===== BAB 30: Ingatan yang Tidak Utuh =====
Ingatan Rafi tidak utuh, tetapi petunjuknya membawa mereka kembali ke jembatan servis.
Pelat tembaga ditempatkan dalam wadah antistatik. Ahli kriptografi memastikan ia merupakan pecahan hardware key generasi lama. Konektor patah tidak berarti data hilang; chip utama masih dapat dibaca melalui adaptor khusus setelah citra dibuat. Tidak ada upaya membuka ledger sebelum dua pecahan lain ditemukan.
Pengadilan menunjuk dua kustodian dari lembaga berbeda. Satu menyimpan perangkat fisik, satu menyimpan citra terenkripsi, sedangkan kata sandi akses dibagi kepada hakim dan perwakilan korban. Bintang, Merapi, Nara, dan Rafi tidak memegang salinan lengkap. Tata kelola bukti mulai mencerminkan prinsip tiga pihak yang dibuat Dion dan kawan-kawannya.
Nisa menyusun prosedur pemulihan yang dapat diulang ahli pembela. Semua alat, versi perangkat lunak, dan checksum dicatat. Jika perkara masuk persidangan, hasil tidak bergantung pada kepercayaan kepada satu laboratorium.
Tulisan pada kertas dibandingkan dengan sampel Dion. Bentuk huruf cocok, tetapi tinta berasal dari pena yang juga dipakai banyak operator. Hasil dinyatakan mendukung, bukan memastikan. Nara tidak memerlukan kepastian palsu untuk mengakui petunjuk itu berharga.
Bayu melihat foto pelat dan menulis bahwa Dion memasukkannya ke beacon setelah Rafi menyerahkan kapsul. Kapsul hitam ternyata wadah tiga slot; Dion memecah isinya ketika menyadari jalur darat dikuasai. Pecahan pertama ditinggalkan di jembatan, pecahan kedua terkait kunci mantel, dan pecahan ketiga dibawa penyelidik.
'Perempuan bermap regulator,' kata Nara.
Laras mengidentifikasinya sebagai Amalia Putri, auditor pendahuluan yang meninggal lima tahun lalu. Amalia pernah menghubungi Laras setelah kecelakaan, tetapi kemudian menarik diri karena ancaman. Arsip pribadinya mungkin diwariskan kepada keluarga.
Damar mencari ahli waris tanpa menghubungkan mereka ke media. Putra Amalia mengatakan ibunya menyimpan satu kotak yang tidak boleh dibuka sampai 'keluarga sebelas' datang bersama. Kode itu mirip K-11 pada metadata. Kotak masih berada di notaris Semarang.
Putra Amalia juga menyerahkan kalender ibunya. Pada hari UX-217, Amalia menjadwalkan pertemuan dengan Dion, Bayu, dan seseorang berinisial R.D. Nama Rafi belum pernah dipakai dalam catatan lain, tetapi inisial kali ini cocok. Di samping jadwal ada tulisan: bila aku gagal, Ratih memegang keputusan.
Catatan tersebut menjelaskan mengapa Dion menyebut Ratih kepada Sinta. Ratih bukan hanya keluarga korban; ia dipilih sebagai pemegang hak karena tidak terikat perusahaan atau regulator yang dapat ditekan.
Ratih menolak membukanya sekarang. Ia baru saja menemukan kakaknya hidup setelah tujuh belas tahun dan tidak mau keluarga kembali dipaksa bergerak sesuai jadwal perusahaan. Nara mendukung penundaan. Pecahan ketiga aman di notaris; hak Ratih atas waktu lebih penting daripada rasa ingin tahu.
Rafi menyerahkan laporan resmi tentang ingatannya. Ia memisahkan bagian yang muncul sebelum bukti baru dan sesudahnya. Kilasan jembatan yang datang lebih awal diberi bobot berbeda dari gambaran pelat setelah ia melihat foto. Dokter memuji ketelitian tanpa menyebutnya validasi isi.
Laporan juga mencatat bagian yang ternyata salah. Rafi pernah mengingat darah pada lengan Dion sebelum alarm, sedangkan foto menunjukkan noda oli. Ia menerima koreksi itu dan meminta kesalahan tetap disimpan. Satu ingatan keliru tidak membuat seluruh dirinya bohong, tetapi mengingatkan semua pihak untuk tidak menjadikan memori sebagai peta tunggal.
Nara mengalami hal serupa ketika mengingat Dion selalu memakai kunci di sisi kanan. Foto keluarga menunjukkan kadang di kiri. Ia memasukkan koreksi pribadinya ke catatan wawancara. Auditor pun tidak kebal terhadap ingatan yang dibentuk kerinduan.
Di rumah aman, Nara dan Rafi akhirnya berbicara tanpa perekam. Rafi bertanya apakah Nara masih menganggapnya mungkin kaki tangan. Nara menjawab kemungkinan itu mengecil, tetapi ia tetap mengambil risiko naik tanpa manifest dan menyembunyikan keberadaannya ketika dewasa.
'Aku tidak ingat perjalanan, tetapi setelah menjadi CEO aku menemukan jejak pembayaran dan tetap diam terlalu lama,' kata Rafi. 'Bagian itu pilihanku.'
Nara menghargai ia tidak menyalahkan cedera untuk keputusan baru. Mereka membicarakan pernikahan kontrak yang kini memasuki bulan kedua. Perlindungan dan audit berjalan, tetapi hubungan pribadi tumbuh di dalam tekanan yang tidak normal. Nara meminta mereka tidak membuat janji masa depan saat kasus mengikat hidup.
Rafi setuju. 'Kalau suatu hari kita memilih sesuatu di luar kontrak, aku ingin pilihan itu bertahan ketika tidak ada bukti di meja.'
Mereka duduk dekat tanpa menyentuh sampai Nara mengulurkan tangan lebih dulu. Ciuman yang terjadi singkat dan berhenti ketika Rafi bertanya apakah ia yakin. Nara mengatakan ya untuk saat itu, bukan untuk semua hari. Batas tersebut membuat kedekatan terasa aman, bukan kecil.
Pagi berikutnya, Nisa membawa hasil citra pelat. Pecahan pertama tidak membuka ledger, tetapi memuat indeks nama vendor dan satu frasa sandi: 'hujan di garis kuning'. Frasa cocok dengan catatan Dion serta kilas ingatan Rafi.
Indeks menunjukkan pecahan kedua disimpan melalui kunci mekanis yang kepala kuningannya memiliki tiga lubang. Nomor lokasinya dienkripsi, tetapi checksum mengarah ke perangkat rumah tangga buatan tahun kelahiran Nara. Sinta langsung teringat mesin jahit tua yang dibeli Dion saat Nara lahir.
Mesin itu masih berada di toko, selamat dari upaya pembakaran karena dipindahkan ke gudang belakang. Polisi menyegelnya sampai pemeriksaan dapat dilakukan. Nara meminta Sinta hadir sebagai pemilik dan menentukan bagian mana boleh dibongkar.
Sebelum pergi ke toko, mereka meninjau jembatan servis sekali lagi. Pada garis kuning yang pudar, Nara menemukan bekas dudukan beacon dan menyadari Dion membagi kunci bukan dalam kepanikan acak. Ia memilih tiga orang serta tiga tempat yang tidak dikendalikan satu keluarga.
Jembatan servis menyimpan pecahan pertama Kunci Terakhir.