tiga vanila dan lima durian. Harga bagian Tri tetap sepuluh ribu untuk vanila serta dua belas ribu untuk durian. Semua terjual pada percobaan pertama setelah jeda, menghasilkan penerimaan sembilan puluh ribu dari biaya bahan dan kemasan enam puluh empat ribu.
Tri tidak langsung menggandakan produksi. Beberapa percobaan berikut menunjukkan hari tertentu masih menyisakan barang. Mereka mempertahankan jumlah kecil dan menyesuaikan hari pengiriman. Barang yang tersisa diambil sesuai kesepakatan, bukan dijual lagi keesokan hari. Kerja sama itu menambah jalan penjualan tanpa membuat kafe wajib menjamin seluruh penghasilan Tri.
Lucky berbicara seperlunya mengenai produk, sesekali menanyakan Nini. Tri melakukan hal yang sama. Tidak ada pembicaraan baru tentang memilih pasangan. Ketika rasa canggung sesekali muncul, mereka membiarkannya lewat tanpa menjadikan pesanan sebagai bukti siapa yang telah memaafkan siapa.
Di rumah, keadaan Nini bergerak pelan. Ada hari ketika latihan yang diarahkan terasa lebih mudah, ada pula ketika ia ingin berhenti lebih cepat. Aki tetap membantu, keluarga mengatur kunjungan, dan Tri tidak memesan terlalu banyak pekerjaan pada hari tindak lanjut. Beberapa langkah dengan bantuan menjadi kegembiraan kecil, tanpa mengubah Nini menjadi orang yang mendadak tidak memerlukan pendampingan.
Ujang mulai memperoleh pekerjaan lepas yang tidak terkait lahan Kardi. Asih kembali menerima bantuan memasak ketika ada orang membutuhkan. Hasilnya belum membuat mereka kaya, tetapi telepon kepada Tri tidak selalu berakhir dengan permintaan uang. Pada satu kunjungan, Emak justru membantu menyiapkan makan sementara gadis itu menyelesaikan pesanan yang sudah dijanjikan.
Adam melewati semester berikut dengan tugas serta nilai yang tetap harus dijaga. Kesempatan bebas SPP membantunya, namun cita-cita S2 masih menunggu pekerjaan menyelesaikan pendidikan sekarang. Ia juga terus menulis. Satu cerita yang diperlihatkan kepada Tri akhirnya selesai setelah alasan tokohnya bertahan di rumah kosong diperbaiki berkali-kali. Gadis itu masih tertawa saat membaca bagian tertentu, tetapi kali ini Adam dapat menjelaskan maksudnya tanpa harus mengganti semua pertanyaan dengan ucapan tunggu bab berikutnya.
Menjelang akhir bulan keenam, catatan pinjaman memuat sembilan belas pembayaran masing-masing seratus ribu. Pada Rabu sore, Tri menyerahkan seratus ribu terakhir. Total dua juta pinjaman perawatan lunas melalui dua puluh pembayaran. Adam memeriksa catatan yang disimpan keduanya, kemudian menandai pembayaran terakhir dan mengirim salinan kepada Tri.
'Sekarang kalau mengajak makan, jangan ditulis sebagai cicilan tambahan,' kata gadis itu.
'Kalau kamu yang mengajak, aku yang pesan dua porsi.'
Tri melemparkan kain lap bersih ke lengannya. Adam menangkapnya sambil tertawa, lalu membantu melipat sebelum keduanya duduk melihat halaman yang akhirnya selesai. Uang perawatan yang dipinjam tetap dikembalikan, meskipun hubungan mereka semakin dekat sepanjang bulan-bulan itu.
Tabungan pendidikan juga dibangun kembali dari uang baru. Tri menyisihkan hasil sedikit demi sedikit hingga terkumpul satu juta delapan ratus ribu, setara tiga ratus ribu setiap bulan selama enam bulan. Angka itu berada di luar dua juta cicilan yang sudah dibayar dan biaya enam ratus ribu yang dikumpulkan terpisah untuk memperbaiki rak serta papan lapak. Setiap bagian mempunyai tanggal penyisihan pada catatan hasil jualan.
Ia membawa berkas yang diminta ke program kuliah tata boga kelas pekerja yang dahulu ditanyakan. Sesudah persyaratannya diperiksa, ia memperoleh rincian pembayaran awal dan jadwal yang dapat dibicarakan dengan keluarga. Pendaftaran berikut angsuran awal membutuhkan sembilan ratus ribu. Ia masih harus menyiapkan biaya lanjutan serta perjalanan; uang yang dimiliki cukup untuk memulai dengan rencana, bukan menjanjikan semua semester sudah terbayar.
Pada malam yang sama, Tri menatap papan Pancake Tiga yang mulai pudar. Rak pengganti sudah selesai dibuat dari anggaran perbaikan. Ketika dicoba menempati sisi lama, salah satu wadah ternyata menyentuh bagian penyangga. Tri mengubah urutan penyimpanan, menarik cetakan lebih dekat tempat bekerja, dan meminta Adam menahan rak ketika ia memeriksa ruang geraknya. Pemuda itu beberapa kali hendak melepaskan karena mengira sudah selesai, lalu ditahan dengan seruan yang membuat Mang Ucup tertawa dari tempatnya.
Sesudah letaknya cocok, mereka menguji dengan wadah yang benar-benar dipakai. Tri dapat mengambil barang tanpa harus mengangkat tumpukan lain dahulu. Ia tersenyum memandang hasilnya, lalu mengusap bekas debu dari jari. Akhir pekan nanti tempat lamanya akan dibuka dengan susunan yang lebih rapi. Ia mengirim foto kepada keluarga, kemudian kembali membaca jadwal kuliah. Sesudah enam bulan, ia mempunyai pinjaman yang lunas, tabungan yang tumbuh dari kerja baru, dan satu pintu belajar yang akhirnya dapat didorong dengan tangannya sendiri.