Arka mendengar tuntutan mengenai perbuatannya tanpa membawa foto Hendra ke meja. Rangga telah menerima bahan yang ingin disampaikannya, termasuk penjelasan mengapa jaringan itu dibentuk. Penjelasan tersebut memberi konteks, tetapi tidak mengubah orang yang ketakutan menjadi biaya yang pantas dikeluarkan untuk mencari pembunuh ayahnya.
Di persidangan, mantan anggota kelompok menerangkan penggunaan tempat dan penyimpanan senjata. Catatan pengeluaran serta pesan Arka menunjukkan keterlibatan yang tak dapat dijawab dengan mengatakan ia hanya datang ke gudang. Ia mengetahui pengelolaan tersebut dan tetap memakainya untuk urusan pribadi. Perintah agar orang lain dibawa menghadiri pertemuan juga diperiksa berdasarkan kejadian yang dapat dibuktikan.
Ia diberi kesempatan menjawab. Arka mengatakan ia pernah mengira uang dan pengaruh membuatnya berhak menuntut jawaban dengan caranya sendiri. Ia tidak menyebut Tara sebagai perempuan yang menyelamatkannya. Tara telah melaporkan sesuatu yang berbahaya. Keputusan menyerahkan bahan dan menerima pemeriksaan tetap tanggung jawabnya sendiri.
Putusan menjatuhkan pidana penjara tiga tahun atas peran yang terbukti dalam perkara jaringan dan senjata. Ketika seluruh proses hukum yang ditempuh selesai, putusan tersebut dijalankan. Tidak ada permintaan agar pekerjaan perusahaan menggantikan masa pidananya, dan tidak ada janji rahasia bahwa penyerahan bahan tentang Slamet akan membuat perbuatannya hilang.
Ratna datang pada hari terakhir sebelum ia menjalani hukuman. Ia membawa pakaian yang diperbolehkan dan satu buku yang dulu dibaca Hendra. Arka menerima pakaian, tetapi meminta buku dititipkan sampai ia mengetahui aturan barang yang dapat dibawa. Ia tidak ingin kunjungan pertama mereka dimulai dengan meminta pengecualian.
'Ibu berharap kamu tidak perlu sampai di sini,' kata Ratna.
'Aku juga. Tapi aku yang memutuskan banyak hal sebelum sampai di sini.'
Ratna menyentuh tepi tas. Ia mengatakan akan tetap menjawab panggilan yang berkaitan dengan surat dan keuangan lama, meskipun jabatannya telah berakhir. Arka mengangguk. Hubungan mereka tidak pulih hari itu, tetapi untuk pertama kalinya keduanya tidak meminta yang lain menyembunyikan sesuatu agar keluarga terlihat utuh.
Penanganan pengaduan privasi berjalan melalui jalur tersendiri. Laporan Laras serta catatan akses memperjelas bahwa gambar ruang ganti memang pernah tersedia bagi pengguna yang tidak berhak melihatnya. Para pegawai yang terdampak memiliki pendamping dalam menuntut pemulihan. Perusahaan menjalankan kewajiban yang ditetapkan dalam penyelesaian tersebut, termasuk penanganan data, pembiayaan pendampingan, dan kompensasi yang disepakati melalui proses yang dapat diperiksa.
Arka ikut bertanggung jawab secara pribadi pada bagian yang menjadi kewajibannya. Ia tidak meminta pegawai menandatangani pujian atau menerima permintaan maaf untuk memperoleh hak mereka. Nama serta gambar mereka tetap dilindungi. Bahan yang diperlukan dalam perkara disimpan sesuai ketentuan pemeriksa; salinan lain ditangani melalui pengawasan yang tidak lagi berada di tangannya.
Tiga mantan asisten juga dimintai keterangan mengenai tuduhan lama. Satu mengakui pernah menerima pembayaran untuk memberikan informasi jadwal kepada Aryo. Dua lainnya meninggalkan pekerjaan karena tekanan dan rasa takut. Arka telah menyatukan ketiganya dalam cerita tentang pengkhianatan tanpa pemeriksaan yang cukup.
Ia mengirim pembetulan melalui penasihat kepada pihak yang pernah menerima tuduhan tersebut. Nama orang yang tidak terbukti menerima suap dibersihkan dari laporan internal. Ia tidak menerbitkan rincian kehidupan mereka untuk menunjukkan bahwa ia kini mampu mengaku salah. Mereka berhak menerima pembetulan tanpa kembali menjadi bahan pembicaraan staf.
Untuk Tara, ia menulis surat yang diserahkan melalui Damar. Damar bertanya dahulu apakah Tara ingin menerimanya. Tara mengatakan iya, tetapi ia tidak berjanji membalas. Ia membacanya di rumah setelah Surti tidur.
Arka menyebut perbuatannya dengan terang: ia memakai kebutuhan medis Surti untuk menekan keputusan Tara, membawanya ke tempat bersenjata tanpa penjelasan yang layak, meminta ia mendekati Aryo, serta membiarkan pengawasan yang merendahkan pegawai. Ia mengakui kemarahan atas Hendra tidak memberinya hak melakukan semua itu.
Surat tersebut tidak memuat permintaan kunjungan, janji pernikahan, atau perhitungan uang yang pernah dibayarkan. Bagian terakhir hanya mengatakan bahwa catatan bantuan tetap berlaku sebagaimana ditulis dan tidak akan ditagih karena Tara berhenti bekerja. Arka telah meminta pengelola urusannya memastikan tidak ada penagihan dari pihak lain.
Tara melipat surat itu setelah membaca. Ia menyimpannya bersama dokumen lama, lalu mengatakan kepada Damar bahwa ia belum ingin memberi jawaban. Ia tidak harus menanggung kesepian Arka supaya keputusan melapor terasa dapat dibenarkan. Surti mendengar ceritanya keesokan pagi dan tidak menyuruhnya datang atau memutus seluruh hubungan. Ia hanya menanyakan apa yang Tara sendiri inginkan.
'Sekarang aku ingin bekerja dan merawat hidup kita dulu,' jawab Tara.
Pada pekan-pekan pertama, Arka berkali-kali menghitung waktu yang harus dijalani dan kesal ketika hitungannya tidak membuat satu hari terasa lebih singkat. Ada hari ketika ia menyalahkan proses, ada pertengkaran yang membuatnya sadar ia masih ingin menentukan bagaimana orang lain berbicara. Ia belajar menghentikan kebiasaan itu melalui aturan yang berlaku baginya juga, bukan melalui seseorang yang dibayar untuk mengalah.
Pada bulan kedua, Arka menulis daftar pekerjaan perusahaan yang menurutnya perlu diprioritaskan. Ia hampir menyerahkannya kepada Rangga bersama dokumen pribadi. Rangga bertanya apakah daftar itu merupakan pendapat pemilik yang disampaikan pada tempatnya atau usaha mengendalikan pengurus dari luar. Arka membaca ulang sembilan baris perintah yang ditulisnya.
Ia mencoret bagian yang menugaskan orang dan menyimpan kertas itu. Jika ada urusan kepemilikan yang sah untuk dibicarakan, ia akan menyampaikannya melalui mekanisme yang berlaku. Pengurus baru tidak bekerja untuk menunggu ia selesai marah. Pengakuan tersebut membuatnya malu, tetapi Rangga tidak menyelamatkannya dengan mengatakan kebiasaan itu wajar bagi seorang pemimpin.
Ratna berkunjung sesuai jadwal. Rangga mengurus kebutuhan hukum yang tersisa. Perusahaan berjalan di bawah pengurus baru, dan Arka tidak mengendalikan rapat dari balik pesan pribadi. Ia memberikan kuasa terbatas untuk urusan kepemilikan yang perlu diselesaikan dan menerima bahwa jabatan lamanya tidak menunggu kosong sampai ia pulang.
Pada suatu kunjungan, Ratna membawa kabar bahwa pohon di halaman rumah besar telah dipangkas. Arka teringat cerita tentang Hendra yang menanam tanpa sempat merawat semua cabangnya. Mereka berbicara beberapa menit tentang taman, kemudian diam. Tak ada foto keluarga baru yang dapat menutupi apa yang terjadi. Meski begitu, mereka mulai dapat menghabiskan waktu tanpa menyusun alasan untuk saling menuntut diam.