===== BAB 31: Jembatan Servis =====
Jembatan servis menyimpan pecahan pertama Kunci Terakhir.
Penemuan itu tidak menutup pencarian di lokasi. Ahli struktur memetakan ulang jalur Dion dari ruang kendali ke beacon, sementara Nisa menyandingkan waktu pada foto, log hujan, dan panggilan radio. Bila Dion sempat memecah kapsul, ia hanya memiliki kurang dari delapan menit sebelum UX-217 berangkat.
Nara berjalan di jalur kuning dengan kamera badan. Ia berhenti pada setiap titik yang dapat dijangkau tanpa meninggalkan pandangan petugas. Di bawah pagar dekat beacon ada saluran pembuangan lama yang disegel setelah renovasi. Foto malam kecelakaan menunjukkan penutupnya masih terbuka.
Damar meminta izin pencarian tambahan karena surat pertama hanya mencakup beacon. Hakim mengizinkan pembukaan saluran sepanjang sepuluh meter, disaksikan pengelola kota. Tim tidak membongkar seluruh jembatan berdasarkan rasa ingin tahu.
Di dalam saluran ditemukan tiga benda logam: baut, lencana pegawai berkarat, dan cincin pengunci hitam. Nomor mikro pada cincin cocok dengan seri kapsul keamanan yang dibeli Mahendra. Tidak ada chip, tetapi goresannya menunjukkan kapsul pernah dibuka paksa menggunakan tepi beacon.
Sidik tidak dapat dipulihkan karena air. Serat sarung tangan pada permukaan berwarna abu-abu, sama dengan perlengkapan operator Bintang. Ribuan orang memakai jenis itu. Nara mencatat kecocokan umum dan menolak menyebutnya milik Dion.
Bayu melihat foto cincin pengunci dan menunjuk tiga kali ke meja. Ratih meminta pendamping memastikan ia tidak kelelahan. Setelah jeda, Bayu menggambar Dion membuka kapsul, lalu menaruh satu pelat di beacon dan satu benda kecil ke tangan Bayu. Gambar ketiga menunjukkan mantel.
'Apakah Bayu memegang pecahan?' tanya Nisa.
'Gambar bukan inventaris,' jawab Nara. 'Tetapi kita perlu mencari barang yang dikembalikan atau tidak dikembalikan kepada keluarganya.'
Ratih mengatakan keluarga hanya menerima jam tangan Bayu. Tas kerja, radio, dan seragam hilang. Ia belum siap membahas kotak Amalia di notaris, tetapi mengizinkan pemeriksaan daftar barang kakaknya.
Rafi datang setelah pencarian selesai. Ia tidak memasuki area segel. Di sisi jembatan yang terbuka untuk umum, ia menceritakan ingatan baru: Dion menyebut tiga tempat yang tidak dapat dijangkau satu pengkhianat. Rafi mengingat kata rumah, korban, dan darah, tetapi tidak urutannya.
Dokter mencatat ingatan tersebut muncul setelah ia mengetahui struktur tiga pecahan, sehingga mudah dipengaruhi informasi. Rafi menerima label itu. Ia tidak lagi marah ketika ingatannya diberi bobot rendah.
Nara melihat perubahan tersebut sebagai bagian pemulihan. Pada awal kontrak, Rafi menawarkan akses seolah semua pintu miliknya. Kini ia belajar beberapa pintu harus tetap tertutup sampai pemiliknya mengizinkan.
Di laboratorium, cincin pengunci dan pecahan tembaga dipasang pada model digital. Bentuk patahan cocok. Kapsul pernah memiliki tiga slot dengan mekanisme yang menghapus indeks jika dibuka melalui jaringan aktif. Dion memilih membongkar fisik, merusak wadah tetapi menyelamatkan chip.
Nomor pembelian mengarah ke perusahaan Mahendra. Hanya dua kapsul seri itu tercatat. Satu dipakai untuk backup keuangan biasa dan masih ada di brankas Bintang. Satu hilang pada malam UX-217.
Kresna memperoleh buku servis produsen. Kapsul yang hilang diperbaiki seminggu sebelum kecelakaan karena salah satu slot tidak membaca. Pengantar barang bertanda tangan Rafi. Fakta itu mendukung bahwa ia memiliki akses sebelum membawa perangkat.
Rafi mengakui pernah mengambil kapsul dari meja Mahendra setelah menemukan faktur. Tindakannya adalah pencurian akses keluarga, meski tujuannya pelaporan. Ia meminta pelanggaran tersebut masuk catatan.
Nara tidak mengecilkannya, tetapi menempatkan skala kuasa: seorang anak berusia sembilan belas mengambil bukti dari ayahnya; pejabat operasi kemudian mengubah sistem dan menutup kematian. Keduanya tindakan berbeda yang harus dinilai berbeda.
Pada bagian dalam cincin pengunci, ahli menemukan residu kertas berlapis lilin. Tulisan yang tersisa hanya empat karakter: H-G-K.
Sebelum kapsul dibawa ke laboratorium, tim menyisir kembali jembatan pada siang hari. Bekas baut di pagar menunjukkan benda itu dipasang dari sisi pemeliharaan, bukan dilempar dari kabin. Kamera tol lama sudah ditimpa, tetapi buku kerja manual mencatat Mahendra meminta inspeksi satu hari setelah kecelakaan.
Rafi mencoba mengingat siapa yang membawanya melewati jembatan. Ia hanya melihat kilasan mantel hujan dan lampu kuning. Laras menghentikan sesi ketika napasnya memburu. Ingatan yang dipaksa dapat menciptakan rincian palsu, sehingga kesaksiannya dicatat sebagai petunjuk, bukan bukti.
Nara membandingkan kapsul dengan gambar dalam buku Dion. Guratan pada tutup cocok dengan alat yang dahulu dipakai operator untuk membuka panel darurat. Namun sidik jari telah rusak oleh air dan waktu. Fakta kecil itu mengingatkannya bahwa jawaban tidak akan datang dalam bentuk sempurna.
Kresna meminta rantai kustodi diumumkan kepada pengacara Fajar dan keluarga korban. Bila temuan hanya disimpan oleh pihak Nara, tuduhan rekayasa akan mudah tumbuh. Ratih mengirim ahli pilihannya untuk menyaksikan pembukaan kemasan di laboratorium.
Ahli tersebut memastikan nomor seri kapsul tercatat dalam daftar komponen UX-217. Satu digit sengaja dikikis, tetapi citra sinar-X memulihkannya. Nomor itu menunjuk perangkat Akses Darurat yang dinyatakan musnah dalam laporan resmi.
Nisa lalu menemukan pola tiga lekuk pada bagian dalam. Itu bukan kerusakan, melainkan penanda urutan. Pecahan yang tersimpan di kapsul hanyalah bagian pertama dari rangkaian yang harus disatukan pada arah tertentu.
Semua orang menyalinnya tanpa mencoba menebak maknanya terlebih dahulu.
Frasa sandi pecahan pertama dimulai dengan kata hujan, garis, dan kuning.