Tara menerima panggilan untuk memberikan keterangan setelah mulai bekerja di firma barunya. Ia membacanya bersama Damar, kemudian mengajukan izin dengan menunjukkan jadwal yang diperlukan. Atasannya tidak meminta cerita tentang keluarga Wijaya untuk membenarkan izin tersebut. Tara menyiapkan tugas yang dapat diserahkan kepada rekannya dan datang pada waktu yang ditentukan.
Keterangannya mengenai gudang tidak berubah menjadi kesaksian tentang kecelakaan Hendra. Ia tidak berada di bengkel tujuh tahun lalu, tidak mendengar Slamet memerintahkan perubahan pada kendaraan, dan tidak memeriksa rekening yayasan. Pertanyaan mengenai hal-hal itu dijawab oleh saksi serta pemeriksa yang memang memiliki pengetahuan terkait.
Di ruang sidang perkara jaringan Arka, Tara menceritakan perjalanan ke perkebunan, pengawalan di gerbang, senjata yang terlihat, dan posisi Arka dalam pertemuan. Ia juga menjelaskan tekanan mengenai pekerjaan serta bantuan Surti. Ketika ditanya apakah ia melihat Bentong ditahan di sana, ia menjawab tidak. Ia mendengar namanya disebut, bukan melihat orang itu hadir.
Arka duduk bersama penasihatnya. Ia tidak berusaha menangkap pandangan Tara untuk meminta jawaban yang lebih ringan. Seusai memberikan keterangan, Tara keluar didampingi Damar dan mengirim kabar kepada Surti bahwa ia akan pulang setelah makan. Ia tidak menunggu Arka di lorong.
Perkara Hendra berlangsung pada hari-hari yang berbeda. Arka menghadirinya sebagai anak korban ketika diperbolehkan, sambil tetap menjalani proses atas perbuatannya sendiri. Ia tidak menjadi orang yang memeriksa Bentong atau menentukan urutan bukti. Ia harus mendengar pertanyaan dari kedua pihak, termasuk bagian yang membuat keterangan saksi tampak kurang pasti daripada yang dibayangkannya.
Slamet menyangkal memerintahkan pembunuhan. Ia menyebut pembayaran kepada bengkel sebagai biaya biasa yayasan dan menuduh Arka menyusun perkara untuk menguasai seluruh keluarga. Kuasa hukumnya mempertanyakan jeda tujuh tahun, ingatan Bentong, serta perubahan laporan kendaraan. Pertanyaan itu tidak disingkirkan hanya karena Arka telah lama yakin pamannya bersalah.
Arsip dari asuransi dan bengkel dibuka dengan penjelasan asalnya. Pemeriksa menerangkan bagian yang dapat dinilai dari foto serta laporan lama, juga bagian yang tak mungkin dipastikan karena kendaraan sudah tak tersedia. Darto memberikan keterangan tentang perannya sebelum kecelakaan. Bentong menjelaskan pengantaran uang dan pesan, lalu mengakui bagian yang tidak disaksikannya sendiri.
Ada ketidaktepatan tanggal dalam ingatan Bentong yang harus dibetulkan berdasarkan dokumen. Pembetulan itu dicatat, bukan disembunyikan agar ceritanya terdengar mulus. Bagian penting keterangannya diuji dengan pembayaran lama, jadwal kendaraan masuk bengkel, dan penjelasan Darto. Perkara tidak berdiri hanya di atas satu orang yang ingin menyelamatkan dirinya.
Ratna memberikan surat Hendra melalui proses penyerahan yang sudah dicatat. Ia menjelaskan kapan menerimanya, mengapa menyampaikan rencana Hendra kepada Slamet, dan mengapa menyimpan surat setelah suaminya meninggal. Ia menangis ketika ditanya mengenai tujuh tahun diam, tetapi tidak menjadikan tangis itu jawaban pengganti.
Arka mendengar bahwa ayahnya hendak menghentikan penyalahgunaan nama perusahaan untuk kepentingan Slamet. Bahan keuangan pada tahun tersebut menunjukkan persoalan yang berbeda dari pembayaran proyek Kalimantan tujuh tahun kemudian. Kesamaan orang dan yayasan tidak dipakai untuk menghapus perbedaan tanggal. Setiap rangkaian diuji dengan dokumennya sendiri.
Persidangan berjalan berbulan-bulan. Ada penundaan, pemeriksaan tambahan, dan hari ketika Arka pulang tanpa mendengar sesuatu yang baru. Ia pernah ingin memaksa waktu bergerak lebih cepat. Kini ia tidak lagi mempunyai orang yang dapat disuruh membawa saksi ke tempat rahasia, dan ia mulai memahami mengapa kehilangan kuasa itu perlu.
Pada hari putusan perkara Hendra, Ratna duduk beberapa kursi darinya. Mereka datang terpisah. Tidak ada pernyataan bahwa hubungan ibu dan anak telah pulih hanya karena keduanya ingin mendengar hasil yang sama.
Majelis menyatakan rangkaian bukti membuktikan keterlibatan Slamet dalam perencanaan kematian Hendra, dengan Darto sebagai pelaksana perubahan pada kendaraan. Peran Bentong dalam membantu pengantaran juga dinilai, bukan dihapus karena ia kemudian memberi keterangan. Hukuman penjara dijatuhkan sesuai peran yang terbukti; Slamet menerima pidana seumur hidup.
Ratna tidak dinyatakan sebagai pemberi perintah pembunuhan. Perbuatannya mengungkap rencana Hendra dan menahan surat tetap tercatat dalam penilaian perkara. Ia kehilangan kedudukannya dalam tata kelola perusahaan dan harus menjawab pertanyaan keluarganya tanpa dapat bersembunyi di balik jabatan komisaris.
Slamet berbalik ketika petugas memintanya berdiri. Untuk sesaat tatapannya bertemu dengan Arka. Lelaki yang dahulu memanggilnya keponakan kini tidak mempunyai sesuatu untuk ditawarkan selain pandangan keras. Arka tidak mendekat, tidak mengancam, dan tidak membalas dengan janji bahwa penderitaan pamannya baru dimulai.
Ratna menemukannya di dekat pintu setelah ruang sidang mulai kosong. Ia bertanya apakah Arka ingin ditemani pulang. Arka menjawab ia akan bersama Rangga dahulu dan akan memberi kabar ketika siap berbicara. Ratna mengangguk. Ia tidak meminta anaknya menenangkan dirinya karena ia sendiri sedang menangis. Mereka berpisah dengan kesedihan masing-masing, tanpa mengubah putusan hari itu menjadi alasan untuk menuntut kedekatan yang belum pulih.
Ia keluar bersama Rangga. Di halaman, beberapa orang mencoba meminta tanggapannya. Arka mengatakan ia menghormati putusan dan tidak akan membagikan identitas pegawai atau rincian saksi. Pernyataan berikutnya disampaikan melalui penasihatnya. Ia tidak menyebut dirinya pemenang.
Perkara dana proyek diselesaikan melalui persidangan tersendiri. Bukti tagihan palsu, korespondensi, pengaliran enam miliar, dan keterangan para pihak menjadi dasar penilaian terhadap Aryo serta Dewi. Mereka dinyatakan bersalah atas perbuatan yang terbukti dalam pengaturan tagihan dan dana tersebut. Kewajiban pemulihan serta penelusuran aset dijalankan; dua belas miliar untuk layanan nyata tidak diubah menjadi kerugian fiktif.
Aryo dan Dewi tidak dinyatakan terlibat dalam pembunuhan Hendra. Laporan akhir tetap mencatat lampiran surat yang belum ditemukan dan keterbatasan pemeriksaan tanda tangan. Putusan perkara dana didasarkan pada korespondensi, pengaturan tagihan, serta aliran uang yang dapat dibuktikan; tuduhan lain dalam daftar lama tidak ikut dianggap benar.
Tara membaca kabar putusan setelah pulang bekerja. Ia meletakkan ponsel di meja dan membantu Surti menggeser kursi sebelum jadwal perawatan berikutnya. Ibunya bertanya apakah Arka akhirnya dapat beristirahat. Tara menjawab ia tidak tahu. Perkara ayahnya telah memperoleh jawaban, tetapi lelaki itu masih harus mendengar putusan mengenai apa yang dilakukan atas nama dendamnya sendiri.