Arka menunggu bersama Rangga di lorong yang berbau kertas dan cairan pembersih. Ia tidak membawa daftar hitam. Bahan mengenai gudang sudah diserahkan, dan orang-orang yang dahulu menerima perintahnya dipanggil melalui proses pemeriksaan. Untuk pertama kalinya, ia tidak dapat menentukan siapa yang harus duduk, siapa yang boleh menjawab, atau kapan sebuah percakapan dianggap selesai.
Bentong datang dari pintu lain bersama pendampingnya. Arka mengenali cara berjalan yang dulu selalu tergesa ketika dipanggil. Kali ini lelaki itu tidak menunduk kepadanya. Mereka hanya saling melihat beberapa detik sebelum petugas membawa Bentong ke ruangan berbeda.
Arka bergerak setengah langkah. Rangga menyentuh lengan kursinya, mengingatkan tanpa menarik tubuhnya.
'Kamu tidak akan berbicara dengannya di sini.'
Arka duduk kembali. Ia ingin menanyakan mengapa Bentong mendekati keluarganya. Ia juga ingin menanyakan apakah lelaki itu mengetahui sesuatu sejak tujuh tahun lalu dan tetap menerima uang darinya selama ini. Tidak satu pun pertanyaan itu memberi hak untuk mencegat saksi di lorong.
Seorang penyidik bernama Seno memanggilnya tak lama kemudian. Pertanyaan pertama bukan tentang Slamet, melainkan tentang organisasi yang dibentuk Arka sendiri: siapa membayar tempat pertemuan, siapa mengendalikan orang keamanan di perkebunan, dan mengapa senjata disimpan di sana.
Arka menjawab sesuai catatan yang diserahkan. Sebagian uang berasal dari rekening pribadinya. Ia pernah membayar orang untuk memperoleh informasi dan membawa orang lain ke pertemuan tanpa prosedur perusahaan. Ia mengetahui beberapa senjata tidak disertai perizinan yang dapat ditunjukkan pengelolanya, tetapi tetap membiarkan tempat itu dipakai.
Rangga memintanya membedakan tindakan yang diperintahkan dengan hal yang baru diketahui kemudian. Arka melakukannya. Ia tidak menanggung perbuatan yang tak diketahuinya demi terlihat berkorban, tetapi juga tidak menyembunyikan keputusan yang memang dibuatnya. Seno mencatat tiap jawaban dan meminta bahan pendukung melalui penasihatnya.
Baru setelah bagian itu selesai, pembicaraan beralih kepada kecelakaan Hendra. Penyidik bertanya siapa yang mengurus kendaraan keluarga pada tahun tersebut. Arka menyebut bengkel yang biasa dipakai ayahnya. Nama Herman terdengar akrab setelah diucapkan, seperti benda lama yang baru ditemukan di dasar laci.
'Dia pernah datang ke rumah setelah kecelakaan,' kata Arka. 'Aku tidak menerima tamu waktu itu. Ibu bilang urusan kendaraan sudah selesai.'
Seno tidak mengatakan bahwa kalimat tersebut membuktikan Ratna terlibat. Ia menanyakan apakah Arka memiliki catatan kunjungan atau hanya mengingat cerita ibunya. Arka menjawab ingatan saja. Bagian itu dicatat sebagaimana adanya.
Pencarian berdasarkan lokasi yang disebut Niken menghasilkan korespondensi lama di arsip yayasan. Pemeriksa menemukan pembayaran kepada bengkel pada tahun kecelakaan serta surat yang meminta perubahan uraian pekerjaan. Bahan itu diamankan oleh petugas, bukan diambil orang-orang Arka. Tanggalnya tujuh tahun lebih awal daripada proyek Kalimantan yang sedang diaudit.
Seno menunjukkan daftar dokumen yang perlu Arka kenali sebagai pengelola urusan keluarga. Ia tidak menyerahkan seluruh keterangan saksi. Arka mengenali format surat yang dipakai yayasan, tetapi tidak mengenali tanda tangan pada salah satu salinan. Ia mengatakan tidak tahu, meskipun ingin sekali menemukan nama pamannya di setiap halaman.
Beberapa pekan berikutnya memberi jawaban yang lebih berat. Herman ditemukan dan bersedia memberikan keterangan dengan pendamping. Ia bukan orang yang merusak mobil. Ia pernah membantu mencatat kondisi kendaraan sesudah kecelakaan dan memprotes uraian akhir yang mengabaikan temuan awal mengenai sistem pengereman. Salinan yang disimpannya belum cukup berdiri sendiri; pemeriksa kemudian mencocokkannya dengan arsip perusahaan asuransi.
Mobil Hendra sudah lama tidak tersedia dalam keadaan yang dapat diperiksa ulang. Pemeriksa tak dapat menguji ulang kendaraan yang sudah tak utuh itu. Yang masih ada adalah foto, laporan awal, catatan penerimaan kendaraan, serta perbedaan antara uraian pertama dan laporan yang akhirnya beredar. Pemeriksa menilai bahan-bahan itu bersama, dengan menyebut keterbatasannya.
Komentar forum yang pernah dibaca Tara ternyata ditulis Herman. Laki-laki itu mengaku menulis tanpa nama karena takut kepada orang yang pernah memaksanya berhenti mempertanyakan laporan. Identitas penulis membuat sumber komentar dapat diperiksa, tetapi tidak mengubah satu unggahan menjadi putusan tentang pembunuhan.
Bentong memberikan keterangan lain. Pada tahun kecelakaan, ia bekerja untuk orang yang menangani urusan pribadi Slamet. Ia mengantar uang dan pesan kepada seorang pekerja bengkel bernama Darto. Ia tidak menyaksikan seluruh pekerjaan pada mobil Hendra. Namun ia mengetahui siapa yang memerintahkan pengantaran dan mendengar pembicaraan sesudah kecelakaan yang membuat tujuan pembayaran itu sulit dianggap sebagai servis biasa.
Keterangan tersebut diuji terhadap tanggal kerja, dokumen pembayaran lama, dan catatan bengkel. Darto kemudian ditemukan melalui penelusuran resmi. Dalam pemeriksaan yang didampingi penasihatnya, ia mengakui keterlibatan mengubah kondisi kendaraan sebelum dipakai Hendra. Pengakuan itu tidak diterima tanpa pemeriksaan lain. Penyidik mencocokkan bagian yang dapat diuji dengan arsip dan keterangan orang yang berbeda.
Arka tidak menghadiri pemeriksaan mereka. Ia menerima penjelasan terbatas mengenai perkembangan perkara ketika diminta mengonfirmasi dokumen tambahan. Tidak ada salinan rekaman interogasi yang diberikan kepadanya untuk diputar di ruang keluarga.
Seusai salah satu pertemuan, ia berdiri lama di halaman kantor penyidik. Rangga bertanya apakah ia ingin pulang. Arka berkata ia ingin pergi ke makam ayahnya, lalu berhenti dan bertanya apakah kunjungan tersebut akan mengganggu jadwal pemeriksaan berikutnya. Rangga memeriksa kalender sebelum menjawab.
Sebelum berangkat, Arka meminta Rangga memastikan permintaannya ke arsip keluarga tidak melewati pemeriksaan yang sedang berlangsung. Ada barang Hendra yang ingin dilihatnya, tetapi ia tidak ingin lagi membuka map lalu memilih sendiri apa yang orang lain boleh tahu. Rangga mencatat keinginannya dan mengatur waktu setelah bahan yang diperlukan selesai diamankan.
Di makam, Arka tidak mengatakan bahwa ia sudah menang. Ia merapikan daun yang menutupi tulisan nama Hendra dan duduk sampai celananya lembap. Selama bertahun-tahun ia mengira menemukan orang yang harus dihukum akan mengembalikan ayahnya dalam bentuk lain: perusahaan yang utuh, keluarga yang dapat dipercaya, atau dirinya yang tidak selalu marah.
Kini ada nama dan perbuatan yang dapat diperiksa. Tidak satu pun membuat tempat di depannya terisi kembali. Arka pulang tanpa menelepon Bentong, tanpa mengirim orang ke rumah Slamet, dan tanpa meminta Tara menenangkannya. Ia masih harus menjawab tentang orang-orang yang telah ketakutan karena perintahnya sendiri.