Tara sedang memeriksa lowongan pekerjaan ketika pemberitahuan rapat penutup tahap audit muncul. Ia tidak buru-buru menutup halaman pencarian kerja. Ia menyimpan satu lamaran yang belum selesai, kemudian membaca undangan perusahaan. Namanya tercantum untuk menjelaskan riwayat inventaris yang pernah dicatat, bukan untuk menyetujui hasil keuangan.
Kepala audit membuka rapat dengan menampilkan laporan yang kini memiliki angka pembayaran lengkap. Pengaksesan rinci telah disetujui untuk peserta yang perlu menilai hasil, termasuk penjelasan terbatas bagi Tara mengenai pekerjaannya sendiri. Tara merapatkan kursinya ketika auditor membuka halaman perbandingan. Untuk pertama kalinya ia dapat melihat berapa nilai pembayaran yang selama ini hanya muncul sebagai nomor berkas.
Anggaran awal dua ratus miliar dan proyeksi tiga ratus lima puluh miliar tetap dua dokumen dengan status berbeda. Proyeksi itu tidak pernah menjadi bukti bahwa seratus lima puluh miliar dicuri. Pembayaran yang ditemukan pada subkode B berjumlah delapan belas miliar rupiah kepada PT Lintas Tapak. Nilainya cocok dengan satu bagian biaya pada lembar lanjutan, bukan dengan keseluruhan angka proyeksi.
Dua keluaran yang didukung berita acara memiliki nilai kontrak gabungan dua belas miliar. Satu keluaran lain, bernilai enam miliar, semula disebut sebagai tahap koordinasi dan penerimaan akhir. Pemeriksaan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima hasilnya tidak menemukan pekerjaan yang sesuai. Vendor kemudian menyerahkan versi daftar pekerjaan serta korespondensi yang berbeda dari paket yang diunggah unit proyek.
Tara mendengarkan tanpa mengetik kesimpulan. Ia ingat berkali-kali diminta membedakan dokumen yang belum ada dari pekerjaan yang tak dilakukan. Kini dasar pertanyaannya telah berubah: ada dokumen baru, keterangan penerima, serta pengakuan pihak yang membuat tagihan yang dapat dibandingkan.
'Bagian enam miliar dimasukkan mengikuti permintaan Aryo,' kata kepala audit, membacakan hasil yang sudah diuji. 'Keterangan vendor didukung korespondensi dan catatan penyusunan faktur. Bahan mengenai dana yang diteruskan tidak diperoleh Tara dari akses pribadi. Bagian tersebut ditelusuri melalui proses pemeriksaan tersendiri.'
Arka duduk di ujung meja. Ia tidak tersenyum ketika nama sepupunya disebut. Rangga telah mengingatkannya bahwa benar mengenai satu dugaan tidak membuat seluruh daftar tuduhannya menjadi benar. Ia menunggu sampai auditor selesai.
Korespondensi proyek memperlihatkan Aryo mengetahui lampiran batas kewenangan belum diterbitkan. Ia tetap meminta pembayaran memakai surat pelaksanaan yang belum lengkap. Di antara balasan terdapat permintaan agar penerimaan tahap terakhir dicantumkan meskipun pekerjaan itu belum dilakukan. Akses akun, sumber pesan, dan penjelasan penerima diperiksa bersama; kesimpulan tidak hanya berasal dari nama yang tersimpan di telepon seseorang.
Pemeriksaan berikutnya menelusuri penerusan bagian dana kepada yayasan yang dikuasai Slamet dan kepada Dewi. Enam miliar itu tidak seluruhnya berhenti di rekening yang sama: empat miliar masuk ke jalur yayasan, dua miliar kepada Dewi melalui tagihan perantara. Dewi menyebutnya komisi jasa. Keterangan tersebut dicatat, lalu dibandingkan dengan pesan mengenai keluaran yang sengaja ditambahkan.
Dewi telah mendapat kesempatan menjawab dengan pendamping. Dalam salah satu jawaban tertulisnya ia mengakui mengetahui tahap terakhir tidak dilaksanakan, tetapi menganggap keluarga berhak menerima imbalan atas pengaturan proyek. Pengakuan itu menerangkan keterlibatannya dalam penggelembungan tagihan. Itu tidak membuktikan ia pernah terlibat dalam kecelakaan Hendra tujuh tahun sebelumnya.
'Yang diteruskan ke pemeriksa adalah dugaan berdasarkan rangkaian bahan ini,' kata kepala audit. 'Bukan semua tuduhan lama. Pemulihan dana, tanggung jawab kontrak, serta perbuatan pidana akan ditangani pada jalurnya masing-masing.'
Tara bertanya apakah dua belas miliar untuk dua keluaran nyata juga dinyatakan sebagai uang yang dicuri. Auditor menjawab tidak. Dokumen penerimaan dan hasil pekerjaan mendukung dua keluaran tersebut. Kekurangan otorisasi tetap perlu diperbaiki dan dinilai, tetapi tidak menghapus pekerjaan yang benar-benar diberikan. Laporan memisahkan biaya riil dari bagian tagihan palsu.
Aryo tidak hadir untuk membela diri melalui perdebatan keluarga. Klarifikasinya telah diminta dan dicatat secara resmi. Ia menyangkal berniat mengambil dana, lalu menyebut tindakannya mengikuti kebiasaan lama Slamet. Penyebutan nama ayahnya tidak menghapus pesan yang dikirimnya sendiri atau tanggung jawabnya sebagai direktur operasional.
Rapat mengakhiri tugas administrasi Tara. Ia menandatangani penerimaan bagian laporan yang menjelaskan catatannya dan meminta agar tanda tangannya tidak dipakai sebagai pengesahan analisis. Kepala audit menyetujui. Bahan berikutnya akan diserahkan kepada pemeriksa independen serta pihak yang menangani perbuatan yang ditemukan.
Sesudah rapat, komite pengawasan membahas laporan Laras mengenai ruang ganti. Kamera telah diputus dan dicopot sejak pemeriksaan awal; kini daftar akses serta asal pengadaan perangkat selesai ditelusuri. Laporan menunjukkan Arka mengetahui pengawasan berlangsung dan tetap membiarkan akses tersebut dipakai. Perusahaan harus menanggung penanganan pengaduan staf, memperbaiki pengelolaan data, dan melanjutkan pemeriksaan di luar kendali orang-orang yang dilaporkan.
Tidak seorang pun meminta pegawai menerima permintaan maaf sebagai penutup. Para staf yang terdampak memperoleh pemberitahuan melalui pendamping yang mereka pilih. Penyimpanan bahan diatur untuk proses pemeriksaan dan kebutuhan korban; gambar tidak dibagikan kepada direksi sebagai tontonan atau bukti kesetiaan.
Keputusan mengenai Arka disampaikan sore itu. Ia dinonaktifkan dari jabatan CEO, dan pengurus sementara dari luar keluarga ditunjuk melalui mekanisme perusahaan. Ratna juga mundur dari penanganan perkara serta tidak dipertahankan sebagai komisaris utama dalam susunan berikutnya. Aryo dilepaskan dari kendali proyek dan akses terkait sambil menghadapi proses atas perbuatannya. Keputusan manajemen tersebut bukan pengganti penilaian pengadilan.
Ketika Arka hendak mengambil barang dari ruang kerja, petugas meminta ia menunggu pendamping sekretariat. Arka sempat mengangkat kartu lamanya, lalu menyimpannya kembali. Ruangan yang dahulu dapat dimasukinya kapan saja kini dibuka sesuai prosedur yang juga melindungi bahan pemeriksaan. Ia menunggu di kursi tamu sampai namanya dipanggil.
Arka menyerahkan kartu aksesnya di depan sekretariat. Tara berdiri di dekat meja serah terima karena kebetulan sedang mengembalikan map audit. Ia tidak diminta membawa barang-barang Arka atau ikut keluar bersamanya.
'Kamu benar mengenai kamera itu,' katanya.
Tara memandang kartu yang kini berada di tangan petugas. 'Saya ingin orang-orang yang direkam mendapat jawaban. Bukan ingin memenangkan pertengkaran.'
Arka mengangguk. Ia berjalan menuju lift tanpa menghubungi orang yang dahulu menunggunya di gudang. Tara kembali ke mejanya dan membuka lamaran kerja yang tadi disimpan. Ia memperbaiki satu kalimat mengenai pengalamannya mengelola dokumen, lalu mengirimkannya. Setelah berbulan-bulan membaca riwayat keputusan orang lain, ia ingin membuat keputusan yang membawa hidupnya ke tempat berbeda.