"assalamu'alaikum pagi Bun" ucap kata zafira seraya mencium pipi ibu nya
"wa'alaikumsalam cantik nya bunda, sarapan dulu sayang" ucap Sheila bunda dari zafira. mereka hanya tinggal berdua di rumah minimalis itu, rumah yang tidak terlalu besar namun terlihat mewah dan asri. orang tua zafira bercerai sejak zafira duduk di bangku kelas 1 SD, hubungan zafira dengan ayah nya tidak baik baik saja sampai saat ini bahkan zafira berfikir mungkin ayah nya tidak pernah menganggap nya ada.
Sheila Oktavia Darma anak dari seorang jendral TNI Arya Darma, dia menikah dengan Zafran uriya Atmadja anak dari pengusaha ternama Bagas Uriya Atmadja.
orang tua zafira dulu nya d jodohkan, Sheila menerima semua rencana orang tua nya tapi tidak dengan Zafran ayah zafira, jika Sheila menjalani biduk rumah tangga dengan ikhlas dan mencoba membuka hati nya untuk sang suami hingga akhirnya dia begitu mencintai suami nya itu, lain hal dengan Zafran dia hanya melaksanakan nya hanya karena permintaan dari orang tua nya. semua nya terlihat biasa saja sampai Sheila mengandung zafira saat itu, Sheila tahu bahwa suami nya belum mencintai nya tapi dia tetap sabar menunggu. namun cinta itu tak kunjung hadir, Zafran bahkan sangat acuh pada Zafira putri mereka, hingga suatu malam pertengkaran hebat terjadi antara Sheila dan Zafran, yang akhir nya memutuskan bahwa mereka memilih bercerai agar tidak menyakiti hati masing masing, semua itu di saksikan zafira kecil. sikap ayah nya, perselingkuhan ayah nya, kesabaran ibunya, pertengkaran hebat, tanpa Sheila dan Zafran ketahui zafira menyaksikan itu semua sehingga tertanam dalam hati nya bahwa laki laki hanyalah sumber rasa sakit, jangan kan orang lain ayah nya sendiri saja sudah menyakiti dirinya yang notabene darah daging nya sendiri, apalgi orang lain yang tidak ada hubungan darah. itulah pemikiran nya.
paras cantik zafira membuat para lelaki banyak yang mengagumi nya, namun zafira yang dingin tidak pernah mau berdekat dekat dengan para lelaki itu.
zafira selalu menampakan keceriaan di hadapan orang lain, apalgi jika bersama teman teman nya, tanpa mereka ketahui di balik senyum nya di balik keceriaan nya ada trauma mendalam yang yang susah payah dia redam sendiri.
"sayang apa hari ini kamu jadi bertanding" ucap Sheila.
"insyaallah jadi Bun, kemungkinan aku kebagian main di jam setelah Dzuhur, bunda bisa Dateng ga?"
"insyaallah bunda usahain Dateng lebih awal ya nak, tapi maaf jika nanti bunda telat datang, soal nya d toko lagi kebanjiran orderan"
Sheila mempunyai sebuah toko kue, dulu selepas dia bercerai dengan ayah nya zafira dia tidak ingin menjadi beban orang tua nya, walaupun saat itu opa dan Oma zafira sangat merangkul anak dan cucu nya itu, tapi Sheila hanya meminta bantuan di pinjamkan modal untuk usaha agar dia bisa menghidupi zafira tanpa bantuan Zafran dan merepotkan ayah nya. dari uang yang di pinjamkan itu Sheila membuka usaha kue kecil kecilan hingga bisa mengembalikan uang pinjaman modal itu kepada orang tuanya dan sekarang menjadi salah satu toko kue yang terkenal dan sudah mempunyai beberapa cabang d dalam kota dan luar kota.
zafira tumbuh menjadi anak yang mandiri, walaupun dia anak tunggal tapi Sheila tidak pernah memanjakan nya, Sheila mendidik zafira menjadi wanita tangguh kuat. semenjak usia kelas 5 SD zafira tidak pernah bertemu dengan ayah nya, dia seperti menghindar dari keluarga ayah nya, dia tidak ingin berurusan dengan keluarga ayah nya yang kaya raya itu, dia takut di anggap ingin meminta harta kekayaan ayah nya seperti dulu yang pernah di ucapkan oleh ibu tirinya.
"Bun zafira berangkat dulu ya, do'ain zafira semoga pertandingan kali ini zafira lolos dan bisa lanjut ke tingkat nasional, semoga tidak terluka". pinta Zafira pada bunda nya
"iya sayang, bunda do'ain semoga apa yang kamu cita citakan terwujud, bismillah ya nak, gih hati hati di jalan jangan ngebut bawa motor nya."
zafira menaiki kuda besi kesayangan nya hadiah ulang tahun ke 21 tahun dari opa nya, ya jika anak seusia nya meminta hadiah yang berbau perlengkapan wanita, dia hanya minta motor sport yang sudah lama dia inginkan. zafira memang tomboy, kelas 5 SD dia sudah mulai mengikuti pelatihan ilmu beladiri karate, tapi di usia kelas 1 SMP dia mulai serius menekuni dunia beladiri itu sampai saat ini.
"Bismillahirrahmaanirrahiim, bismillahi tawakaltu 'alallah" zafira mulai melajukan kuda besi kesayangan nya. cuaca hari ini cukup cerah, jalanan tidak terlalu ramai terlihat saat ini ketika dia sedang berhenti di lampu merah tiba tiba motor nyelonong aja tanpa permisi dan menyerempet seorang ibu ibu yang hendak menyebrang. dengan kurang ajar nya orang itu bukanya membantu malah memaki si ibu, zafira memberanikan diri menghampiri mereka, zafira turun dari motor nya tanpa melepas helm.
"woy bang lu kenapa malah maki maki si ibu ini, bukan nya minta maaf kek bantuin berdiri kek malah nyalahin orang, udah jelas lu yang salah nerobos lampu merah"
"alah diem lu ga usah ikut campur, salah dia yang nyebrang gak liat liat, udah tua Bangka mah diem aja di rumah ga usah pergi pergi sendiri"
"eh jaga ya mulut Lo, ga ada sopan sopan nya lu sama orang tua, minta maaf lu".
"bakkk apa sih anj*** lu ga usah ikut campur" ucap si penabrak pada zafira dengan memukul helm yang di kenakan zafira.
zafira emosi dia menantang si penabrak sekalian "banci lu berani nya sama perempuan, sini lu ayo pukul seklai lagi kalo berani dasar manusia ga ada otak lu"
si penabrak melayangkan tinjuan nya ke arah zafira namun sat set sat set zafira menangkis nya dengan mudah dan melumpuhkan pria itu sekejap dan langsung mengikat nya hingga dia tidak bisa berkutik lagi.
zafira menghubungi kepolisian terdekat untuk di tindak lanjuti, kemudian dia membantu si ibu yang terluka dan membawa nya ke klinik terdekat.
"nak terima kasih sudah membantu ibu, maaf ibu merepotkan kamu."
"zafira Bu, panggil saja zafira, tidak apa apa Bu sudah sepatut nya kita saling tolong menolong kan "
"baik sekali kamu nak, semoga Allah selalu menjaga mu dan memberikan mu kebahagiaan, aamiin"
"aamiin" zafira mengaminkan, walau di dalam hati cukup bersama dengan ibu nya saja dia sudah bahagia.
zafira membantu ibu itu dengan memesankan taksi online untuk mengantar nya pulang ke rumah nya, karena zafira tidak bisa mengantarkan si ibu sampai ke rumah nya karena waktu sudah siang dan dia belum sampai ke tempat pelaksanaan pertandingan nya.
sesampainya di gedung tempat pertandingan itu, zafira segera menemui rekan satu team nya.
"ya Allah zaf lu dari mana aja jam segini baru Dateng, belum pemanasan belum siap siap lu mana bentar lagi main, udah sana ganti baju dulu cepetan" ucap Dika Kaka tingkat zafira
"maaf bang, tadi bantuin ibu2 yang ketabrak motor sebentar kasian ga ada yang nolongin" ucap zafira langsung pergi segera berganti pakaian dengan baju karate nya.
selepas kembali dari ganti baju, zafira melakukan pemanasan lebih dulu sebelum bertanding.
"bang aku main setelah ini ya ? pake sabuk apa bang?" ucap zafira
"iya selepas ini kamu main, pakai sabuk biru ya zaf"
"eh bang zafira pinjem sabuk punya team ya bang, sabuk zafira yang biru tadi di pake ngiket orang yang nabrak si ibu yang zafira tolongin biar ga kabur".
"ah elah zaff lu ada ada aja, ya udah gih sana ambil cepetan pake siap2 pinggir lapang".
zafira sudah siap turun bertanding, 2 kali bermain zafira memenangkan pertandingan. sekarang dia bertanding di semi final, zafira melamun ketika tau siapa lawan yang akan dia hadapi sekarang
Arabella wanita menyebalkan yang saat SMA selalu saja mengusik ketenangan nya karena si ketua OSIS yang dia sukai malah menyukai zafira, Arabella menyebut kan bahwa zafira selalu tebar pesona pada setiap laki laki, nyatanya dia yang selalu tebar pesona bukan zafira.
zafira menang melawan Arabella walaupun dia terluka di bagian hidung dan mengeluarkan darah. untung saja bunda nya belum datang, kalau bunda nya lihat bisa histeris dia lihat anak nya berdarah darah.
ketika zafira berjalan ke arah toilet hendak mengganti baju nya dia tak sengaja menabrak seseorang.. sudah meminta maaf dan hendak membatu membersihkan baju nya namun dia menolak, zafira mendengus sebal karena orang itu terus saja mengumpat.
zafira sudah siap bertanding kembali untuk memenangkan gelar juara 1 atau juara 2 nya.
tak lama zafira melihat bunda nya di kursi penonton, dia jauh lebih semangat sekarang karena ada bunda nya, hingga akhir nya dia memenangkan pertandingan ini, di tengah lapang dia bersujud syukur atas kemenangan nya, kemudian dia menghampiri team nya.
"good job zaff, Abang bangga sama kamu, selamat ya" ucap Dika seraya memeluk zafira yang sudah dia anggap seperti adik nya sendiri.
"terima kasih bang, ini semua berkat bantuan Abang yang ga pernah lelah ngebimbing zafira sampai saat ini, do'ain zafira semoga bisa lebih membanggakan lagi". ucap zafira membalas pelukan Dika
Dika memang pelatih nya zafira, tapi mereka masih sepupuan karena Dika adalah anak dari om nya zafira lebih tepat nya anak dari Kaka nya Sheila bunda zafira. hanya Dika yang bisa sedekat ini sama zafira, karena sejak kecil zafira sering di asuh oleh Dika, jarak usia mereka terpaut 7 tahun.
tanpa zafira sadari, di ruang VIP sana ada yang memperhatikan gerak gerik nya.
pengeras suara memanggil Zafira naik ke podium untuk menyerahkan medali beserta piagam nya.
zafira bersyukur setelah istirahat selama 2 tahun dia bisa kembali ada di titik ini.
Alhamdulillah