Abi berangkat menuju kantor nya dengan mengendarai mobil sport kesayangan nya sambil mendengarkan lagu For The Rest Of My Life milik penyanyi religi Maher Zain. ya siapa sangka di balik sikap nya yang dingin dan arogan, Abi adalah orang yang taat beragama, hangat kepada adik adik nya, dulu dia tidak sedingin ini tetapi setelah kejadian dimana dia ditinggalkan cinta pertama nya hanya karena uang membuat Abi berfikiran bahwa semua wanita sama saja cukup dengan uang mereka akan rela meninggalkan orang yang sudah bersama sama lebih lama demi seseorang yang baru dia kenal tapi memberikan kemewahan. Abi memang tidak pernah memperlihatkan bahwa dia anak dari orang kaya, karena dia berfikir itu kekayaan orang tua nya tak sepantas nya dia memperlihatkan kekayaan itu karena itu hasil jerih payah papi nya bukan dirinya. sejak kejadian itu abi tidak pernah membuka hati nya untuk perempuan, dia hanya bermain main saja dengan para perempuan yang mengagumi nya, dan ya semua wanita yang pernah mendekati Abi pasti akan meminta ini dan itu, Abi selalu menuruti kemauan para wanita itu tapi kemudian dia mencampakkan mereka dengan perkataan yang yaa bisa jadi membuat mereka meradang.
mobil Abi berhenti di lampu merah, tak lama sebuah motor sport berhenti di sebelah mobil nya, pengemudi nya terlihat keren dengan helm full face nya.
"brakkkk" terdengar suara seperti seseorang menabrak, ya seorang ibu terserempet motor oleh seseorang, bukan nya meminta maaf dan membantu berdiri, si pemuda malah memaki dan memarahi si ibu padahal sudah jelas dia yang bersalah karena menerobos lampu merah.
Abi memperhatikan orang yang mengendarai motor sport di sebelah mobil nya menghampiri mereka, dia membantu si ibu untuk berdiri, tiba tiba si penabrak memukul kepala orang itu yang untung nya memakai helm.
Abi lihat orang itu pasti tersulut emosi juga, ketika si penabrak hendak memukul nya kembali, orang itu dengan sigap menangkis nya dan seketika melumpuhkan pria itu hanya dengan sekali gerakan,,, Abi takjub melihat nya, kemudian org itu mengambil sesuatu dari tas nya seperti ikat sabuk yang di pakai orang orang yang mengikuti pelatihan beladiri dan mencopot tali sepatu si penabrak kemudian mengikat kan tali sepatu di tangan nya, dan sabuk warna biru itu di pakai mengikat kaki si penabrak.
ya lampu merah disini jalan ini memang sedikit lebih lama, akhir nya Abi jadi menonton aksi si pemuda yang menolong ibu itu, tak ada yang menolong nya, ya begitulah fenomena saat ini, orang lebih dulu mengabadikan kejadian dengan smartphone nya ketimbang membantu si korban.
Abi tercekat ketika melihat si pemuda itu membuka helm nya, wow ternyata dia seorang perempuan berjilbab juga, dari kejauhan Abi memandang dan bergumam "hmm cantik"
tak lama lampu berganti hijau dan Abi melajukan mobil nya. sekilas Abi melirik wanita itu terlihat sedang menghubungi seseorang, mungkin polisi atau tenaga medis untuk menangani si ibu itu, dengan si penabrak yang meringkuk tak berdaya setelah wanita itu ikat.
setibanya di kantor, Abi di kejutkan dengan laporan dari sandi bahwa fina sudah menunggu di ruangan nya.
"mau apa wanita itu kemari sandi?"
"saya tidak tahu bos, dia memaksa masuk".
"hmm ya sudah biar aku saja yang tangani".
Fina ya Stefani amabel wanita tinggi cantik sexy ini adalah salah satu wanita yang dekat dengan Abi, dia rela jauh jauh datang sepagi mungkin untuk bisa bertemu dengan Abi, laki laki yang selama 6 bulan ini menjadi sumber uang nya, Abi tahu dia hanya dimanfaatkan oleh Fina tapi dia sengaja pura pura tidak tahu, hingga dua hari lalu Abi membongkar semua keburukan Fina langsung dihadapan nya. Fina panik karena mungkin dia akan kehilangan salah satu sumber uang nya saat ini.
begitu masuk ruangan, Fina dengan cepat menghampiri Abi
"Abi sayang maafkan aku, itu hanya salah faham, aku berjanji aku akan berubah demi kamu, please jangan tinggalin aku" Fina menggenggam tangan Abi
"lepaskan Fin, aku sudah tak ingin kenal dengan mu, kau terlalu murahan sekali jadi wanita, untuk apa juga aku memaafkan mu, kau kan tidak ada hubungan apapun denganku "
"Abi, apa yang kau katakan, kau anggap apa aku selama 6 bulan ini ? bukan kah kita pacaran ?"
"pacaran ? sejak kapan ? kapan aku meminta mu jadi pacar ku ?"
"maksud mu ? memang kau tidak pernah mengatakan nya, kita ini sudah dewasa tidak perlu pernyataan seperti itu cukup jalani saja kan. perhatian kamu selama ini itu menandakan bahwa kamu juga cinta sama aku"
"wow hebat sekali pemikiran mu Fina, aku mau berdekat dekat dengan mu hanya ingin menjaga pertemanan antara ibuku dan ibumu, aku menghormati ibumu karena itu aku mau berdekat dekat dengan mu, sayang sekali apa yang ibumu bicarakan tentang anak nya ternyata jauh dari kenyataan, sungguh mengecewakan".
"apa kamu bilang,,, keterlaluan kamu Abi"
Fina mengambil tas nya dan keluar meninggalkan ruangan Abi.
"wanita aneh, jalang, benarkan wanita itu sama saja, tidak da cinta yang penting uang uang uang... ya benar hanya mami ku dan adik adiku wanita yang tulus menyayangiku, tanpa minta ini dan itu, yaa karena mereka minta nya ke papi haha" gumam Abi.
tak terasa meeting yang Abi lakukan selesai lebih cepat.
"bos maaf apa bos mau berangkat sekarang ke tempat kejuaraan yang di sponsori perusahaan kita itu ? tuan besar tadi sudah menghubungi saya katanya bos harus datang kesana"
"hmm tidak san, aku akan mengerjakan pekerjaan ku yang belum selesai, mungkin nanti selepas Dzuhur aku akan datang kesana".
"baiklah bos, tapi tuan besar meminta saya datang kesana sekarang katanya butuh bantuan saya, bagaimana bos ?"
" ya sudah san tidak apa apa, kau pergi saja duluan, nanti aku menyusul, mungkin ada hal penting makanya papi minta tolong padamu datang lebih dulu"
"baiklah bos saya pergi duluan ke sana, hubungi saya segera jika ada sesuatu, saya permisi bos"
"hmm ya silahkan san"
sepeninggalan sandi, Abi duduk di kursi kebesaran nya dia mulai mengerjakan sisa pekerjaan nya agar bisa selesai sebelum berangkat menyusul orang tua dan juga sekertaris nya ke tempat acara itu, namun tiba tiba Abi mengingat kejadian tadi pagi saat si wanita menolong ibu ibu yang terserempet motor.
"hah apa ini kenapa tiba tiba aku kefikiran wanita itu, hah mengganggu saja, wanita macam apa itu modelan nya kek laki laki gitu gak ada anggun anggun nya, ya cantik sih memang tapi bar bar juga haha"
FYI si Abi itu dulu waktu kecil nya di arahkan juga buat belajar beladiri oleh papi nya, tapi tidak lama karena dia tidak menyukai pelatihan itu, hingga sampe sekarang dia lebih memilih menyewa bodyguard daripada dia yang harus adu jotos kalo ada yang mengganggu nya.