Entah apa yang terjadi pada diri Abi, kenapa dia seperti tertarik dengan perempuan itu, setelah kejadian tadi pagi di jalan raya, kemudian dia bertabrakan dengan nya saat di lorong, entah kenapa ada perasaan beda di hati Abi tiba tiba saja dia menjadi ingin tahu siapa sebenarnya wanita itu, Abi merasa aneh dengan diri nya sendiri saat ini.
saat zafira menaiki podium untuk menerima penghargaan, diam diam Abi mengambil potret zafira dari kejauhan. tanpa Abi sadari sebenarnya pak Lutfi memperhatikan gerak gerik putra nya itu.
"bi fotoin siapa kamu?"
"enggak Pi, Abi ga fotoin siapa siapa, cuma mengabadikan situasi disini aja" ucap Abi mengelak, padahal pak Lutfi tahu anak nya dari tadi memperhatikan hanya satu pertandingan saja, yaitu di arena 2 dimana arena nya tepat di depan ruang VIP, dan mata nya hanya memperhatikan ketika zafira saja yang bertanding.
"kamu lihat itu bi, atlet perempuan yang sedang menerima medali emas itu. dia itu atlet favorit Papi sebener nya, nama nya Zafira Mecca, main nya apik banget, dia baru kembali bertanding setelah rehat 2 tahun karena kecelakaan motor yang mengakibat kan tulang kaki nya retak. cantik kan bi zafira"
"biasa saja sama seperti perempuan lain nya" jawab Abi cuek, padahal dia sedikit senang mendapat info dari papa nya.. hmm zafira gumam nya dalam hati.
tiba tiba tim panitia meminta pak Lutfi ikut hadir untuk foto bersama atlet yang yang baru saja menerima penghargaan, pak Lutfi mengajak serta putra nya untuk ikut gabung.
pak Lutfi kemudian menyalami satu persatu atlet yang berada di podium, tepat saat menyalami zafira pak Lutfi berkata "selamat datang kembali nak, selamat atas kemenangan mu"
"ah iya terima kasih pak" jawab zafira bingung, selamat datang kembali aneh darimana bapak itu tau aku baru kembali bertanding gumam zafira.
tiba giliran Abi yang menyalami para atlet, dengan wajah dingin nya dia menyalami atlet tanpa ada ucapan apapun, hanya saat berjabat tangan dengan zafira Abi berkata
"selamat atas kemenangan mu, dan terima kasih sudah mengotoris pakaian ku tadi"
mendengan ucapan itu zafira yang tadi nya menunduk tiba tiba langsung mengangkat kepala nya dan menatap mata Abi dengan terkejut, ternyata orang yang tadi tak sengaja dia tabrak adalah salah satu orang penting yang menjadi sponsor sukses nya kejuaraan ini.
dengan tegang zafira menjawab ucapan Abi... "terima kasih pak, sekali lagi mohon maaf saya tidak bermaksud mengotori baju bapak, saya akan lebih berhati hati" ucap nya kemudian kembali menundukkan kepala.
tingkah Abi saat ini tak luput dari pandangan pak Lutfi, dia jadi penasaran kok tumben anak nya mau bicara dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal, kecuali jika di kenalkan dulu oleh orang tua nya, terlebih ini seorang perempuan.
setelah mereka melakukan foto bersama, pak Lutfi bertanya pada putra nya
"bi apa yang kamu katakan pada zafira ? apa kamu mengenal nya?"
"tidak Pi, Hanya mengucapkan terima kasih karena sudah mengotori baju Abi".
"maksud kamu apa bi?"
"ya tadi saat d lorong gedung menuju kesini, dia menabrak Abi dan kopi yang Abi beli tumpah mengenai jas Abi, makanya Abi tidak memakai nya sekarang".
"ya ampun Abi, pasti kamu mengintimidasi dia ya, perihal begitu saja kamu kok dipermasalahkan, pantas saja anak itu langsung murung begitu di Salami kamu, huh ada ada saja kamu bi"
"papi santai aja kenapa sih, ga usah marah gitu ke Abi, Abi ga kasar ko"
"sampai kapan kamu mau bersikap arogan seperti itu pada perempuan, awas Lo nanti kamu malah jodoh sama zafira".
"ckkk papi ni ada ada aja, masa sama bocah sih, kek ga ada cewe yang lebih dewasa aja"
"Halah di kasih yang dewasa juga tetep kamu tuh jutek, arogan, gimana betah cewe cewe kalo kamu nya kaya gitu, sekalinya si perempuan d bikin nyaman, ujung2 nya kamu hempaskan juga, jangan fikir papi ga tau ya apa yang kamu lakukan".
"iya deh papi mah si serba tauuu"
"ya sudah ayo, mau langsung pulang atau kemana dulu. papi mau pulang langsung sudah mau magrib juga."
"papi duluan aja pulang, Abi mau ke toko kue dulu si kembar minta di beliin rainbow cake."
"ya sudah papa duluan aja kalo gitu sama sandi ya, kamu jangan kemana mana lagi langsung pulang ke rumah setelah membeli kue untuk si kembar"
"oke baik pi, hati hati bawa mobil nya san, nanti kamu juga langsung pulang saja tidak usah ke kantor dulu."
"baik bos"