===== BAB 32: Kapsul Hitam =====
Frasa sandi pecahan pertama dimulai dengan kata hujan, garis, dan kuning.
Nisa memasukkan frasa lengkap 'hujan di garis kuning' hanya ke citra perangkat, bukan chip asli. Sistem membuka satu indeks tanpa mencoba mendekripsi ledger. Daftar itu memuat nomor vendor, tanggal pengiriman, dan tiga posisi kunci. Nama orang masih berubah menjadi hash.
Pecahan pertama diberi label JEMBATAN. Pecahan kedua diberi label RUMAH. Pecahan ketiga diberi label K-11. Pada catatan bawah, Dion menulis bahwa tidak ada bagian boleh berada di fasilitas Dirgantara setelah UX-217 mendarat.
'Ia berharap mereka semua sampai kota tujuan,' kata Rafi.
Nara melihat tanggal pembuatan. Sistem disiapkan tiga hari sebelum kecelakaan, berarti Dion, Bayu, dan Amalia merencanakan pelaporan. Rafi mungkin datang belakangan membawa kapsul dari Mahendra, lalu menjadi jalur transportasi yang tak terduga.
Kotak produsen dari brankas Bintang diperiksa sebagai pembanding. Di balik busa ada ruang untuk tiga pelat. Manual menyebut setiap pelat menyimpan bagian matematis, bukan sepertiga data. Dua pelat tidak dapat menebak isi ketiga. Struktur itu melindungi dari pemaksaan terhadap satu pemegang.
Nisa juga menemukan peringatan bahwa lima upaya sandi salah akan mengunci citra. Ia membuat klon baru untuk setiap uji dan menyimpan log. Ahli pembela diundang memeriksa prosedur agar hasil tidak menjadi rahasia pihak penuntut.
Sementara itu, pencarian terhadap kapsul luar terus berjalan. Cincin dari saluran membuktikan wadah berada di jembatan, tetapi tubuh kapsul belum ditemukan. Catatan pemeliharaan menunjukkan saluran bermuara ke bak penampung yang dikuras sebulan setelah kecelakaan. Limbahnya dibawa ke gudang logam Bintang.
Gudang tersebut telah menjadi bengkel seni. Pemilik baru menyimpan peti benda lama untuk bahan patung. Dengan izin dan ganti rugi wajar, tim memeriksa isinya. Di antara engsel dan kabel ada separuh cangkang hitam bernomor seri sama.
Pemilik bengkel menolak menyerahkan semua peti. Surat hanya mencakup benda terkait kapsul. Damar mengambil cangkang, mencatat lokasi, dan meninggalkan barang lain. Batas pencarian menjaga hak orang yang tidak terlibat.
Cangkang memuat goresan alat serta setitik darah terperangkap di bawah pelat. Tes awal menunjukkan profil laki-laki. Rafi, Bayu, dan keluarga Dion diminta persetujuan pembanding. Sinta menyetujui penggunaan sampel lama Dion dari rumah sakit, bukan memberi DNA baru jika tidak perlu.
Hasilnya campuran. Komponen utama cocok dengan Rafi; jejak kecil sangat mendukung Dion. Keduanya memegang kapsul. Tidak ada profil Bram yang dapat diuji karena ia belum ditemukan dan pengadilan belum mengizinkan pencarian keluarga.
Pada cangkang juga ada sidik telapak parsial yang tidak cocok dengan Rafi atau Dion. Basis data lama memberikan kemungkinan sedang kepada Bayu, tetapi kualitas rendah. Ratih menolak kesimpulan sebelum ahli independen menilai.
Nara menghargai sikapnya. Keluarga korban bukan pemasok persetujuan otomatis hanya karena penyelidikan tampak menuju kebenaran.
Rafi memandangi cangkang melalui kaca laboratorium. Benda kecil itu menjadi alasan orang mengejar, menyembunyikan, dan mengubah hidup banyak keluarga. Ia berkata andai dahulu menyerahkan faktur langsung kepada polisi.
'Kita belum tahu apakah polisi saat itu aman,' kata Nara. 'Penyesalan harus memakai fakta yang tersedia saat itu, bukan semua yang kita tahu sekarang.'
Mereka menyusun garis waktu: Rafi mengambil kapsul, menemui Dion dan Amalia, Bram datang, Dion memecah perangkat, lalu UX-217 berangkat membawa setidaknya dua bagian. Bagian JEMBATAN tertinggal. Bagian RUMAH mungkin tersembunyi lewat kunci kuningan. K-11 berada pada Amalia atau Ratih.
Indeks vendor yang terbuka menyebut satu perusahaan paling sering: Langit Presisi, pemasok komponen rekondisi yang kemudian berubah nama menjadi anak usaha Merapi. Pada setiap transaksi, pemberi persetujuan memakai hash sama.
Laboratorium membuat citra forensik sebelum menyentuh konektor. Pecahan itu hanya menyimpan indeks dan hash, bukan isi dokumen. Data utama berada di arsip lain, sehingga mencuri satu potongan tidak akan cukup membuka rahasia.
Nisa menjelaskan hash seperti sidik jari digital. Bila satu huruf pada laporan berubah, nilainya berbeda. Nara meminta penjelasan itu dimasukkan ke berkas agar hakim tidak dipaksa menerima istilah teknis tanpa dasar.
Pecahan pertama mencocokkan tiga dokumen yang sebelumnya dianggap tidak berkaitan: log jembatan, faktur Langit Presisi, dan catatan klinik tempat Rafi dirawat. Ketiganya ditandatangani pada minggu yang sama oleh sertifikat perusahaan milik Mahendra.
Maya mengaku Mahendra memegang sertifikat cadangan setelah Fajar menguasai sistem operasional. Ia menggunakannya untuk membangun jalur bukti rahasia. Namun Maya tidak tahu apakah anaknya bermaksud mengungkap kebenaran atau sekadar menyimpan perlindungan bagi keluarga.
Rafi menolak memilih penafsiran yang paling baik. Bila Mahendra ingin bertanggung jawab, ia dapat menemui korban saat masih hidup. Menyimpan kunci mungkin menyelamatkan bukti, tetapi diam tetap membiarkan kebohongan berumur tujuh belas tahun.
Kresna menemukan sertifikat tersebut pernah dipakai kembali enam tahun lalu untuk menandatangani sebuah surat notaris. Waktunya dua bulan sebelum Mahendra meninggal. Surat itu belum ditemukan, tetapi nomor akta mengarah ke kantor penyimpanan keluarga.
Pengadilan menerbitkan perintah agar kantor notaris menyerahkan indeks tanpa membuka komunikasi lain. Dari indeks itu muncul satu nama yang selama ini selalu berada di tepi perkara, bukan pusatnya.
Nara meminta sertifikat tidak disebut sebagai tanda kepemilikan tunggal. Dalam sistem lama, beberapa pejabat dapat memakai token cadangan. Jejak waktu dan dokumen pendampinglah yang harus membuktikan siapa sebenarnya menandatangani.
Hash itu terhubung dengan sertifikat keuangan Mahendra Dirgantara.