Lutfi penasaran dengan tas yang baru saja sopir nya bawakan, akhir nya dia mengambil tas itu dan coba membuka nya. tak ada barang spesial hanya ada sebuah buku catatan, sabuk berwarna hitam dengan logo perguruan di ujung nya yang pasti Lutfi paham sabuk apa itu. ketika membuka resleting bagian luar dia menemukan sebuah dompet pink berlogo sho*** Mar*** , Lutfi coba membuka nya terdapat sebuah foto perempuan yang Lutfi fikir pasti ini foto ibu nya gadis itu, di sela sela dompet nya Lutfi mencoba mengambil KTP dan yang ada di dompet itu dan memperhatikan nya dengan seksama
"Zafira Mecca Uriya Atmadja, kenapa nama belakang nya sama dengan nama Zafran, apa mungkin zafira anak nya Zafran rekan bisnis ku, tapi setahu aku Zafran tidak memiliki anak". gumam Lutfi yang bingung dan kaget ternyata gadis yang menolong istri nya adalah si atlet favorit nya.
Lutfi kemudian membereskan kembali tas nya zafira, dan segera menyusul istri nya di kamar, ingin segera memberitahu kan apa yang dia temukan.
"mi mami sayang sini deh ada yang mau papi tunjukan sama mami". ujar Lutfi pada istri nya.
"apaan si pi" seraya mengahmpiri suami nya.
"tadi si Ujang ngasih belanjaan mami ke papi sama ngasih ini, tas si gadis yang nolongin mami, papi coba periksa isinya ternyata ada dompet nya dia. dan mami tau gak apa yang papi temuin".
"ya mana mami tau lah Pi kan papi yang periksa tas nya, emang apa yang papi temuin, ga sopan banget si Pi buka buka tas orang". gerutu Julia.
"ih si mami, ini loh papi nemuin KTP nya dia, dan ternyata ini milik zafira, si anak yang kemaren sempet papi ceritain ke mami, atlet favorit Papi itu loh".
"maksud papi yang nolongin mami tuh zafira si atlet karate yang papi kagumin itu, yang kata papi pertandingan nya bagus bgt walau udah istirhat 2 tahun karena cidera".
"iya mi, tapi papi sedikit bingung pas lihat nama zafira di KTP nya. disitu tertera nama nya Zafira Mecca Uriya Atmadja. nama belakang nya sama dengan nama Zafran salah satu kolega bisnis papi. tapi setau papi Zafran tidak punya anak".
"ya mungkin anak sodara nya kali Pi yang sama sama dari keluarga Atmadja".
"enggak mi papi tau papa nya Zafran hanya punya dua anak, Zafran dan Kaka perempuan nya. Kaka nya Zafran menikah sama pria bule dan anak anak nya ga pake nama belakang Uriya Atmadja." ujar Lutfi.
"ya sudah lah pa ga usah di fikirin, kebetulan aja mungkin. terus besok jadi kan ke RS nya".
"ga usah mi, kita langsung aja ke rumah nya zafira besok pagi, papi sudah tau alamat rumah zafira dari ktp nya dia barusan".
"oke baiklah, ayo kita istirahat mami sudah lelah".
********
tengah malam Sheila terbangun ingin melihat kondisi putri nya, takut terjadi apa apa padanya.
Sheila terkejut ketika mendapati putrinya menggigil dan demam sesudah mengalami luka tusuk. Ia tidak menganggap keluhan itu sebagai efek luka yang pasti wajar. Ia segera menghubungi layanan kesehatan, lalu membawa Zafira kembali diperiksa malam itu.
Setelah mendapat penanganan dan diperbolehkan melanjutkan pemulihan di rumah, Zafira beristirahat. Sheila mengikuti petunjuk pemantauan dan kontrol yang diberikan, termasuk kembali meminta pertolongan bila keadaannya berubah. Menjelang pagi demamnya menurun, tetapi Sheila tetap menemaninya; suhu yang turun tidak membuat luka dianggap selesai.
dia tidak melanjutkan tidur nya, dia kemudian menunaikan solat tahajjud, dan berdo'a agar putri nya baik baik saja, Sheila takut Zafran akan mengambil zafira dari dirinya, karena setelah bertahun tahun tiba tiba saja mantan mertua nya menghubungi nya dan meminta di pertemukan dengan zafira.
ya Sheila selama ini menyembunyikan zafira dari keluarga mantan suami nya, setelah terakhir kali saat zafira kelas 5 SD dia bertemu dengan ayah nya dan berharap rangkulan kasih sayang yang dia dapatkan namun hanya ternyata hanya hinaan dan penolakan yang Zafran berikan pada zafira sehingga membuat zafira trauma sampai saat ini.
*****
" piii buruan dong lama banget deh". teriak Julia pada suami nya.
"iya mi sabar dong, sebentar. loh Abi kok kamu masih ada di rumah". tanya Lutfi pada putra nya heran karena jam sudah menunjukan pukul 10 pagi tapi anak nya masih ada di rumah belum berangkat ke kantor.
"iya Pi Abi sengaja masuk agak siangan tadi selepas subuh tidur lagi, agak kurang fit nih badan nya. ini baru mau berngkat sekarang. bye the way ini Romeo sama Juliet mau pada kemana udah rapi kaya gini". tanya Abi pada orang tua nya.
"mami sama papi mau ke rumah gadis yang kemaren nolongin mami."
"ohh ya udah deh, Abi duluan ya mi Pi". pamit Abi seraya mencium tangan kedua orang tua nya, tanpa Abi mau tahu rumah yang akan orang tua Abi kunjungi adalah rumah zafira, gadis yang sudah mengusik hati Abi beberapa hari ini.
*****
sampai di depan sebuah rumah minimalis dengan nuansa putih dan coklat yang terlihat sederhana namun asri..
ting tong ting tong, suar bel berbunyi. Sheila yang hari ini sengaja tidak datang ke toko karena ingin merawat putri nya terheran siapa gerangan yang bertamu pagi pagi, terlintas dalam fikiran Sheila apa mungkin itu keluarga mantan suami nya, ada sedikit keraguan untuk membuka pintu nya namun Sheila mengurungkan niat nya dan dia berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
"assalamu'alaikum... benar ini rumah nak zafira". tanya Julia pada Sheila.
"wa'alaikumsalam iya benar ini rumah zafira, mohon maaf ibu siapa ya? eh masuk masuk Bu maaf saya malah bertanya tapi tidak mempersilahkan ibu dan bapa masuk". ucap Sheila pada mereka.
mereka memasuki ruang tamu dan duduk, Julia dan Lutfi memperhatikan rumah zafira yang rapi dan banyak foto yang Lutfi yakini itu pasti foto zafira dan ibunya ini, tapi Lutfi dan Julia penasaran mengapa tidak terlihat foto dimana zafira dengan ke dua orang tua nya.
"maaf pak Bu, emmhhh bukan nya itu tas anak saya ya". tanya Sheila heran saat Julia membawa masuk tas milik putri nya.
"oh iya sampe lupa, sebelum nya perkenal kan Bu saya Julia dan ini suami saya Lutfi ". ucap Julia memperkenalkan diri nya dan suami nya.
"oh iya Bu salam kenal juga saya Sheila bunda nya zafira, sebetul nya ada apa gerangan sehingga membuat Bu Julia dan pak Lutfi datang kemari."
"begini dek Sheila, boleh kan saya panggil dek, saya rasa usia dek Sheila lebih muda dari saya". ucap Julia.
"o iya tidak apa apa, kalau begitu saya panggil mbak Julia saja ya" ucap Sheila sambil tersenyum.
"baiklah dek, ini mbak datang kesini ingin mengantarkan tas nya zafira seklaigus mengucapkan terima kasih dan ingin melihat juga keadaan zafira sekarang, karena kemarin zafira sudah menyelamatkan mbak dari para penjambret, mbak sempat akan membawa zafira ke rumah sakit tapi dia menolak kemudian pergi sendiri. mbak menyusul dia ke rumah sakit terdekat tapi sayang mbak terlambat karena zafira sudah pulang, mbak sempet kecewa karena belum mengucapkan terima kasih pada zafira. tapi Alhamdulillah karena tas nya zafira yang tertinggal kami jadi bisa kesini langsung karena tahu dari ktp nya." cerita Julia pada Sheila
"ya Allah mbak mas maaf zafira jadi merepotkan kalian." ucap Sheila tak enak hati.
"tidak merepotkan dek, kami senang bisa datang kesini, sudah sepatut nya juga kami bertanggung jawab dengan kondisi zafira saat ini, karena bagaimana pun dia terluka karena membantu istri saya". ucap Lutfi.
"dek, boleh kami bertemu zafira ? bagaimana keadaan nya, mbak sangat menghawatirkan nya,"
"tentu saja boleh mbak, zafira ada di kamar nya, semalam ketika pulang saya pun terkejut melihat kondisi nya, dan tengah malam dia demam tinggi, tapi Alhamdulillah sekarang sudah tidak demam, sebentar saya panggilkan dulu ya mbak mas". ucap Sheila yang di angguki Julia dan lutfi seraya beranjak pergi dari ruang tamu.